Minyak jelantah yang biasanya berakhir di saluran pembuangan dapur kini tidak lagi menjadi limbah tak berguna. Melalui langkah kreatif, Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBPMP Jawa Tengah sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak goreng bekas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sukarno ini bertujuan untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar pada Senin, 21 September 2026.
Langkah ini menjadi solusi nyata atas permasalahan pencemaran air yang sering kali dipicu oleh pembuangan minyak goreng bekas secara sembarangan. Dengan mengubahnya menjadi lilin aromaterapi, ibu-ibu anggota DWP kini memiliki keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro di tingkat rumah tangga.
Mengatasi Masalah Lingkungan dari Meja Dapur
Minyak goreng bekas atau jelantah merupakan salah satu penyumbang limbah domestik terbesar yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. Jika dibuang langsung ke selokan, minyak ini akan membeku, menyumbat saluran air, dan memicu pendangkalan sungai yang pada akhirnya menyebabkan banjir saat musim hujan tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain merusak infrastruktur sanitasi, pembuangan jelantah ke tanah juga dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah dan mencemari cadangan air bersih di dalam tanah. Oleh karena itu, gerakan upcycling atau mendaur ulang minyak bekas menjadi produk baru yang bermanfaat sangat mendesak untuk disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
Redaksiku.com – Satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan ke saluran air berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih di lingkungan sekitar kita.
Pelatihan ini memberikan sudut pandang baru bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit dan mahal. Cukup dengan ketelatenan di dapur rumah tangga, limbah yang tadinya merugikan dapat disulap menjadi barang seni yang menenangkan dan bernilai jual tinggi.
Sinergi Akademisi Untag Semarang dalam Edukasi Masyarakat
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif para dosen dari Untag Semarang yang bertindak sebagai fasilitator dan instruktur utama. Mereka membagikan formula ilmiah yang aman dan praktis agar lilin yang dihasilkan tidak hanya padat, tetapi juga memiliki kualitas bakar yang baik dan bebas dari bau tidak sedap khas jelantah.
Para akademisi menjelaskan bahwa proses netralisasi bau merupakan tahapan paling krusial dalam pembuatan lilin ini. Penggunaan bahan penyerap alami seperti arang aktif atau ampas tebu terbukti efektif mengikat kotoran dan senyawa penyebab bau tengik pada minyak bekas sebelum dicampur dengan bahan pengeras.
Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi wanita seperti DWP BBPMP Jawa Tengah ini membuktikan bahwa hilirisasi riset kampus dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Konsep pengabdian masyarakat ini diharapkan terus berlanjut dengan pendampingan pemasaran produk ke depannya.
Proses Sederhana Pembuatan Lilin Aromaterapi
Membuat lilin dari minyak goreng bekas sebenarnya tidak memerlukan peralatan laboratorium yang rumit. Prosesnya cukup sederhana dan dapat dilakukan di dapur masing-masing dengan menggunakan bahan-bahan tambahan yang mudah ditemukan di toko bahan kimia atau platform belanja online.
Bahan utama yang digunakan untuk mengeraskan minyak jelantah adalah stearic acid atau asam stearat, sebuah asam lemak jenuh yang aman bagi kesehatan manusia. Asam stearat ini berfungsi menaikkan titik leleh minyak sehingga dapat membeku dengan sempurna layaknya lilin parafin konvensional pada suhu ruang.
Secara umum, berikut adalah tahapan mendasar dalam pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah yang dipraktikkan dalam pelatihan tersebut:
- Penyaringan minyak jelantah menggunakan kain kasa atau kertas saring untuk memisahkan sisa-sisa makanan yang masih mengendap.
- Pemanasan minyak dengan suhu rendah, kemudian mencampurkannya dengan arang aktif untuk menjernihkan warna dan menghilangkan bau tengik yang tersisa.
- Pencampuran minyak yang telah bersih dengan asam stearat dengan perbandingan tertentu hingga meleleh dan menyatu dengan sempurna.
- Penambahan pewarna khusus lilin dan minyak esensial aromaterapi sesuai selera setelah suhu adonan sedikit turun agar aromanya tidak menguap.
- Pemasangan sumbu di tengah wadah kaca atau cetakan, lalu menuangkan adonan lilin secara perlahan dan membiarkannya mengeras selama beberapa jam.
Gunakan minyak esensial dengan konsentrasi yang cukup agar aroma terapi yang dihasilkan dapat menyebar dengan maksimal saat lilin dinyalakan.
Peluang Usaha Baru untuk Ibu Rumah Tangga
Lilin aromaterapi saat ini tengah menjadi tren gaya hidup, terutama di kalangan masyarakat perkotaan yang mencari sarana relaksasi di rumah. Kebutuhan pasar yang terus meningkat ini membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para anggota DWP untuk memulai usaha rumahan dengan modal minimal.
Dengan kemasan wadah kaca yang estetis dan pelabelan yang menarik, lilin dari minyak jelantah ini dapat dijual sebagai suvenir pernikahan, hadiah ulang tahun, atau dekorasi ruangan. Harga jualnya pun bisa berkali-kali lipat dari biaya produksi, mengingat bahan baku utamanya diperoleh secara gratis dari sisa penggorengan dapur.
Program pemberdayaan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan saja, melainkan berlanjut hingga tahap pengemasan, strategi pemasaran digital, dan manajemen keuangan sederhana. Dengan demikian, kemandirian ekonomi keluarga dapat terwujud sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah rumah tangga secara signifikan.
Pertanyaan Umum
Apakah lilin dari minyak jelantah aman digunakan di dalam ruangan?
Ya, lilin ini sangat aman digunakan di dalam ruangan asalkan proses penyaringan dan pemurnian minyak jelantah dilakukan dengan benar. Penggunaan asam stearat alami dan minyak esensial berkualitas juga memastikan asap yang dihasilkan tidak mengandung zat berbahaya bagi pernapasan.
Bagaimana cara menghilangkan bau tengik minyak jelantah sepenuhnya?
Bau tengik dapat dihilangkan dengan cara merendam minyak jelantah bersama ampas tebu, daun pandan, atau arang aktif selama 24 jam sebelum digunakan. Proses pemanasan ringan saat pencampuran juga membantu menguapkan sisa-sisa senyawa aromatik yang tidak diinginkan.
Berapa lama lilin aromaterapi ini dapat disimpan sebelum digunakan?
Lilin aromaterapi dari minyak jelantah yang disimpan di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung dapat bertahan hingga 6 sampai 12 bulan tanpa mengalami penurunan kualitas fisik maupun aromanya.
Ringkasan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBPMP Jawa Tengah berkolaborasi dengan akademisi Untag Semarang menyelenggarakan pelatihan inovatif pada 21 September 2026 untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi praktis bagi ibu rumah tangga dalam memproses limbah domestik sekaligus mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas yang tidak bertanggung jawab.
Melalui pendampingan ahli, peserta diajarkan teknik pemurnian minyak menggunakan bahan alami seperti arang aktif serta penggunaan stearic acid untuk memadatkan lilin. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi beban limbah pada saluran air, tetapi juga membuka peluang usaha mikro yang prospektif, di mana limbah rumah tangga diubah menjadi produk gaya hidup yang estetis dan memiliki nilai jual tinggi.






