Redaksiku.com – Tom Cruise secara terbuka menegaskan keyakinannya bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI tidak akan pernah sanggup menggantikan keaslian emosi serta dedikasi murni dari para pekerja kreatif di industri perfilman global.
Pandangan Tegas di Ajang BAFTA
Pernyataan tersebut disampaikan oleh aktor kenamaan asal Amerika Serikat ini ketika menghadiri acara bergengsi BAFTA: Life in Pictures yang berlangsung di kota London pada tanggal 21 September 2026. Di hadapan pemandu acara Edith Bowman serta para anggota BAFTA lainnya, ia memaparkan sudut pandangnya mengenai pentingnya menjaga pengalaman sinematik yang digarap langsung oleh tangan manusia.
Dalam sesinya, ia menyoroti bagaimana penonton lintas generasi, khususnya kalangan muda, masih menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendatangi gedung bioskop demi menikmati karya-karya layar lebar. Fenomena ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa publik tetap mencari sentuhan autentik yang hanya bisa dihadirkan oleh sesama manusia. Sentuhan manusia di dalam sebuah karya seni visual memberikan ikatan emosional yang mustahil ditiru oleh sistem komputer atau algoritma otomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tom Cruise menegaskan bahwa kehadiran manusia dalam industri pembuatan film adalah elemen paling esensial yang selamanya tidak akan bisa tergantikan oleh kecerdasan buatan.
Dukungan Konsisten untuk Pekerja Film
Sikap kritis sekaligus protektif terhadap eksistensi para pekerja seni ini bukanlah hal baru bagi sang aktor. Pada tahun 2023, ketika aksi mogok kerja serikat aktor SAG-AFTRA melanda industri perfilman Hollywood, ia berdiri di garis terdepan untuk mendesak penerapan regulasi yang ketat.
Regulasi tersebut bertujuan untuk melindungi hak-hak serta mata pencaharian para kru dan aktor dari ancaman penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali. Melalui posisinya yang berpengaruh, ia terus mendorong para pelaku industri untuk tidak meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses produksi karya seni.
- Ia konsisten mendorong regulasi ketat untuk melindungi pekerja film dari dampak negatif penggunaan AI sejak tahun 2023.
- Ia percaya bahwa generasi muda penonton bioskop selalu mencari elemen orisinal dan kisah yang berpijak pada realitas emosional.
- Ia mengajak seluruh insan kreatif di industri sinema untuk terus berkarya tanpa kehilangan identitas kemanusiaan mereka.
Antusiasme Proyek Sinema Terbaru
Di sela-sela perbincangannya mengenai masa depan industri perfilman, ia juga membagikan kabar terbaru mengenai proyek film terbarunya yang bertajuk Digger. Film layar lebar ini disutradarai oleh sineas papan atas Alejandro González Iñárritu dan dijadwalkan menyapa para penonton di bioskop pada tanggal 2 Oktober 2026.
Ia bahkan menceritakan proses keterlibatannya yang tergolong unik, di mana ia meminta sang sutradara untuk membacakan naskah film tersebut selama dua malam berturut-turut sebelum akhirnya mantap mengambil peran utama. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter Digger Rockwell, seorang taipan minyak yang harus berjuang keras mengatasi ancaman bencana lingkungan besar akibat dari tindakan korporasinya sendiri.
“Tidak ada yang bisa menandingi manusia. Orang-orang ingin melihat hal-hal yang nyata.”
— Tom Cruise
Melalui karya terbarunya ini, ia berharap dapat terus menyuguhkan pengalaman sinematik yang mendalam, membuktikan bahwa dedikasi total terhadap seni peran masih menjadi fondasi utama dalam industri hiburan modern yang terus bertransformasi.
Pertanyaan Umum
Apakah Tom Cruise menolak kemajuan teknologi AI di industri film?
Ia menyadari bahwa kehadiran teknologi AI adalah keniscayaan yang pasti akan datang dan terjadi dalam industri perfilman modern, namun ia tetap meyakini bahwa keaslian emosi manusia tidak akan pernah bisa digantikan.
Kapan film terbaru Tom Cruise yang berjudul Digger dirilis?
Film Digger yang disutradarai oleh Alejandro González Iñárritu dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada tanggal 2 Oktober 2026.
Apa peran Tom Cruise dalam film Digger?
Ia berperan sebagai Digger Rockwell, seorang tokoh taipan minyak yang berjuang mengatasi potensi bencana lingkungan besar akibat dari perbuatannya sendiri.
Ringkasan
Dalam acara BAFTA: Life in Pictures di London pada 21 September 2026, aktor kenamaan Tom Cruise secara tegas menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan pernah mampu menggantikan keaslian emosi dan dedikasi murni para pekerja kreatif di industri perfilman. Ia meyakini bahwa sentuhan manusia dalam karya seni visual memberikan ikatan emosional yang mustahil ditiru oleh sistem komputer, di mana penonton lintas generasi—khususnya kalangan muda—masih terus mencari pengalaman sinematik yang autentik di bioskop.
Sikap protektif terhadap eksistensi pekerja seni ini sejalan dengan konsistensinya sejak tahun 2023, di mana ia berada di garis terdepan saat aksi mogok SAG-AFTRA untuk mendesak regulasi ketat guna melindungi hak-hak kru dan aktor dari ancaman teknologi digital. Di tengah pandangannya mengenai masa depan sinema, ia juga mempromosikan proyek film terbarunya berjudul Digger garapan sutradara Alejandro González Iñárritu, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2 Oktober 2026 dan memperlihatkan perannya sebagai seorang taipan minyak bernama Digger Rockwell.






