Pencarian Sekretaris Jenderal PBB Baru Setelah António Guterres

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2026.

Masa jabatan António Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB akan berakhir pada Desember 2026.

Redaksiku.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa saat ini tengah berada dalam fase transisi krusial seiring dengan berakhirnya masa jabatan António Guterres pada Desember 2026. Setelah memimpin organisasi global ini selama dua periode berturut-turut, Guterres akan meninggalkan kursi sekretaris jenderal, memicu perdebatan mengenai siapa sosok yang paling layak memegang tongkat estafet kepemimpinan di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin menantang.

Hingga saat ini, belum ada kandidat unggulan yang secara resmi muncul atau mendominasi bursa pencalonan sebagai penerus. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di markas besar PBB di New York, terutama karena proses pemilihan pemimpin organisasi ini sering kali melibatkan negosiasi diplomatik yang panjang dan kompleks di balik pintu tertutup.

Proses Pemilihan Sekretaris Jenderal

Jabatan sekretaris jenderal PBB bukanlah posisi yang dipilih secara langsung melalui pemungutan suara populer. Secara formal, posisi ini dipilih oleh Majelis Umum PBB atas rekomendasi dari Dewan Keamanan, yang berarti lima anggota tetap Dewan Keamanan memiliki pengaruh sangat besar melalui hak veto mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses seleksi biasanya mengikuti protokol yang ketat, di mana negara-negara anggota mengajukan kandidat mereka sendiri. Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sosok pemimpin PBB berikutnya:

  • Keseimbangan geografis yang sering menuntut rotasi jabatan antar kawasan di dunia.
  • Kemampuan diplomasi tingkat tinggi untuk menengahi konflik antarnegara yang memiliki kepentingan berlawanan.
  • Komitmen terhadap agenda keberlanjutan, hak asasi manusia, dan reformasi birokrasi internal PBB.
  • Dukungan politik dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan yang sering kali menjadi penentu utama.

Pemilihan sekretaris jenderal PBB sangat bergantung pada konsensus di antara lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Prancis, dan Inggris.

Tantangan Global bagi Pemimpin Baru

Siapa pun yang nantinya menggantikan Guterres akan mewarisi beban tanggung jawab yang sangat berat. Dunia saat ini menghadapi serangkaian krisis yang saling tumpang tindih, mulai dari eskalasi konflik regional hingga ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

PBB sebagai institusi juga dituntut untuk melakukan reformasi agar tetap relevan di mata negara-negara anggota. Banyak pihak menyoroti perlunya kepemimpinan yang mampu menjembatani kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang dalam menghadapi isu-isu ekonomi global.

António Guterres telah menjabat selama dua periode penuh, yang mencakup durasi total selama 10 tahun masa kepemimpinan di PBB.

Dinamika Pencalonan di Tengah Ketegangan Geopolitik

Ketidakpastian mengenai siapa yang akan menggantikan Guterres sebagian besar disebabkan oleh polarisasi yang tajam di Dewan Keamanan. Persaingan antara kekuatan besar sering kali membuat proses seleksi menjadi ajang untuk saling memblokir kandidat yang dianggap terlalu condong ke blok tertentu.

Beberapa diplomat senior berpendapat bahwa kebutuhan akan sosok yang netral namun tegas menjadi sangat mendesak. Tanpa adanya kandidat yang menonjol saat ini, spekulasi terus berkembang mengenai apakah akan muncul figur kejutan dari kalangan diplomat karier atau tokoh politik berpengaruh dari kawasan yang belum pernah memegang posisi tersebut.

Proses suksesi ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan, mengingat kompleksitas lobi diplomatik yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan di Dewan Keamanan.

Faktor Penentu dalam Pemilihan

Selain dukungan dari Dewan Keamanan, kandidat juga harus mampu meyakinkan mayoritas negara anggota di Majelis Umum. Transparansi dalam proses pemilihan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan adanya sesi tanya jawab publik bagi para kandidat, namun keputusan akhir tetap berada di tangan para pemegang kekuasaan utama.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa sosok yang muncul sebagai pemimpin PBB sering kali adalah seseorang yang memiliki rekam jejak panjang dalam diplomasi internasional. Kemampuan untuk menavigasi kepentingan nasional yang saling bertabrakan demi menjaga perdamaian dunia tetap menjadi kriteria paling krusial bagi siapa pun yang menduduki jabatan tersebut.

Pertanyaan Umum

Apakah ada batas masa jabatan bagi sekretaris jenderal PBB?

Ya, secara tradisi dan praktik yang berlaku, sekretaris jenderal PBB biasanya menjabat untuk dua periode, dengan masing-masing periode berdurasi lima tahun. António Guterres akan mengakhiri masa jabatannya sesuai dengan norma tersebut pada akhir tahun 2026.

Bagaimana cara seseorang menjadi sekretaris jenderal?

Kandidat harus dinominasikan oleh negara-negara anggota, kemudian melalui serangkaian proses seleksi di Dewan Keamanan. Setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan mengenai satu nama, rekomendasi tersebut akan diajukan ke Majelis Umum untuk disahkan melalui pemungutan suara.

Kapan pemimpin baru PBB akan resmi dilantik?

Pemimpin baru biasanya akan memulai masa jabatannya pada tanggal 1 Januari tahun berikutnya setelah sekretaris jenderal petahana resmi mundur. Dalam kasus ini, suksesi diharapkan selesai sebelum awal tahun 2027.

Ringkasan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang memasuki fase transisi kepemimpinan menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Jenderal António Guterres pada Desember 2026. Setelah memimpin selama dua periode atau total 10 tahun, Guterres akan mengakhiri masa tugasnya, yang memicu dimulainya proses seleksi untuk mencari penerus di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Proses pemilihan ini melibatkan mekanisme formal di mana Dewan Keamanan PBB memegang peran krusial melalui hak veto lima anggota tetapnya, sebelum akhirnya disahkan oleh Majelis Umum. Hingga saat ini belum ada kandidat unggulan yang muncul, sementara tantangan bagi pemimpin baru mencakup kebutuhan mendesak untuk reformasi birokrasi, penanganan krisis global, serta kemampuan diplomasi tingkat tinggi untuk menjembatani kepentingan negara-negara anggota di tengah polarisasi dunia.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Pencarian Sekretaris Jenderal PBB Baru Setelah António Guterres

Berita Terbaru

IHSG ditutup melemah di zona merah setelah merosot tajam akibat tekanan jual yang masif.

Keuangan

IHSG Melemah, Analis Rekomendasikan AMMN, UNVR, PGEO, SMGR

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:25 WIB

Kementerian Kesehatan mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Politik

Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA Akibat Karhutla

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:18 WIB

Pasar perangkat portabel tahun 2026 kedatangan berbagai pilihan tablet terjangkau berdesain ramping dan bezel tipis.

Teknologi

5 Tablet Terjangkau 2026 Ramping dan Bezel Tipis

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:16 WIB

Taylor Swift mencetak sejarah dengan meraih penghargaan perdana Artist-Director di ajang MTV VMA.

Life Style

Taylor Swift Raih Penghargaan Perdana Artist-Director MTV VMA

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:14 WIB

error: Content is protected !!