Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyamaran aset yang melibatkan dirinya dalam kasus korupsi.
Dugaan ini mencuat setelah penyidik menemukan sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Ridwan Kamil, namun tidak terdaftar atas nama pribadinya.
Publik dikejutkan oleh temuan moge dan mobil Mercedes yang disita dari rumah mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.
KPK menduga bahwa kendaraan-kendaraan ini sengaja diatasnamakan ajudan dan pegawai untuk menyamarkan kepemilikan sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut muncul dalam proses penyidikan kasus korupsi terkait proyek pengadaan iklan Bank BJB yang berlangsung pada periode 2021 hingga 2023.
Hingga saat ini, Ridwan Kamil belum diperiksa secara langsung oleh KPK karena penyidik masih menelusuri keterkaitan antara aset dan kepemilikan resminya.
Dugaan Penyamaran Aset dan Penelusuran Awal KPK

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pihaknya menduga adanya upaya penyamaran kepemilikan aset oleh Ridwan Kamil melalui orang-orang terdekatnya.
Menurutnya, beberapa kendaraan mewah yang disita saat penggeledahan tidak tercatat atas nama mantan Gubernur Jabar tersebut.
Penyidik menemukan bahwa kendaraan-kendaraan itu menggunakan nama ajudan atau pegawai dari lingkungan dekat Ridwan Kamil.
“Kalau tidak salah itu ajudan atau pegawainya. Beberapa kendaraan atas nama mereka,” ujar Asep kepada wartawan pada Jumat, 25 Juli 2025, di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa Ridwan Kamil belum diperiksa secara langsung karena penyidik sedang fokus menelusuri aliran kepemilikan dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa penelusuran aset berjalan akurat sebelum meminta klarifikasi dari pihak terkait.
Barang Bukti yang Disita dari Rumah Ridwan Kamil
Penggeledahan yang dilakukan di rumah pribadi Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 menghasilkan sejumlah barang bukti penting.
Di antara aset yang disita adalah satu unit motor gede (moge) merek Royal Enfield dan satu unit mobil Mercedes Benz 280 SL.
Kedua kendaraan tersebut dinilai bernilai tinggi dan dianggap tidak sesuai dengan profil kekayaan yang telah dilaporkan oleh Ridwan Kamil sebelumnya.
KPK mencurigai bahwa kendaraan tersebut sengaja diatasnamakan pihak lain untuk menghindari pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dalam kasus seperti ini, penyamaran aset menjadi salah satu modus umum dalam praktik korupsi tingkat tinggi.
Penyidik akan mendalami jalur pembelian, pembayaran, serta kemungkinan penggunaan dana nonformal dalam proses pengadaan kendaraan.
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB Jadi Fokus Utama
Dugaan keterlibatan Ridwan Kamil ini bermula dari penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan iklan Bank BJB yang berlangsung selama masa jabatannya sebagai Gubernur.
KPK menduga telah terjadi penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut, dengan skema dana yang mengalir ke sejumlah pihak tidak sah.
Dalam beberapa laporan awal, proyek iklan ini menghabiskan dana yang tidak sebanding dengan output yang dihasilkan.
KPK menduga adanya kerja sama antara pejabat internal dan pihak swasta dalam memuluskan pencairan dana yang mencurigakan.
Ridwan Kamil disebut sebagai pihak yang berpotensi mengetahui dan menyetujui struktur proyek tersebut selama masa pelaksanaannya.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Ridwan Kamil terkait keterlibatannya dalam proyek iklan tersebut.
Proses Penyidikan dan Rencana Pemanggilan KPK
KPK memastikan akan terus menggali informasi dari para saksi yang mengetahui struktur proyek dan alur dana terkait kasus ini.
Beberapa nama yang telah dipanggil adalah staf internal Bank BJB, tim pengadaan iklan, dan pihak dari biro komunikasi Pemprov Jabar.
Pemanggilan terhadap Ridwan Kamil akan dilakukan setelah proses pengumpulan data dan verifikasi aset selesai.
Masih dalam tahap penelusuran dokumen dan bukti, nanti kalau waktunya pas, pasti kami panggil, ungkap Asep Guntur.
Selain itu, KPK juga memeriksa beberapa transaksi mencurigakan dari rekening pihak ketiga yang diduga menerima aliran dana dari proyek iklan tersebut.
Penelusuran digital forensik dan audit eksternal pun sedang dilakukan untuk memperkuat pembuktian.
Respons Publik dan Spekulasi Politik
Kasus ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya di media sosial yang membicarakan kredibilitas Ridwan Kamil sebagai tokoh publik.
Sebagai salah satu tokoh politik nasional yang populer, nama Ridwan Kamil sering masuk dalam bursa calon pemimpin nasional.
Namun dugaan korupsi dan penyamaran aset ini dinilai dapat mengganggu citra bersih dan modern yang selama ini melekat padanya.
Banyak pengamat menilai bahwa kasus ini bisa berdampak besar terhadap posisi politik Ridwan Kamil menjelang tahun pemilu.
Beberapa pengamat juga menyarankan agar proses hukum berjalan transparan agar tidak digunakan sebagai alat politik praktis.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






