Redaksiku.com – Upaya menekan angka tengkes atau stunting di Jawa Tengah memerlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan masalah gizi buruk ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu instansi saja, melainkan menuntut kolaborasi erat dari hulu hingga hilir.
Komitmen tersebut disampaikan saat jajaran pemerintah provinsi menerima audiensi dari panitia regional terkait persiapan agenda nasional di ibu kota provinsi. Pertemuan itu membahas kesiapan teknis daerah dalam menyambut forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tingkat regional.
Konsolidasi Regional di Kota Semarang
Kota Semarang dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan konsolidasi teknis percepatan penurunan stunting dan advokasi pencegahan stunting regional Jawa-Bali-Nusa Tenggara atau Jabanusa. Pertemuan berskala besar ini akan berlangsung selama dua hari penuh pada 22-23 September 2026 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilihan lokasi di Jawa Tengah ini dinilai strategis mengingat pentingnya koordinasi wilayah dalam menyelaraskan program intervensi gizi. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama para mitra pembangunan dapat berbagi strategi efektif yang telah diterapkan di lapangan.
Konsolidasi teknis regional Jabanusa di Kota Semarang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat penurunan stunting.
Strategi Kolaboratif Lintas Sektor
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan intervensi gizi tepat sasaran. Pendekatan kolaboratif ini mencakup beberapa langkah konkret di tingkat daerah:
- Penguatan koordinasi antarinstansi pemerintah pusat dan daerah secara berkala.
- Pelibatan tenaga kesehatan serta kader posyandu di tingkat desa dan kelurahan.
- Optimalisasi edukasi gizi bagi ibu hamil dan keluarga prasejahtera.
Langkah-langkah terpadu ini dirancang untuk menjangkau akar permasalahan stunting secara langsung. Dengan pemetaan wilayah yang akurat, alokasi sumber daya dapat disalurkan secara efektif ke daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Pertemuan tingkat regional ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap berbagai program intervensi yang sudah berjalan. Setiap perwakilan daerah dapat memaparkan capaian serta kendala yang dihadapi selama proses penanganan gizi buruk di wilayah masing-masing.
Melalui pertukaran pengalaman antarwilayah, pemerintah berharap standar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin meningkat. Komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan di Jabanusa diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap target penurunan angka stunting nasional.
Pertanyaan Umum
Kapan konsolidasi percepatan penurunan stunting Jabanusa dilaksanakan?
Agenda konsolidasi teknis dan advokasi pencegahan stunting regional Jawa-Bali-Nusa Tenggara dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22-23 September 2026 di Kota Semarang.
Siapa yang menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor?
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi delegasi terkait persiapan acara.
Ringkasan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dari hulu hingga hilir untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Komitmen ini disampaikan saat menerima audiensi persiapan agenda nasional, di mana Kota Semarang akan menjadi tuan rumah konsolidasi teknis dan advokasi pencegahan stunting regional Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) pada 22-23 September 2026.
Strategi kolaboratif Pemprov Jateng berfokus pada penguatan koordinasi antarinstansi, pelibatan tenaga kesehatan serta kader posyandu, dan optimalisasi edukasi gizi bagi ibu hamil serta keluarga prasejahtera. Melalui pendekatan terpadu dan pemetaan wilayah yang akurat, alokasi sumber daya dapat disalurkan secara tepat sasaran ke daerah yang membutuhkan.
Forum regional Jabanusa ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi program intervensi yang sedang berjalan dan wadah pertukaran pengalaman antarwilayah. Pemerintah berharap sinergi ini mampu meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak serta memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian target penurunan stunting nasional.






