Satelit Ungkap 11,3 Triliun Ton Es Greenland-Antartika Susut

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Greenland-Antartika Susut — Visualisasi satelit menunjukkan hamparan es kutub yang menyusut di Greenland dan Antartika.

Data satelit terbaru menunjukkan Greenland dan Antartika kehilangan 11,3 triliun ton es sejak 1979.

Redaksiku.com – Data satelit terbaru menunjukkan bahwa Greenland dan Antartika telah kehilangan 11,3 triliun ton es sejak tahun 1979. Angka masif ini menandai perubahan signifikan pada lanskap kutub bumi dalam beberapa dekade terakhir.

Pengamatan jangka panjang menggunakan teknologi satelit memberikan pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai dinamika pencairan es global. Para peneliti kini dapat memantau perubahan volume es secara konsisten dari tahun ke tahun.

Dampak Pencairan di Wilayah Kutub

Hilangnya massa es dalam skala besar di wilayah kutub membawa konsekuensi langsung terhadap lingkungan global. Volume air yang masuk ke lautan terus bertambah dan memicu berbagai perubahan ekosistem laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akumulasi kehilangan es mencapai 11,3 triliun ton sejak tahun 1979 berdasarkan pemantauan satelit.

Pemanasan suhu udara dan air laut menjadi faktor pendorong utama di balik percepatan pencairan ini. Fenomena tersebut menunjukkan tren yang konsisten selama lebih dari empat dekade pengamatan.

Metodologi Pengamatan Satelit

Penggunaan teknologi satelit modern memungkinkan para ilmuwan mengukur ketebalan dan luas permukaan es dengan tingkat akurasi tinggi. Beberapa metode utama yang digunakan mencakup:

  • Pengukuran altimetri radar untuk memantau perubahan elevasi permukaan es.
  • Analisis gayaberat untuk mendeteksi perubahan massa total es secara langsung.
  • Pencitraan optik resolusi tinggi guna mencatat mundurnya garis pantai es.

Kombinasi teknologi ini memastikan bahwa data yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Setiap perubahan kecil di lapisan es tercatat secara sistematis oleh instrumen di orbit bumi.

Proyeksi dan Langkah Mitigasi

Temuan ini memperkuat urgensi tindakan global dalam menghadapi perubahan iklim. Berbagai lembaga riset terus memperbarui model iklim mereka untuk mengantisipasi kondisi di masa depan.

Masyarakat ilmiah sepakat bahwa pemahaman mendalam tentang siklus es kutub sangat penting untuk merumuskan kebijakan lingkungan yang tepat sasaran. Upaya mitigasi emisi gas rumah kaca tetap menjadi kunci utama dalam memperlambat laju pencairan es.

Pertanyaan Umum

Berapa banyak es yang telah hilang di Greenland dan Antartika?

Greenland dan Antartika telah kehilangan total 11,3 triliun ton es sejak tahun 1979.

Kapan pencairan es ini mulai diamati secara intensif?

Pemantauan dan pencatatan data satelit secara komprehensif telah dilakukan sejak tahun 1979.

Teknologi apa yang digunakan untuk mengukur hilangnya es?

Para ilmuwan menggunakan kombinasi altimetri radar, satelit pengukur gayaberat, dan pencitraan optik.

Ringkasan

Berdasarkan data pemantauan satelit jangka panjang yang dimulai sejak tahun 1979, Greenland dan Antartika tercatat telah kehilangan total 11,3 triliun ton es akibat percepatan pencairan yang didorong oleh pemanasan suhu udara dan air laut.

Para ilmuwan mengonfirmasi temuan ilmiah ini menggunakan kombinasi teknologi modern yang akurat, meliputi pengukuran altimetri radar untuk elevasi permukaan, analisis gayaberat untuk massa total, dan pencitraan optik resolusi tinggi guna memantau garis pantai es.

Hilangnya massa es dalam skala masif ini memberikan konsekuensi langsung terhadap peningkatan volume air laut dan perubahan ekosistem, sehingga memperkuat urgensi mitigasi emisi gas rumah kaca serta perumusan kebijakan lingkungan berbasis data riset yang valid.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Kelakar ke Prabowo di HUT PAN, Sebut Cak Imin Pikir-pikir Capres
Samsung Luncurkan One UI 9 untuk Galaxy S26 dengan Fitur AI
Harga Perak dan Emas Antam Naik pada Sabtu 19 September 2026
Puluhan Siswa SD di Deli Serdang Keracunan Usai Santap MBG
Pemkab Pati Bersiap Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
Prediksi PSM vs Persita: Susunan Pemain dan Target Pendekar Cisadane
Nelayan Tangkap Blue Marlin Seberat 648 Pon di San Diego
Sanksi AS Mendorong Inovasi Berbasis Sains Perusahaan China

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:57 WIB

Zulhas Kelakar ke Prabowo di HUT PAN, Sebut Cak Imin Pikir-pikir Capres

Sabtu, 19 September 2026 - 10:54 WIB

Satelit Ungkap 11,3 Triliun Ton Es Greenland-Antartika Susut

Sabtu, 19 September 2026 - 10:53 WIB

Samsung Luncurkan One UI 9 untuk Galaxy S26 dengan Fitur AI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:48 WIB

Harga Perak dan Emas Antam Naik pada Sabtu 19 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 10:28 WIB

Puluhan Siswa SD di Deli Serdang Keracunan Usai Santap MBG

Berita Terbaru

Donald Trump mengalami pergeseran pandangan yang drastis dalam mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Teknologi

Transformasi Trump Menjadi Pendukung Utama Kecerdasan Buatan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:50 WIB

error: Content is protected !!