Redaksiku.com – Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru pada Senin (14/9/2026) menandai pergeseran signifikan dalam strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo. Langkah ini diambil menyusul pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa, yang belakangan dinilai kurang selaras dengan kebutuhan stabilitas fiskal dan koordinasi antarlembaga.
Para analis melihat suksesi ini sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin mempertahankan ambisi pertumbuhan ekonomi, namun dengan pendekatan yang jauh lebih terukur dan hati-hati. Suahasil, yang merupakan sosok teknokrat berpengalaman, kini memikul beban berat untuk menyeimbangkan target pembangunan dengan disiplin anggaran yang ketat di tengah tekanan ekonomi global.
Menteri Keuangan Indonesia yang baru, Suahasil Nazara (kiri), usai serah terima jabatan dengan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kementerian Keuangan, Jakarta, 15 September 2026. (FOTO: Kementerian Keuangan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinamika di Balik Pergantian Posisi Menteri Keuangan
Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa tidak terjadi dalam ruang hampa. Selama berbulan-bulan, desakan untuk mengganti posisi Menkeu menguat di tengah polemik terkait setoran dividen dengan Danantara serta kebijakan rotasi besar-besaran pejabat di internal Kementerian Keuangan. Langkah Purbaya yang memindahkan ratusan pejabat, termasuk sekitar 50 posisi setingkat direktur, dilaporkan memicu ketegangan di dalam kementerian.
Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menilai bahwa gaya komunikasi dan manajemen Purbaya yang dianggap terlalu agresif menjadi titik lemah. Kondisi ini diperburuk dengan perselisihan kebijakan yang sempat muncul ke publik, termasuk wacana pungutan kapal di Selat Malaka yang kemudian dibantah oleh Kementerian Luar Negeri.
Defisit fiskal Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 2,85 persen dari PDB tahun ini, angka yang sangat mendekati batas aman undang-undang sebesar 3 persen.
Purbaya sendiri mengakui bahwa rotasi pejabat menjadi salah satu alasan dirinya harus melepas jabatan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden sebagai pemegang hak prerogatif. Peralihan ini menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga di era pemerintahan Prabowo yang dimulai sejak Oktober 2024.
Profil dan Harapan Baru di Kementerian Keuangan
Suahasil Nazara bukanlah sosok asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Pria 55 tahun ini memiliki rekam jejak panjang sebagai teknokrat, mulai dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal hingga menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Pengalamannya yang mendalam di sektor APBN, perpajakan, dan subsidi dianggap sebagai modal krusial untuk menstabilkan pasar.
Para pengamat ekonomi berharap Suahasil mampu membawa ketenangan yang selama ini absen. Dibandingkan pendahulunya yang sering disebut bergaya “koboi”, Suahasil dikenal lebih terukur dalam berbicara. Hal ini dianggap penting karena setiap pernyataan seorang Menteri Keuangan dapat berdampak langsung pada sentimen investor dan stabilitas rupiah.
Suahasil Nazara dipandang sebagai sosok yang mampu memperbaiki koordinasi antarlembaga dan mengembalikan kepercayaan pasar melalui komunikasi kebijakan yang lebih transparan dan stabil.
Tantangan Fiskal dan Program Prioritas
Tugas utama Suahasil adalah menjaga kesehatan keuangan negara di tengah beban program-program unggulan pemerintah. Salah satu perhatian utama adalah anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat pagu besar dalam rencana anggaran 2027. Ekonom menilai, Suahasil harus berani melakukan evaluasi rasional terhadap program-program yang membebani APBN.
- Menjaga defisit anggaran agar tetap berada di bawah batas 3 persen dari PDB.
- Memperbaiki koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
- Menyeimbangkan kebutuhan belanja pusat dengan keberlangsungan layanan publik di daerah yang sempat terganggu akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Meskipun ada pergantian menteri, pemerintah diprediksi tetap berpegang pada target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Tantangan bagi Suahasil adalah membuktikan bahwa target tersebut dapat dicapai melalui pengelolaan fiskal yang prudensial, bukan sekadar janji politik yang tidak didukung oleh ketersediaan dana.
Pertanyaan Umum
Mengapa Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya?
Pencopotan tersebut diduga dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari gaya komunikasi yang kontroversial, ketegangan dengan lembaga lain seperti Danantara, hingga kebijakan rotasi pejabat internal yang memicu perpecahan di Kementerian Keuangan.
Bagaimana pendekatan Suahasil Nazara berbeda dari pendahulunya?
Suahasil dikenal sebagai teknokrat dengan gaya komunikasi yang lebih hati-hati dan terukur. Ia diprediksi akan lebih mengutamakan stabilitas pasar dan koordinasi antarlembaga dibandingkan pendekatan agresif yang sempat diterapkan sebelumnya.
Apa tantangan terbesar bagi Suahasil sebagai Menkeu baru?
Tantangan utamanya adalah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen di tengah besarnya kebutuhan anggaran untuk program-program unggulan pemerintah, sembari tetap menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional.
Ringkasan
Suahasil Nazara ditunjuk sebagai Menteri Keuangan untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa guna memulihkan stabilitas fiskal dan koordinasi antarlembaga yang sempat terganggu. Sebagai teknokrat berpengalaman, ia kini menghadapi tantangan menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen di tengah beban program pemerintah yang besar.












