Profil Salwan Momika, Pengungsi Irak yang Membakar Al-Qur’an dan Perjalanan Hidupnya hingga Tewas di Swedia

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profil Salwan Momika. (Foto: Instagram @youngetop)

Profil Salwan Momika. (Foto: Instagram @youngetop)

Profil Salwan Momika, seorang pengungsi asal Irak yang terkenal karena aksinya yang membakar Al-Qur’an di Swedia dan baru saja tewas usai ditembak mati kini tengah menjadi sorotan.

Meskipun hidupnya penuh dengan perdebatan keras, ia tetap berpegang teguh pada pandangannya, yang sering kali menimbulkan reaksi keras dari masyarakat internasional, khususnya umat Islam.

Profil Salwan Momika

Profil Salwan Momika. (Foto: Instagram @youngetop)
Profil Salwan Momika, Pengungsi Irak yang Membakar Al-Qur™an dan Perjalanan Hidupnya hingga Tewas di Swedia

Berikut adalah profil Salwan Momika yang kini tengah ramai diperbincangkan.

Pemilik nama lengkap Salwan Sabah Matti Momika ini adalah seorang pengungsi asal Irak yang dikenal luas setelah tindakannya yang kontroversial yang melibatkan penodaan Al-Qur’an di Swedia pada 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salwan Momika lahir di wilayah utara Irak pada 23 Juni 1986, dalam sebuah keluarga Kristen. Meskipun berasal dari latar belakang agama Kristen, Salwan memilih untuk menyebut dirinya sebagai seorang ateis.

Kehidupan awalnya di Irak sangat dipengaruhi oleh situasi politik yang kacau dan peperangan yang melanda negara tersebut.

Pada saat pertempuran melawan ISIS berkecamuk, Salwan terlibat dalam Pasukan Mobilisasi Umum (PMF), sebuah kelompok militer yang terdiri dari milisi-milisi Irak yang berperang melawan kelompok teroris tersebut.

Ia bahkan tampil dalam sebuah video dengan mengenakan pakaian milisi, di mana ia menunjukkan loyalitasnya kepada Brigade Imam Ali, salah satu kelompok yang terafiliasi dengan PMF.

Namun, Salwan tidak hanya terlibat dalam militerisme, tetapi juga dalam politik. Ia menjadi bagian dari pasukan yang lebih luas, seperti Brigade Roh Tuhan Yesus, yang memiliki afiliasi dengan kelompok-kelompok milisi pseudo-Kristen.

Seiring waktu, ia memutuskan untuk berimigrasi ke Swedia sebagai pengungsi pada tahun 2017 dan mengajukan visa pada tahun 2018.

Salwan mendapatkan izin tinggal di Swedia pada tahun 2021 dan menjadi warga negara sementara setelah mengajukan permohonan suaka.

Namun, masa tinggalnya di Swedia tidak berjalan mulus karena sejumlah insiden yang akhirnya membuat dirinya semakin dikenal.

Kontroversi Pembakaran Al-Qur’an yang Mengguncang Dunia

Selain profil Salwan Momika yang telah dibahas di atas, sejumlah kontroversi yang dilakukannya juga menarik perhatian dunia.

Pada tahun 2023, Salwan Momika kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah melakukan serangkaian tindakan yang sangat kontroversial, termasuk pembakaran Al-Qur’an di depan umum.

Tindakannya tersebut dilakukan di bawah pengawalan polisi Swedia, di tengah situasi yang memanas terkait kebebasan berbicara.

Saat itu, Salwan menganggap tindakannya sebagai bentuk kritik terhadap Islam dan sebagai ekspresi kebebasan berbicara.

Namun, tindakan tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, terutama umat Islam di seluruh dunia yang merasa bahwa Salwan telah menghina kitab suci mereka.

Banyak pihak, termasuk pemerintah negara-negara Muslim dan organisasi-organisasi internasional, mengecam keras tindakan Salwan dan meminta Swedia untuk mengambil langkah lebih tegas terhadapnya.

Pembakaran Al-Qur’an tersebut bukan hanya menambah ketegangan antara Swedia dan negara-negara Muslim, tetapi juga memicu protes besar-besaran dan aksi demonstrasi di berbagai belahan dunia.

Salwan, yang dikenal dengan pandangannya yang radikal terhadap agama, tetap mempertahankan tindakannya sebagai bentuk kebebasan berekspresi, meskipun ia harus menghadapi banyak ancaman terhadap keselamatannya.

Akibat tindakannya, Salwan kemudian mendapat ancaman pembunuhan dari berbagai kelompok dan individu, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa pihak berwenang Swedia mempertimbangkan untuk mengusirnya.

Namun, pengusiran ini tertunda karena kondisi yang tidak aman di Irak, negara asal Salwan, yang membuat pengusirannya berisiko bagi keselamatannya. Pada akhirnya, Salwan menerima izin tinggal sementara yang berlaku hingga April 2024.

Kematian Tragis Salwan Momika

Pada 29 Januari 2025, dunia dikejutkan dengan kabar kematian Salwan Momika. Ia ditemukan tewas di rumahnya di Södertälje, Swedia, setelah ditembak dalam sebuah pembunuhan yang terjadi saat ia sedang siaran langsung di platform media sosial TikTok.

Pembunuhan ini menjadi perhatian besar karena Salwan tengah berbicara dengan para pengikutnya saat peristiwa tragis ini terjadi.

Polisi Swedia segera meluncurkan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap lima orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kematiannya ini menandai akhir dari sosok Salwan Momika yang menjadi kontroversial di kancah internasional.

Salwan yang hidup dalam ketegangan dan ancaman, akhirnya harus menanggung konsekuensi dari tindakannya yang berani dan penuh resiko.

Pembunuhan ini, meskipun berhubungan dengan banyaknya ancaman yang ia terima, tetap meninggalkan banyak pertanyaan mengenai kebebasan berbicara, agama, dan hak asasi manusia.

Peristiwa kematian Salwan Momika ini menimbulkan kesedihan bagi sebagian orang, sementara bagi yang lainnya, kematiannya menjadi pengingat tentang pentingnya menghormati keyakinan dan pendapat orang lain.

Polisi Swedia melaporkan bahwa lima orang telah ditangkap terkait dengan insiden ini, tetapi penyelidikan masih berlangsung.

Putusan terhadap Salwan dalam kasus pembakaran Al-Qur’an pun harus ditunda akibat kematiannya, yang mengubah jalannya proses hukum tersebut.

Kematian Salwan Momika di Swedia menjadi sebuah tragedi yang mengguncang dunia internasional, terutama karena latar belakang kontroversialnya yang melibatkan pembakaran Al-Qur’an.

Kehidupannya yang penuh dengan pergulatan antara kebebasan berbicara, keyakinan pribadi, dan ancaman terhadap agama, akhirnya berakhir dengan tragis.

Pembakaran Al-Qur’an yang dilakukannya menjadi titik balik yang membuat profil Salman Momika semakin dikenal luas di dunia internasional. Sementara itu kematiannya menambah panjang daftar kontroversi yang mengeliling profil Salwan Momika itu sendiri.

Sebagai kesimpulan, profil Salwan Momika tetap menjadi perbincangak meskipun ia telah meninggal, tetapi perdebatan tentang kebebasan berbicara, agama, dan toleransi kemungkinan akan terus berlanjut.(*)

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri
Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru
Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India
Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco
Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap
Harga dan Ketersediaan BYD Atto 2 di Indonesia, Apakah Masuk?
Fadli Zon Temui Dirjen WIPO, Perkuat Perlindungan Budaya RI
Bahlil Batasi Kuota Produksi INCO Hanya 30 Persen dari RKAB

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:00 WIB

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri

Sabtu, 19 September 2026 - 00:48 WIB

Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru

Sabtu, 19 September 2026 - 00:36 WIB

Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India

Sabtu, 19 September 2026 - 00:34 WIB

Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco

Sabtu, 19 September 2026 - 00:12 WIB

Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap

Berita Terbaru

error: Content is protected !!