Tantangan CFO Asia Tenggara Mengadopsi AI Menurut Deloitte

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CFO Asia Tenggara — Ilustrasi kecerdasan buatan dan teknologi digital di meja kerja.

Pemanfaatan kecerdasan buatan oleh CFO di Asia Tenggara masih berada pada tahap awal dan terbatas akibat tantangan operasional.

Ilustrasi AI (foto: Unsplash)

Redaksiku.com – Kecerdasan buatan kini memegang peran penting dalam mentransformasi fungsi keuangan perusahaan modern di berbagai belahan dunia. Kendati demikian, pemanfaatan teknologi canggih ini di kalangan Chief Financial Officer di kawasan Asia Tenggara masih berada pada tahap awal dan tergolong terbatas akibat berbagai tantangan operasional.

Berdasarkan temuan terbaru dari riset regional, adopsi teknologi cerdas ini belum merata di seluruh struktur organisasi perusahaan. Para pemimpin keuangan harus menghadapi realitas bahwa integrasi sistem otomatisasi membutuhkan persiapan matang, mulai dari infrastruktur teknologi hingga kesiapan sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realitas Adopsi Teknologi di Lapangan

Hasil riset dari Deloitte Asia Pacific CFO Pulse Survey menunjukkan bahwa lanskap pemanfaatan teknologi di departemen keuangan masih menyisakan banyak ruang untuk berkembang. Mayoritas pemimpin keuangan masih berhati-hati dalam menanamkan modal dan mengintegrasikan sistem otomatisasi ke dalam operasional inti mereka.

Sebagian besar eksekutif keuangan melaporkan bahwa mereka baru menyentuh permukaan dari kemampuan penuh yang ditawarkan oleh sistem cerdas tersebut. Data survei memperlihatkan fakta menarik mengenai sejauh mana integrasi ini telah berjalan:

  • Sebanyak 46 persen CFO baru memanfaatkan teknologi cerdas pada area tertentu yang spesifik dalam fungsi keuangan.
  • Hanya ada 12 persen pimpinan perusahaan yang benar-benar telah menerapkannya secara luas di seluruh bagian organisasi.
  • Sebagian besar responden masih berfokus pada uji coba terbatas sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi teknologi secara menyeluruh.

Sekitar 46 persen CFO di kawasan Asia Tenggara saat ini baru memanfaatkan kecerdasan buatan pada area tertentu dalam fungsi keuangan perusahaan.

Tantangan Utama yang Dihadapi Pimpinan Keuangan

Transformasi digital di sektor keuangan bukanlah proses instan yang bebas dari hambatan. Para eksekutif di tingkat manajerial tertinggi harus bergulat dengan berbagai kendala struktural yang menghalangi laju adopsi teknologi secara optimal di perusahaan masing-masing.

Laporan yang sama mengidentifikasi tiga hambatan terbesar yang paling sering dikeluhkan oleh para pengambil keputusan di sektor finansial. Faktor-faktor ini mencakup aspek finansial, ketersediaan tenaga ahli, hingga integritas dari data itu sendiri yang menjadi fondasi analisis bisnis.

  • Kebutuhan biaya dan alokasi sumber daya yang besar menjadi tantangan utama bagi 53 persen responden survei.
  • Kesenjangan talenta dan penguasaan keterampilan digital yang memadai dikeluhkan oleh 50 persen pimpinan keuangan.
  • Persoalan mengenai kualitas dan keakuratan data internal perusahaan mencapai 43 persen dari total keluhan yang ada.

Sebanyak 53 persen CFO mengaku terkendala masalah biaya dan sumber daya, sementara 50 persen lainnya menghadapi tantangan kesenjangan talenta digital.

Strategi Pengembangan Talenta dan Kepemimpinan

Menghadapi berbagai hambatan tersebut, para pemimpin perusahaan tidak tinggal diam dan mulai mengambil langkah proaktif. Investasi pada pengembangan kapasitas internal menjadi prioritas utama guna memastikan organisasi siap menyongsong era digital yang kompetitif.

Sebanyak 78 persen CFO menyatakan telah mengalokasikan anggaran dan sumber daya untuk menjalankan program peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja mereka. Langkah ini dinilai krusial agar karyawan dapat beradaptasi dengan sistem kerja baru yang berbasis otomatisasi dan analisis data mendalam.

CFO Program Leader Deloitte Indonesia, Liana Lim, menjelaskan bahwa implementasi teknologi canggih harus berjalan beriringan dengan strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Tanpa adanya keseimbangan tersebut, investasi teknologi dikhawatirkan tidak akan memberikan hasil yang maksimal bagi ketahanan bisnis jangka panjang.

“Adopsi AI tanpa rencana suksesi yang kuat ibarat mengotomatisasi kapal tanpa ada nahkoda yang mengendalikannya. Peluang terbesarnya bukan sekadar efisiensi, melainkan memanfaatkan AI untuk meluangkan waktu bagi pengambilan keputusan krusial.”

— Liana Lim

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa manfaat terbesar dari sistem cerdas ini bukan sekadar memangkas biaya operasional harian. Teknologi tersebut berfungsi untuk memberikan ruang bagi para pemimpin keuangan agar dapat lebih fokus pada perumusan strategi bisnis yang berdampak langsung.

Pertanyaan Umum

Mengapa adopsi kecerdasan buatan di kalangan CFO Asia Tenggara masih terbatas?

Adopsi masih terbatas karena perusahaan di kawasan ini dihadapkan pada tantangan biaya yang tinggi, keterbatasan talenta serta keterampilan digital, dan masalah kualitas data internal.

Berapa banyak perusahaan yang sudah menerapkan sistem otomatisasi secara luas?

Berdasarkan survei terbaru, hanya ada sekitar 12 persen CFO yang telah menerapkan teknologi tersebut secara luas di seluruh lini organisasi mereka.

Bagaimana cara perusahaan mengatasi hambatan kesenjangan talenta digital?

Sebagian besar pimpinan keuangan, yakni sekitar 78 persen, memilih untuk berinvestasi secara serius dalam program peningkatan keterampilan atau upskilling bagi tenaga kerja mereka.

Ringkasan

Berdasarkan riset Deloitte Asia Pacific CFO Pulse Survey, adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan Chief Financial Officer (CFO) di Asia Tenggara masih berada pada tahap awal dan terbatas. Sebanyak 46 persen CFO baru memanfaatkan teknologi tersebut pada area spesifik di fungsi keuangan, sementara hanya 12 persen yang telah menerapkannya secara luas di seluruh bagian organisasi.

Laporan ini mengidentifikasi tiga hambatan utama dalam adopsi AI, yaitu kendala biaya dan alokasi sumber daya yang besar bagi 53 persen responden, kesenjangan talenta digital bagi 50 persen responden, serta masalah kualitas dan keakuratan data internal bagi 43 persen responden. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekitar 78 persen CFO telah mengalokasikan anggaran untuk program peningkatan keterampilan tenaga kerja.

CFO Program Leader Deloitte Indonesia, Liana Lim, menekankan pentingnya menyeimbangkan implementasi teknologi dengan strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan AI yang tepat tidak hanya bertujuan memangkas biaya operasional, tetapi juga memberikan ruang bagi para pemimpin keuangan untuk fokus pada pengambilan keputusan strategis.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjualan Motor Listrik Turun ke 18.900 Unit per Agustus 2026
KPK Telusuri Belasan Aset Mewah Saksi Kasus Suap Ade Kuswara
Fadli Zon dan Rektor Al-Azhar Bahas Indonesian House dan Pendidikan
Spesifikasi Gears of War: E-Day: Bisa 4K 60 FPS Tanpa GPU Flagship
Bantu Warga Blora Terdampak Kekeringan, Ansor-Banser Distribusikan Air Bersih
Penyebab Penjualan Motor Listrik Anjlok pada 2026
Penyebab Penjualan Motor Listrik Anjlok Menurut Aismoli
Dampak Karhutla Korporasi dan Lonjakan ISPA di Kalteng

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:20 WIB

Penjualan Motor Listrik Turun ke 18.900 Unit per Agustus 2026

Selasa, 22 September 2026 - 06:04 WIB

KPK Telusuri Belasan Aset Mewah Saksi Kasus Suap Ade Kuswara

Selasa, 22 September 2026 - 05:59 WIB

Fadli Zon dan Rektor Al-Azhar Bahas Indonesian House dan Pendidikan

Selasa, 22 September 2026 - 05:37 WIB

Spesifikasi Gears of War: E-Day: Bisa 4K 60 FPS Tanpa GPU Flagship

Selasa, 22 September 2026 - 05:32 WIB

Bantu Warga Blora Terdampak Kekeringan, Ansor-Banser Distribusikan Air Bersih

Berita Terbaru

Maxim resmi menghadirkan layanan taksi mobil listrik Car EV di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bisnis

Maxim Perluas Layanan Taksi Listrik Car EV ke Yogyakarta

Selasa, 22 Sep 2026 - 06:26 WIB

Tarif penampilan DJ Aloy disesuaikan berdasarkan skala acara karena belum ada daftar harga resmi yang dirilis.

Hiburan

Estimasi Biaya Mengundang DJ Aloy untuk Berbagai Acara

Selasa, 22 Sep 2026 - 06:15 WIB

error: Content is protected !!