amp/entityid/AA2bE7FF.jpg” />
Redaksiku.com – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui secara terbuka bahwa pertandingan perdana Super League musim 2026/2027 menghadapi tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC berjalan sangat berat.
Laga yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada Sabtu sore tersebut akhirnya memaksa tim berjuluk Bajul Ijo berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan pembuka ini memang menyita banyak perhatian pencinta sepak bola nasional karena mempertemukan dua kekuatan tradisional yang sama-sama berambisi meraih hasil maksimal sejak pekan pertama kompetisi.
Kendati berhasil mencuri satu poin penting dari laga tandang yang melelahkan, jalannya pertandingan membuktikan betapa dominannya tekanan yang diberikan oleh tim tuan rumah sepanjang dua babak.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, faktor cuaca ekstrem di Lampung memberikan pengaruh besar terhadap penurunan ritme permainan anak asuhnya di lapangan.
“Menurut saya, pertandingan ini sulit bagi kedua tim,” kata Tavares dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang sangat panas berpadu dengan embusan angin yang cukup kencang membuat aliran bola sering kali tidak akurat.
Persebaya harus bekerja ekstra keras menghadapi gempuran bertubi-tubi hingga hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 27 persen.
Angka penguasaan bola tersebut tentu berbanding jauh dengan performa Bhayangkara Presisi Lampung FC yang mampu mendominasi jalannya laga hingga memegang kendali bola sampai 73 persen.
Meskipun berada di bawah tekanan konstan sepanjang pertandingan, lini serang Persebaya sempat beberapa kali mengejutkan lini pertahanan tuan rumah melalui skema serangan balik cepat yang terorganisir.
Efektivitas lini depan Bajul Ijo terbukti nyata ketika pertandingan baru berjalan 13 menit berkat gol pembuka yang dicetak oleh penyerang asing mereka.
Gol cepat tersebut sempat memberikan secercah harapan besar bagi tim tamu untuk mengamankan kemenangan tandang yang sangat berharga di awal musim kompetisi.
Gol pembuka dari kaki Yann Mabella pada menit ke-13 sempat membawa Persebaya memimpin sebelum akhirnya tuan rumah menyamakan kedudukan.
Sayangnya, keunggulan satu gol tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan oleh pengadil lapangan akibat menurunnya konsentrasi lini pertahanan di sisa waktu pertandingan.
Evaluasi mendalam langsung dilontarkan oleh sang juru taktik terkait buruknya pengambilan keputusan para pemain pada momen-momen krusial menjelang akhir laga.
“Sayangnya, pada momen-momen terakhir kami kurang bagus dalam mengambil keputusan sehingga tidak mampu mempertahankan keunggulan,” jelas Tavares dengan nada kecewa.
Rasa kecewa tersebut tentu beralasan mengingat target utama yang diusung oleh manajemen dan tim pelatih sejak berangkat dari Surabaya adalah membawa pulang tiga poin penuh.
Persiapan Menatap Laga Kandang Persebaya
Kegagalan meraih kemenangan di tanah Lampung kini sudah harus segera dilupakan oleh seluruh skuad Bajul Ijo agar fokus tidak terpecah menjelang pertandingan kandang perdana.
Fokus utama tim pelatih saat ini adalah memulihkan kondisi fisik para pemain yang terkuras habis akibat cuaca panas dan intensitas tinggi pada laga pembuka kemarin.
“Namun, sekarang yang paling penting adalah mengembalikan kondisi pemain dan mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ujar Tavares menutup sesi wawancara.
Jadwal padat sudah menanti Persebaya yang pada pertandingan selanjutnya akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu lawan tangguh PSIM Yogyakarta di hadapan pendukung sendiri.
Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter fanatik Bonek diyakini akan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk bangkit dan mengamankan kemenangan perdana.
Pertandingan kandang tersebut rencananya akan dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang selama ini dikenal memiliki atmosfer angker bagi tim tamu.
Pertanyaan Umum
Bagaimana hasil pertandingan antara Persebaya dan Bhayangkara Presisi Lampung FC?
Pertandingan perdana Super League 2026/2027 tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Siapa pencetak gol bagi Persebaya dalam laga tandang tersebut?
Gol tunggal Persebaya dicetak oleh Yann Mabella pada babak pertama, tepatnya pada menit ke-13.
Siapa lawan berikutnya yang akan dihadapi oleh Persebaya Surabaya?
Persebaya selanjutnya akan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Ringkasan
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa kegagalan timnya meraih kemenangan atas Bhayangkara Presisi Lampung FC disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem serta buruknya pengambilan keputusan pemain di akhir laga yang membuat keunggulan 1-1 gagal dipertahankan.
Hasil imbang pada laga pembuka Super League 2026/2027 tersebut membuat Persebaya selanjutnya fokus memulihkan kondisi fisik untuk menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo.






