Dampak Karhutla Korporasi dan Lonjakan ISPA di Kalteng

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memicu lonjakan kasus ISPA.

Kabut asap pekat akibat karhutla di Kalimantan memicu lonjakan kasus ISPA dan krisis kesehatan masyarakat.

Redaksiku.com – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kalimantan telah berubah menjadi krisis kesehatan masyarakat yang serius akibat kepungan kabut asap tekat. Fenomena tahunan ini tidak hanya menghanguskan bentang alam dan ekosistem gambut, tetapi juga memicu lonjakan drastis pada kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di berbagai kabupaten dan kota.

Berdasarkan catatan resmi instansi kesehatan setempat, ribuan warga harus berjuang mendapatkan udara bersih di tengah keterbatasan fasilitas penanganan. Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya perlindungan kesehatan masyarakat ketika musim kemarau panjang dan pembukaan lahan tanpa kendali memicu bencana ekologis berskala luas.

Dampak Nyata di Lapangan dan Lonjakan Kasus ISPA

Dinas Kesehatan di Kalimantan Tengah mencatat angka yang mengkhawatirkan dengan total 72.431 kasus ISPA akibat paparan kabut asap pekat. Sebaran kasus tersebut terkonsentrasi di sejumlah wilayah yang dikelilingi oleh ekosistem gambut luas dengan intensitas kebakaran yang sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah rincian wilayah dengan temuan kasus gangguan pernapasan tertinggi:

  • Kota Palangka Raya mencatat angka tertinggi dengan 16.166 kasus.
  • Kabupaten Kotawaringin Barat menyusul dengan 12.467 kasus gangguan pernapasan.
  • Wilayah Kotawaringin Timur melaporkan sebanyak 7.982 kasus ISPA.
  • Kabupaten Kapuas mencatatkan 7.910 warga yang menderita masalah kesehatan serupa.

Pemerintah daerah bersama para relawan sebenarnya telah menyalurkan bantuan berupa masker, tabung oksigen, serta mendirikan rumah aman asap di sejumlah desa terdampak. Kendati demikian, pasokan logistik tersebut dinilai masih belum sebanding dengan masifnya jumlah warga yang membutuhkan perlindungan darurat setiap harinya.

Kondisi di lapangan justru dilaporkan semakin memburuk meskipun status tanggap darurat karhutla telah resmi ditetapkan sejak 31 Agustus 2026.

Ancaman Serius bagi Kelompok Rentan

Bahaya utama dari kabut asap kebakaran hutan terletak pada partikel polutan berukuran sangat mikroskopis yang mampu menembus jauh ke dalam sistem pernapasan manusia. Partikulat halus ini membawa racun berbahaya yang mengancam fungsi organ vital secara perlahan namun pasti.

Fachrial Kautsar dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiative menjelaskan bahwa partikulat hasil pembakaran lahan gambut memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan polusi udara perkotaan biasa.

  • Anak-anak menghadapi risiko kerusakan paru-paru sepuluh kali lipat lebih parah.
  • Ibu hamil dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan terserang asma.
  • Penyakit paru-paru kronis serta potensi gangguan perkembangan janin turut mengintai warga di zona merah asap.

Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 50.891 kasus ISPA terjadi di tujuh provinsi sepanjang kurun waktu Juni hingga Agustus 2026.

Luas Lahan Terbakar dan Dampak Lintas Negara

Akar permasalahan dari bencana ini berpangkal pada masifnya pembukaan dan pemanfaatan lahan yang tidak terkendali. Yayasan Auriga Nusantara mencatat total luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Juni telah mencapai 190.546 hektar.

Angka fantastis tersebut setara dengan kira-kira 2,6 kali lipat dari luas wilayah keseluruhan negara Singapura. Bencana ekologis ini terbukti tidak mengenal batas teritorial dan langsung memicu protes serta kekhawatiran dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Hasil pemantauan Greenpeace antara 4 Agustus hingga 6 September menunjukkan bahwa kabut asap pekat telah melintasi perbatasan negara menuju Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina. Wilayah Sarawak di Malaysia bahkan harus terdampak selama 34 hari berturut-turut, dengan indeks pencemaran udara yang sempat melampaui angka 500 pada tanggal 5 September.

Akibat kualitas udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan publik tersebut, otoritas setempat terpaksa menutup sekolah-sekolah dan mengimbau masyarakat agar membatasi berbagai aktivitas luar ruangan. Artikel ini pertama kali diterbitkan di Mongabay.

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah total kasus ISPA yang tercatat di Kalimantan Tengah?

Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 72.431 kasus ISPA yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota akibat paparan kabut asap.

Kelompok apa saja yang paling rentan terhadap paparan kabut asap karhutla?

Kelompok yang paling rentan meliputi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia karena mereka lebih mudah terserang asma serta penyakit paru-paru kronis.

Seberapa luas wilayah hutan dan lahan yang terbakar berdasarkan data Auriga?

Yayasan Auriga Nusantara mencatat luas kawasan yang terbakar sepanjang Januari hingga Juni mencapai 190.546 hektar.

Ringkasan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) korporasi di Kalimantan Tengah telah memicu krisis kesehatan masyarakat yang parah dengan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 72.431 kasus. Dinas Kesehatan setempat mencatat konsentrasi kasus tertinggi berada di Kota Palangka Raya (16.166 kasus), Kotawaringin Barat (12.467 kasus), Kotawaringin Timur (7.982 kasus), dan Kapuas (7.910 kasus), meskipun status tanggap darurat telah ditetapkan sejak 31 Agustus 2026.

Berdasarkan analisis Fachrial Kautsar dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiative (CISDI), partikulat halus dari pembakaran lahan gambut sangat berbahaya dan mengancam kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia. Masalah ini diperparah oleh luas lahan terbakar yang mencapai 190.546 hektar antara Januari hingga Juni 2026 menurut catatan Yayasan Auriga Nusantara, yang dampaknya bahkan melintasi perbatasan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AirNav dan Singapura Tukar Data ADS-B Pantau Pesawat FIR
Analisis Pengamat: Prabowo Diprediksi Pisah dengan Gibran pada 2029
Inisiatif Nelayan Gurita Ende Menjaga Laut Flores Selatan
Honkai: Star Rail 4.6 Hadirkan Karakter Pearl dan Event Baru
Fokus Transportasi Papua: Kadishub Soroti Akses Kepulauan
Pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Komit Kawal Keadilan Sosial
Sikap Partai Golkar di Tengah Isu Hukum Nusron Wahid
Pemkot Jayapura Perkuat Lembaga Pemberdayaan Perempuan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:19 WIB

Dampak Karhutla Korporasi dan Lonjakan ISPA di Kalteng

Selasa, 22 September 2026 - 03:36 WIB

AirNav dan Singapura Tukar Data ADS-B Pantau Pesawat FIR

Selasa, 22 September 2026 - 03:19 WIB

Analisis Pengamat: Prabowo Diprediksi Pisah dengan Gibran pada 2029

Selasa, 22 September 2026 - 02:52 WIB

Inisiatif Nelayan Gurita Ende Menjaga Laut Flores Selatan

Selasa, 22 September 2026 - 02:41 WIB

Honkai: Star Rail 4.6 Hadirkan Karakter Pearl dan Event Baru

Berita Terbaru

Kabut asap pekat akibat karhutla di Kalimantan memicu lonjakan kasus ISPA dan krisis kesehatan masyarakat.

Viral

Dampak Karhutla Korporasi dan Lonjakan ISPA di Kalteng

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:19 WIB

Warga di Cilegon berhasil melakukan inovasi dengan mengubah limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif untuk motor.

Regional

Warga Cilegon Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Petasol Motor

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:14 WIB

Menteri berjanji akan segera bertindak tegas menyusul kasus video pelecehan di Bihar.

Internasional

Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:08 WIB

Para aktor papan atas dunia menikmati waktu luang di sela kesibukan mereka di dunia hiburan.

Star Tracks

Aktivitas Selebriti: DiCaprio, De Niro, Pacino, dan Jon Hamm

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:02 WIB

error: Content is protected !!