Pelatihan Smart Farming dan AI untuk Siswa SMK YP Fatahillah 2

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMK YP Fatahillah 2 mengikuti pelatihan Smart Farming dan kecerdasan buatan dari Universitas Pamulang

Mahasiswa dan dosen Universitas Pamulang memberikan pelatihan teknologi pertanian berbasis AI kepada siswa SMK YP Fatahillah 2.

Redaksiku.com – Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang baru saja menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang inovatif. Mengusung tema “Young AgroTech 1.0 – Data & AI Literacy”, program ini mengajak para siswa di SMK YP Fatahillah 2 Cilegon untuk mengenal dunia pertanian modern berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan menganalisis data serta memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak.

Sektor pertanian saat ini sedang mengalami transformasi digital yang sangat pesat di berbagai belahan dunia. Menghadapi tantangan ketahanan pangan global, kolaborasi antara dunia akademis dan sekolah kejuruan menjadi langkah krusial. Melalui inisiatif ini, para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan agen perubahan yang mampu mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam sektor agraris.

Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Widyawati, S.Kom., ST., M.Kom., selaku Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang. Beliau didampingi oleh rekan dosen, Ikhwan, S.Kom., M.Kom., serta sejumlah mahasiswa yang turut membantu proses pendampingan. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Project-Based Learning, sebuah metode yang menekankan pada praktik langsung untuk memecahkan masalah nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“AI bukan hanya tentang menggunakan aplikasi atau mendapatkan jawaban secara otomatis. Di balik AI terdapat data, proses analisis, model, interpretasi, serta keputusan manusia. Melalui Young AgroTech, kami ingin siswa mulai mengenal bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu membaca persoalan pertanian dan lingkungan.”

— Widyawati, S.Kom., ST., M.Kom.

Program pelatihan intensif ini berhasil diikuti oleh 46 siswa yang antusias mengeksplorasi dunia data dan kecerdasan buatan untuk pertanian.

Penerapan Project-Based Learning dalam Smart Farming

Banten, khususnya wilayah sekitar Cilegon dan Serang, memiliki potensi pertanian yang unik di tengah pesatnya perkembangan sektor industri. Mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam sektor ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi hasil panen. Melalui literasi data sejak dini, generasi muda di wilayah ini diharapkan dapat melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan modern, bukan lagi sektor yang konvensional dan tertinggal.

Sebelum materi inti dimulai, para peserta terlebih dahulu menjalani uji pemahaman awal melalui sesi pre-test. Langkah ini penting untuk memetakan sejauh mana pemahaman dasar siswa mengenai teknologi informasi di bidang pertanian. Setelah itu, mereka langsung diperkenalkan pada konsep dasar data, kecerdasan buatan, hingga implementasi nyata smart farming.

Salah satu pilar penting yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah konsep Responsible AI. Para siswa diajarkan bahwa teknologi kecerdasan buatan harus digunakan secara kritis, transparan, dan tetap mengutamakan validasi manusia. Hal ini bertujuan agar mereka tidak menelan mentah-mentah setiap hasil yang disajikan oleh sistem komputasi.

Untuk memberikan pengalaman praktis, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk menyelesaikan proyek mini. Setiap kelompok ditantang untuk mengeksplorasi tema-tema menarik yang berkaitan erat dengan lingkungan sekolah mereka. Proyek-proyek ini dirancang agar relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa di sekolah.

Berikut adalah beberapa tema proyek mini yang dikerjakan oleh para siswa:

  • Smart School Garden: Simulasi analisis pertumbuhan tanaman sekolah menggunakan variabel lingkungan.
  • Green School: Kampanye dan pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau berbasis data.
  • School Food & Agro: Analisis ketersediaan dan konsumsi pangan sehat di lingkungan sekolah.
  • Local Agro Data: Pengumpulan informasi pertanian lokal untuk memetakan potensi daerah sekitar.
  • Image-Based AI: Pemanfaatan teknologi pengenalan gambar untuk mendeteksi kesehatan daun tanaman.

Melalui simulasi Smart School Garden, siswa belajar menganalisis hubungan antara volume penyiraman, suhu udara, dan kelembapan terhadap kecepatan tumbuh kembang tanaman secara presisi.

Membangun Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Simulasi Data

Dalam simulasi Smart School Garden, siswa diberikan data fiktif namun realistis mengenai variabel pertumbuhan tanaman. Mereka harus mengolah data tersebut menjadi grafik visual yang mudah dipahami oleh orang awam. Dari grafik tersebut, siswa belajar membaca pola, seperti bagaimana pengaruh kenaikan suhu terhadap kebutuhan air tanaman.Pelatihan Smart Farming dan AI untuk Siswa SMK YP Fatahillah 2

Kemampuan berpikir komputasional yang dilatih dalam program ini juga membantu siswa untuk memecahkan masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Ketika siswa melihat tanaman yang layu, mereka tidak lagi hanya menebak penyebabnya secara acak. Mereka kini terlatih untuk melihat data suhu, kelembapan tanah, dan frekuensi penyiraman sebelum menarik kesimpulan medis terhadap tanaman tersebut.

Pelatihan Smart Farming dan AI untuk Siswa SMK YP Fatahillah 2

Setelah berhasil memvisualisasikan data, siswa kemudian diajak menggunakan model kecerdasan buatan sederhana untuk memprediksi pertumbuhan tanaman di masa depan. Proses ini membuka mata para peserta bahwa prediksi AI sangat bergantung pada kualitas data yang diinput. Jika data yang dimasukkan bias atau tidak lengkap, maka hasil prediksinya pun menjadi kurang akurat.

Setelah menyelesaikan analisis, setiap kelompok harus mempresentasikan temuan mereka dalam sesi Young AgroTech Project Showcase. Di hadapan para guru dan fasilitator, mereka menjelaskan metodologi, interpretasi grafik, hingga rekomendasi praktis yang bisa diterapkan di sekolah. Sesi ini melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta pemecahan masalah secara sistematis.

Selalu lakukan verifikasi manual terhadap rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem AI sebelum menerapkannya langsung pada lahan pertanian Anda.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi data dan pemahaman mengenai etika penggunaan AI. Keberhasilan program perdana ini memicu rencana pengembangan program lanjutan yang lebih canggih di masa mendatang.

Pihak Universitas Pamulang telah merencanakan program kelanjutan bertajuk Young AgroTech 2.0. Pada fase berikutnya, fokus akan diarahkan pada implementasi teknologi Internet of Things (IoT) secara langsung di lapangan. Siswa nantinya akan diajak merakit sensor kelembapan tanah dan suhu yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan digital.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu pilar penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh kalangan akademisi. Dengan turun langsung ke sekolah-sekolah, universitas dapat membantu menjembatani kesenjangan teknologi antara dunia pendidikan menengah dan perkembangan industri modern. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi mencetak generasi muda yang siap menghadapi era digitalisasi pertanian.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari program Young AgroTech 1.0?

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi data dan kecerdasan buatan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan, sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian atau smart farming.

Mengapa konsep Responsible AI penting diajarkan kepada siswa?

Konsep ini penting agar siswa dapat menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara kritis, memahami keterbatasan data, serta menyadari pentingnya keputusan dan verifikasi manusia sebelum mengimplementasikan hasil rekomendasi AI.

Bagaimana rencana kelanjutan program Young AgroTech ke depan?

Universitas Pamulang berencana mengembangkan program Young AgroTech 2.0 yang akan berfokus pada implementasi langsung teknologi Internet of Things (IoT), seperti penggunaan sensor fisik untuk memantau kondisi tanaman secara real-time.

Ringkasan

Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang menggelar pelatihan Smart Farming dan AI bertajuk “Young AgroTech 1.0” untuk 46 siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon guna meningkatkan literasi data dan penerapan teknologi modern di sektor pertanian.

Melalui metode Project-Based Learning, siswa mempelajari konsep Responsible AI, visualisasi data variabel lingkungan, serta pengerjaan proyek praktis seperti simulasi Smart School Garden dan pemanfaatan AI berbasis gambar untuk mendeteksi kesehatan tanaman.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reuni Alumni SMP N Karangnongko 1982 di Kemuning, 12 September 2026
Mahasiswa KKN UNS Edukasi Warga Tegalrejo Kelola Sampah Organik
Siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon Belajar AI Pertanian Modern
KKN UNS Kenalkan Tepung Sukun Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur oleh KKN UNS di Desa Sawo
Mahasiswa KKN UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang
Wabup Sumedang Tekankan Pentingnya Sekolah Ramah Lingkungan
IPNP dan PGRI Sumsel Perjuangkan Hak Guru PPPK, Ini 9 Agendanya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:14 WIB

Reuni Alumni SMP N Karangnongko 1982 di Kemuning, 12 September 2026

Minggu, 13 September 2026 - 09:42 WIB

Mahasiswa KKN UNS Edukasi Warga Tegalrejo Kelola Sampah Organik

Minggu, 13 September 2026 - 04:11 WIB

Pelatihan Smart Farming dan AI untuk Siswa SMK YP Fatahillah 2

Minggu, 13 September 2026 - 03:38 WIB

Siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon Belajar AI Pertanian Modern

Sabtu, 12 September 2026 - 16:57 WIB

KKN UNS Kenalkan Tepung Sukun Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru

Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan berawan pada Minggu, 13 September 2026.

Viral

Cuaca Sumsel Hari Ini 13 September 2026: Berawan dan Kabur

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:17 WIB

Mengonsumsi air secara berlebihan dalam waktu singkat dapat memicu kondisi medis berbahaya seperti hiponatremia.

Health

Bahaya Terlalu Banyak Minum Air bagi Kesehatan Tubuh

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:04 WIB