Redaksiku.com – Ganda campuran kebanggaan Indonesia, Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari, punya misi besar saat kembali ke Adidas Arena, Paris.
Venue ini jadi saksi perjuangan mereka di Olimpiade Paris 2024 lalu, dan kini keduanya siap menorehkan cerita baru di Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang digelar 25-31 Agustus mendatang.
Buat Pitha, arena ini nggak sekadar lapangan biasa. Ada kenangan emosional yang masih melekat dari momen Olimpiade lalu. Walau hasilnya waktu itu belum sesuai harapan, Pitha mengaku ingin menjadikan memori itu sebagai motivasi tambahan.
Bersyukur banget bisa kembali ke sini. Ada terbayang momen Olimpiade kemarin, gimana rasanya main di sini. Aku mau ambil sisi positifnya buat jadi penyemangat, ujar Pitha setelah latihan perdana, Sabtu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenangan Pahit Olimpiade Paris
Saat Olimpiade Paris 2024, Rinov/Pitha sempat jadi satu-satunya wakil ganda campuran Indonesia. Sayangnya, langkah mereka terhenti di fase grup setelah hanya mengemas satu kemenangan dan menelan dua kekalahan. Mereka finis di peringkat keempat grup.
Kekecewaan itu jelas berat, tapi sekarang keduanya sudah move on dan lebih siap. Persiapan matang dijalani, baik dari segi teknik maupun mental. Dengan pembenahan intensif, Rinov/Pitha berharap bisa tampil maksimal di panggung dunia kali ini.
Kita jalani semua program latihan dari pelatih, baik teknik maupun nonteknik. Harapannya bisa konsisten dan menang di setiap pertandingan, jelas Pitha penuh semangat.
Lawan Perdana Bukan Sembarangan
Di babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2025, pasangan Rinov/Pitha akan langsung dihadang lawan tangguh dari Taiwan, Ming Che Lu/Hung En-Tzu. Pertandingan ini jelas jadi ujian awal yang cukup berat.
Kalau berhasil melewati rintangan pertama, mereka kemungkinan besar akan bertemu pasangan unggulan di babak berikutnya. Artinya, perjuangan mereka baru akan semakin menanjak dan penuh tekanan. Tapi justru tantangan itu yang ingin dibuktikan oleh keduanya.
Wakil Indonesia Lain di Ganda Campuran
Selain Rinov/Pitha, sektor ganda campuran Indonesia juga menurunkan pasangan muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Berbeda dengan seniornya, pasangan ini mendapat bye sehingga langsung melaju ke babak kedua.
Kehadiran dua pasangan ini jadi harapan ganda campuran Indonesia untuk bisa bersaing di level dunia, apalagi setelah beberapa tahun terakhir sektor ini jarang memberikan gelar besar.
Ganda Putra Siap Panaskan Persaingan
Di sektor ganda putra, Indonesia masih jadi salah satu negara dengan kekuatan paling solid. Beberapa pasangan unggulan Merah Putih bahkan mendapat bye di babak pertama, termasuk:
-
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
-
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
-
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
Ketiganya tentu diharapkan bisa melangkah jauh dan minimal membawa pulang gelar dari Paris.
Ganda Putri Nggak Mau Ketinggalan
Beralih ke sektor ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari serta Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi juga langsung mendapat tiket babak kedua. Dengan hasil drawing yang cukup menguntungkan, peluang mereka untuk melaju makin terbuka.
Para pasangan putri ini dikenal punya pertahanan rapat dan daya juang tinggi, jadi sangat mungkin bikin kejutan besar di turnamen kali ini.
Tunggal Putri: Gregoria dan Putri KW Siap Tempur
Indonesia juga menurunkan dua jagoan di sektor tunggal putri.
-
Gregoria Mariska Tunjung dijadwalkan melawan Petra Maiznerova (Republik Ceko) di laga pembuka. Jika menang, ia berpotensi menantang pemain Korea Selatan Sim Yu Jin, bahkan bisa bertemu juara bertahan An Se-young kalau terus melaju.
-
Putri Kusuma Wardani (Putri KW) akan melawan Lo Sin Yan Happy (Hong Kong) di babak pertama. Kalau bisa melewati laga itu, Putri KW sudah ditunggu unggulan keenam asal Jepang, Tomoka Miyazaki, di 16 besar.
Keduanya bakal jadi sorotan publik, terutama Gregoria yang sering disebut sebagai salah satu harapan besar Indonesia untuk kembali punya juara dunia tunggal putri.
Tunggal Putra: Trio Andalan Indonesia
Di sektor tunggal putra, Indonesia masih mengandalkan tiga nama besar:
-
Jonatan Christie (Jojo) akan berhadapan dengan Matthias Kicklitz (Jerman).
-
Anthony Sinisuka Ginting bakal diuji oleh tuan rumah, Toma Junior Popov.
-
Alwi Farhan, bintang muda yang lagi naik daun, ditantang Nguyen Hai Dang (Vietnam).
Pertarungan di sektor ini pasti sengit banget, mengingat persaingan tunggal putra dunia lagi ketat. Namun dengan pengalaman Jojo dan Ginting plus kejutan yang bisa diberikan Alwi, Indonesia punya modal kuat untuk bersaing.
Harapan Besar untuk Paris 2025
Bisa dibilang, Kejuaraan Dunia BWF 2025 ini jadi ajang pembuktian banyak atlet Indonesia. Bagi Rinov/Pitha, kesempatan kedua di Adidas Arena Paris bisa jadi titik balik untuk karier mereka. Dukungan publik juga jadi dorongan ekstra supaya mereka tampil lebih percaya diri.
Meski lawan-lawan yang dihadapi terbilang berat, mental pantang menyerah khas atlet Indonesia sering jadi pembeda. Kalau bisa konsisten, bukan nggak mungkin bendera Merah Putih kembali berkibar di podium tertinggi Paris.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






