Redaksiku.com – Suasana duka menyelimuti TPU Jeruk Purut ketika pemakaman Epy Kusnandar digelar pada Kamis (4/12/2025) pagi. Ratusan pelayat datang sejak matahari belum sepenuhnya naik, memenuhi area pemakaman dengan wajah-wajah sembab yang mencoba menahan emosi.
Di antara mereka, ada keluarga, sahabat lama, rekan sesama artis, hingga penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan karier almarhum sebagai Kang Mus.
Iring-iringan jenazah tiba sekitar pukul 08.05 WIB. Beberapa pelayat terlihat mengusap mata ketika peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Di barisan depan, Karina Ranau istri almarhum berdiri sambil menggenggam erat foto suaminya.
Tangannya bergetar, tapi ia berusaha berdiri tegak mengiringi langkah terakhir pria yang telah menemaninya selama lebih dari dua dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi banyak orang, pemakaman Epy Kusnandar bukan hanya kepergian seorang aktor. Ini adalah perpisahan dengan sosok yang telah memberi warna kuat dalam dunia seni peran Indonesia.
Tangis Karina Ranau Pecah di Tengah Prosesi
Saat seluruh pelayat berkumpul mengelilingi liang lahat, Karina diminta menyampaikan ucapan perpisahan. Ia membuka dengan salam, namun suaranya langsung bergetar saat menyebut nama suaminya.
Ia berkata perlahan, Telah berpulang orang yang kami cintai¦ sebelum akhirnya tangisnya pecah. Beberapa pelayat ikut menangis melihat momen ini. Rekaman yang tersebar di media sosial menunjukkan Karina hampir roboh, namun segera ditopang oleh keluarga yang berdiri di dekatnya.
Momen ini membuat warganet membanjiri media sosial dengan ucapan belasungkawa. Banyak yang mengaku baru benar-benar merasakan kehilangan setelah melihat istri Epy berjuang menyampaikan perpisahan terakhir di depan makam sang suami.
Prosesi Pemakaman Berjalan Penuh Haru
Sepanjang pemakaman Epy Kusnandar, suasana hening namun berat terasa menggantung. Petugas pemakaman bekerja perlahan dan hati-hati, seolah memahami betapa besar cinta keluarga terhadap almarhum.
Di sekeliling liang lahat, pelayat berdiri rapat. Beberapa di antaranya terlihat tak sanggup menatap proses penurunan jenazah. Ada yang memalingkan wajah sambil menutup mulut, ada pula yang memejamkan mata sembari berusaha menahan emosi.
Ketika jenazah mulai diturunkan, suara isak langsung terdengar dari berbagai sisi. Karina memegang foto suaminya semakin erat, sementara putra mereka, Quentin, terlihat menunduk dalam, menandakan bahwa kehilangan ini begitu mengguncang hatinya sebagai anak.
Ungkapan Terima Kasih untuk Aris Nugraha
Di tengah duka, Karina menyampaikan terima kasih khusus untuk Aris Nugraha, sosok yang membesarkan nama Epy melalui karakter Kang Mus di Preman Pensiun. Ia menjelaskan bagaimana Epy selalu merasa sangat berutang budi pada Aris, bahkan sampai hari-hari terakhir hidupnya.
Karina kemudian menceritakan sebuah pesan yang disampaikan Epy tiga hari sebelum kepergiannya pesan yang kini terdengar seperti firasat. Epy pernah berkata bahwa dirinya dan putra mereka akan selalu mendampingi Aris di mana pun ia berada.
Momen ini menambah lapisan emosional dalam pemakaman Epy Kusnandar, memperlihatkan betapa hubungan Epy dengan para rekannya di dunia seni peran bukan sekadar profesional, melainkan persaudaraan yang sangat dalam.
Keinginan Terakhir yang Tak Kesampaian
Karina juga mengungkapkan satu cerita yang semakin membuat pelayat hanyut dalam kesedihan. Beberapa hari sebelum wafat, Epy sempat mengungkapkan keinginannya untuk pergi ke Yogyakarta. Namun tubuhnya sudah terlalu lemah untuk melakukan perjalanan jauh.
Ia berkata bahwa Epy sempat gelisah, ingin berangkat tapi terus menahan sakit. Hampura, Wa¦ fisiknya tidak kuat, ucap Karina sambil menahan tangis. Cerita ini menegaskan bahwa almarhum sebenarnya masih memiliki harapan dan mimpi kecil yang ingin ia wujudkan sebelum dipanggil pulang.
Cerita ini banyak disorot netizen, yang menyebutnya sebagai pukulan terakhir yang membuat berita duka ini semakin terasa berat.
Kehadiran Rekan Artis Menunjukkan Besarnya Rasa Kehilangan
Beberapa sosok terkenal hadir dalam pemakaman Epy Kusnandar, seperti Tyo Pakusadewo, Kang Komar, dan Eza Yayang. Mereka datang tidak hanya sebagai kolega, tetapi sebagai sahabat yang merasakan kehilangan mendalam.
Mereka memeluk Karina dan Quentin, memberikan dukungan moral di tengah duka. Momen kebersamaan ini memperlihatkan bahwa Epy bukan sekadar aktor berbakat, tetapi juga pribadi hangat yang meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang pernah bekerja dengannya.
Para rekan artis juga terlihat ikut menabur bunga dan menundukkan kepala lama di samping makam almarhum, seolah memberikan penghormatan pribadi terakhir.
Doa Pelayat Mengiringi Kepergian Sang Legenda
Setelah jenazah sepenuhnya berada di dalam liang lahat, doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat. Ratusan tangan terangkat bersamaan, memohonkan ampun dan kelapangan jalan bagi almarhum.
Beberapa pelayat terlihat tetap berdiri di dekat makam meski prosesi resmi sudah selesai. Mereka seakan enggan pergi, masih ingin memberikan penghormatan bagi sosok yang telah menghibur dan menyentuh banyak hati lewat karya-karyanya.
Dokumentasi prosesi ini viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana pemakaman Epy Kusnandar menjadi momen yang tidak hanya menyedihkan, tetapi juga penuh cinta dari orang-orang yang pernah merasakan dampak positif dari hidupnya.
Kepergian Epy Kusnandar menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia. Melalui karakter Kang Mus dan berbagai peran lain yang ia hidupkan, Epy berhasil meninggalkan jejak yang tidak mudah hilang.
Pemakaman Epy Kusnandar hari itu bukan hanya mengantar seorang aktor, tetapi mengantar warisan seni peran yang akan terus dikenang.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






