Redaksiku.com – Kisah Erawati peluk bayi majikan menggetarkan Hong Kong dan Indonesia sekaligus. TKW asal Malang itu ditemukan meninggal dunia dalam posisi memeluk bayi majikannya saat kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po. Momen terakhir hidupnya membuat publik tersentuh hingga peristiwa ini viral di berbagai platform media sosial.
Erawati disebut menempatkan keselamatan sang bayi di atas dirinya sendiri. Tubuhnya menjadi perisai yang melindungi si kecil dari asap tebal dan api yang merambat cepat. Saat petugas menemukan keduanya, bayi itu masih hidup berkat perlindungan Erawati di detik-detik akhir.
Hong Kong langsung dipenuhi ucapan duka dan penghormatan. Banyak warganet menyebutnya pahlawan sejati, seseorang yang meninggalkan dunia dengan keberanian luar biasa. Kisahnya membuat ribuan orang menangis, terlebih ketika foto-fotonya mulai tersebar.
Detik Terakhir yang Mengharukan
Dalam tragedi itu, Erawati peluk bayi majikan menjadi momen paling dibicarakan. Kebakaran besar menyebar cepat, memenuhi lorong apartemen dengan asap pekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat banyak penghuni panik mencari jalan keluar, Erawati justru memastikan bayi majikannya aman dalam genggamannya.
Ketika petugas penyelamat masuk, mereka mendapati tubuh Erawati sudah tidak bernyawa. Bayi tersebut berada dalam kondisi lemah, tetapi selamat berkat perlindungan Erawati.
Momen itu membuat publik Hong Kong tersentak betapa besarnya pengorbanan seorang pekerja migran yang bahkan tidak memiliki status keluarga di negara itu.
Publik menggambarkannya sebagai guardian angel yang menjaga nyawa kecil tersebut hingga akhir.
Warga Hong Kong Angkat Topi untuk Erawati
Kisah Erawati peluk bayi majikan menyebar cepat dan mengundang rasa hormat dari ribuan warga Hong Kong. Tagar tentang dirinya masuk jajaran trending di berbagai platform.
Banyak yang mengunggah foto dan pesan belasungkawa, menyebutnya pahlawan yang meninggalkan dunia dengan cara terhormat.
Media lokal pun menyorot keberaniannya, bahkan menyebut tindakan Erawati sebagai bentuk cinta tanpa syarat.
Warga sekitar apartemen juga mengaku sangat terpukul karena tidak menyangka Erawati menjadi salah satu korban yang gugur saat menyelamatkan nyawa orang lain.
Ungkapan duka mengalir deras, menunjukkan bahwa kebaikan kecil sekalipun mampu menyentuh banyak hatiapalagi pengorbanan sebesar ini.
Kabar Duka Sampai ke Malang, Keluarga Hancur
Setelah berita Erawati peluk bayi majikan viral, keluarga di Dampit, Malang mendapat kabar resmi melalui Disnaker.
Mereka tak kuasa menahan tangis ketika mengetahui cara Erawati meninggal dan bagaimana ia dipuji sebagai pahlawan oleh masyarakat Hong Kong.
Suami dan keluarga besar Erawati berharap jenazahnya bisa segera dipulangkan, meski prosesnya belum dapat dilakukan karena masih menunggu administrasi dan pemeriksaan medis oleh pemerintah Hong Kong.
Kebakaran tersebut termasuk salah satu insiden paling mematikan di wilayah itu, membuat proses identifikasi dan kepulangan jenazah memakan waktu lebih lama.
Bagi keluarga, Erawati bukan hanya tulang punggung ekonomi, tetapi juga sosok penyayang yang selalu memprioritaskan orang lain.
Kebakaran Besar yang Menewaskan Banyak Korban
Tragedi yang menewaskan Erawati peluk bayi majikan terjadi dalam kebakaran dahsyat yang merenggut ratusan korban di komplek Wang Fuk Court.
Api merambat cepat dari lantai bawah, menyebarkan asap pekat ke seluruh bangunan. Banyak penghuni terjebak di unit masing-masing tanpa kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa ini juga menewaskan seorang petugas pemadam kebakaran, Ho Wai Ho, yang gugur saat menjalankan tugasnya. Kebakaran ini dinilai sebagai salah satu yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir di Hong Kong.
Dalam kondisi kacau itu, Erawati tetap memeluk bayi majikannya, memilih bertahan di lokasi daripada berlari menyelamatkan diri sendiri.
Gelar Pahlawan untuk Erawati dari Masyarakat Hong Kong
Setelah kisah Erawati peluk bayi majikan mencuat, warga Hong Kong sepakat menyebutnya sebagai pahlawan. Banyak yang menulis pesan penghormatan Dia menyelamatkan nyawa anak kami. Dia salah satu dari kami sekarang.
Lembaga dan komunitas lokal turut memberikan penghormatan, termasuk para pekerja migran yang merasa bangga sekaligus sedih.
Sosok Erawati dianggap simbol keberanian pekerja migran Indonesia yang sering kali berada di garis depan menjaga anak-anak dan keluarga majikan mereka.
Kisahnya mengingatkan publik bahwa kepahlawanan tidak selalu datang berseragam kadang hadir dari seseorang yang bekerja dalam senyap.
Bayi Majikan Dilaporkan Selamat dan Stabil
Salah satu yang melegakan dari peristiwa Erawati peluk bayi majikan adalah kondisi sang bayi yang selamat dari kebakaran. Meski sempat terjebak dalam asap tebal, bayi itu segera dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan dalam kondisi stabil.
Dokter menyebut perlindungan tubuh Erawati berperan besar menyelamatkan bayi tersebut. Tanpa itu, kemungkinan besar kondisinya jauh lebih buruk. Warga Hong Kong menyebut keselamatan bayi itu sebagai keajaiban kecil yang lahir dari pengorbanan besar.
Tragedi Erawati peluk bayi majikan menjadi cerita yang membekas di hati banyak orang. Bukan hanya karena peristiwa kebakaran besar itu mengerikan, tetapi karena tindakan Erawati menunjukkan keberanian yang sangat jarang terlihat.
Ia mungkin tak lagi kembali ke rumahnya di Malang, namun namanya kini hidup sebagai simbol cinta, keberanian, dan pengorbanan seorang pekerja migran Indonesia di negeri orang. Kisahnya menembus batas negara dan menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






