Latar Belakang Kehidupan
Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di kota suci Syiah Mashhad. Masa kecilnya berlangsung pada periode yang penuh gejolak politik di Iran.
Ayahnya saat itu merupakan salah satu tokoh oposisi yang aktif menentang pemerintahan Shah Iran sebelum terjadinya Iranian Revolution.
Ketika masih muda, Mojtaba sempat terlibat dalam konflik IranIraq War, yang menjadi salah satu perang terbesar di kawasan tersebut pada akhir abad ke-20.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah perang berakhir, ia melanjutkan pendidikan agama di kota Qom, yang dikenal sebagai pusat studi teologi Syiah.
Di sana, Mojtaba mempelajari ilmu keagamaan di bawah bimbingan sejumlah ulama konservatif dan memperoleh gelar keagamaan Hojjatoleslam.
Kritik terhadap Dugaan Politik Dinasti
Meski memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan Iran, Mojtaba tidak pernah menduduki jabatan resmi dalam pemerintahan sebelum menjadi pemimpin tertinggi.
Selama ini ia lebih sering terlihat dalam acara-acara publik yang mendukung pemerintah, namun jarang memberikan pidato atau tampil secara terbuka di depan publik.
Penunjukannya sebagai penerus ayahnya memicu kritik dari sebagian kalangan yang khawatir bahwa Iran sedang bergerak menuju sistem politik dinasti.
Kritik tersebut dianggap ironis oleh sebagian pengamat, mengingat Republik Islam Iran berdiri setelah menggulingkan monarki yang didukung oleh Amerika Serikat pada 1979.
Pernah Dijatuhi Sanksi oleh Amerika Serikat
Pada tahun 2019, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba Khamenei.
Menurut pemerintah AS, Mojtaba dianggap mewakili kepentingan pemimpin tertinggi Iran dalam berbagai aktivitas politik meskipun ia tidak pernah dipilih secara resmi untuk jabatan pemerintahan.
Washington juga menuduh Mojtaba memiliki hubungan erat dengan Quds Force serta milisi Basij, yang merupakan bagian dari jaringan Garda Revolusi Iran.
Pemerintah AS menilai aktivitas tersebut mendukung ambisi regional Iran yang dianggap dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Kontroversi Politik dan Dukungan terhadap Ahmadinejad
Nama Mojtaba Khamenei juga pernah dikaitkan dengan dinamika politik domestik Iran, termasuk dalam pemilihan presiden 2005 yang dimenangkan oleh Mahmoud Ahmadinejad.
Sejumlah pengamat meyakini Mojtaba memainkan peran penting dalam mendukung kemenangan Ahmadinejad, yang dikenal sebagai tokoh garis keras.
Ia juga disebut kembali memberikan dukungan kepada Ahmadinejad dalam pemilu 2009 yang memicu gelombang protes besar di Iran.
Protes tersebut akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan dan milisi Basij, yang semakin memperdalam perpecahan politik di negara tersebut.
Kehidupan Pribadi dan Dampak Konflik
Secara penampilan, Mojtaba memiliki kemiripan yang cukup kuat dengan ayahnya. Ia juga mengenakan sorban hitam, simbol yang menunjukkan bahwa keluarganya merupakan keturunan Nabi Muhammad atau dikenal sebagai sayyed.
Namun sejumlah kritikus menilai bahwa kredensial keagamaannya masih berada di bawah standar yang biasanya dimiliki pemimpin tertinggi Iran.
Kontroversi mengenai kepemimpinannya semakin kuat setelah konflik terbaru di kawasan tersebut juga berdampak langsung pada keluarganya.
Dalam laporan terbaru, istri Mojtaba dilaporkan tewas dalam serangan udara yang terjadi di tengah konflik regional. Ia diketahui merupakan putri dari tokoh politik garis keras Iran, Gholamali Haddadadel, yang pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran.
Era Baru Kepemimpinan Iran
Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menandai fase baru dalam sejarah politik Iran.
Dengan latar belakangnya yang kontroversial, hubungan erat dengan militer, serta sikap keras terhadap Barat, kepemimpinannya diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan Iran dalam beberapa tahun ke depan.
Baik di dalam negeri maupun di panggung internasional, dunia kini menantikan bagaimana Mojtaba Khamenei akan menjalankan peran barunya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






