Aksi seribu lilin ojol di Surabaya menjadi sorotan publik setelah ribuan pengemudi ojek online berkumpul di Mapolda Jawa Timur.
Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus tuntutan keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan di Jakarta.
Suasana penuh haru menyelimuti jalan Ahmad Yani, ketika ribuan lilin dinyalakan bersamaan dengan doa bersama.
Komunitas ojol Jawa Timur bersatu padu, menunjukkan kepedulian sekaligus protes damai terhadap tindakan represif aparat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen tersebut sekaligus menegaskan bahwa aksi seribu lilin ojol di Surabaya bukan sekadar peringatan, tetapi simbol kekuatan solidaritas.
Latar Belakang Aksi Seribu Lilin Ojol di Surabaya
Aksi seribu lilin ojol di Surabaya lahir dari rasa duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.
Affan meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam unjuk rasa di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Kabar tragis itu segera menyebar di media sosial dan memicu simpati luas dari komunitas ojol di seluruh Indonesia.
Di Jawa Timur, solidaritas ini diwujudkan melalui aksi serentak yang dipusatkan di depan Mapolda Jatim.
Sekitar 1.000 lilin dinyalakan, melambangkan doa dan dukungan moral bagi keluarga korban.
Sekjen Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Timur, Samuel Grandy, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar ritual simbolik.
Menurutnya, aksi seribu lilin ojol di Surabaya adalah bentuk perlawanan damai terhadap praktik kekerasan yang melanggar hukum.
ADO menilai kasus kematian Affan harus diusut tuntas secara transparan oleh Kapolri dan jajarannya.
Samuel menyebut massa aksi diperkirakan mencapai ribuan, terutama dari Surabaya Raya dan sekitarnya.
Driver ojol dari berbagai kota di Jawa Timur pun ikut menyuarakan aspirasi serupa di Polres masing-masing.
Pesan Kemanusiaan dalam Aksi Seribu Lilin Ojol di Surabaya
Di tengah gemerlap cahaya lilin, doa dipanjatkan agar Affan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto turut hadir dan menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh komunitas ojol.
Ia menegaskan proses hukum terhadap oknum aparat akan berjalan sesuai prosedur dan dilakukan secara transparan.
Menurut Nanang, saat ini sudah ada tujuh orang yang diperiksa terkait insiden di Jakarta.
Polri berkomitmen memberikan penegakan hukum seadil-adilnya demi menjaga kepercayaan publik.
Para driver ojol pun tak hanya larut dalam kesedihan, melainkan juga berjanji menjaga kondusivitas Jawa Timur.
Seorang driver bernama Agus Ardianto mengaku terharu dan berharap keadilan benar-benar ditegakkan.
Ia juga mengapresiasi Kapolda yang memfasilitasi acara solidaritas ini dengan penuh keterbukaan.
Sementara Rico, pengemudi lain, menegaskan bahwa komunitas ojol tetap taat hukum meski diliputi rasa duka.
Menurutnya, aksi seribu lilin ojol di Surabaya adalah bukti bahwa perjuangan bisa dilakukan tanpa kekerasan.
Harapan Publik dari Aksi Seribu Lilin Ojol di Surabaya
Aksi seribu lilin ojol di Surabaya menegaskan bahwa publik tidak tinggal diam melihat ketidakadilan.
Komunitas ojol berharap Kapolri segera menindak tegas oknum aparat yang terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Mereka mendesak agar kasus ini tidak berhenti di pemeriksaan internal, melainkan benar-benar dibawa ke ranah hukum.
Desakan itu dianggap wajar karena publik ingin melihat transparansi nyata, bukan sekadar janji.
Bagi driver ojol, keadilan bagi Affan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Selain tuntutan hukum, aksi ini juga menjadi momentum refleksi tentang pentingnya menjaga persatuan.
Kapolda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komunikasi dan membangun energi positif.
Ia menekankan bahwa perdamaian hanya bisa lahir dari keadilan yang ditegakkan tanpa pandang bulu.
Pesan ini sejalan dengan semangat para driver ojol yang mengedepankan kesetiakawanan dan solidaritas.
Dengan cara itu, aksi seribu lilin ojol di Surabaya diharapkan menjadi teladan gerakan damai di tengah gejolak sosial.
Kesimpulan
Aksi seribu lilin ojol di Surabaya bukan sekadar acara mengenang almarhum Affan, tetapi juga simbol perjuangan moral.
Ribuan driver yang hadir menunjukkan betapa kuatnya solidaritas komunitas ojol ketika menghadapi ketidakadilan.
Kehadiran Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya memperlihatkan bahwa aparat juga membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Kini, publik menanti langkah konkret penegakan hukum yang benar-benar transparan dan adil.
Harapannya, duka Affan bisa menjadi titik balik menuju perubahan agar tragedi serupa tak lagi terulang di Indonesia.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






