PDIP dinilai alami stress pasca ditinggalkan Jokowi

- Penulis

Sabtu, 2 Maret 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDIP dinilai alami stress pasca ditinggalkan Jokowi

PDIP dinilai alami stress pasca ditinggalkan Jokowi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mempertimbangkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sedang mengalami tekanan politik yang sangat besar setelah Presiden Joko Widodo memberikan restu kepada putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi calon wakil presiden dari pasangan Prabowo Subianto.

PDIP dinilai alami stress pasca ditinggalkan Jokowi
PDIP dinilai alami stress pasca ditinggalkan Jokowi

Banyak elit PDI-P merasa bahwa Jokowi dan keluarganya telah meninggalkan mereka, meskipun telah diberikan hak istimewa di berbagai kontes politik dari tingkat daerah hingga pusat.

Situasi ini semakin memanas setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengabulkan sebagian gugatan yang berkaitan dengan batas usia minimum bagi calon presiden dan wakil presiden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan ini membuka peluang bagi Wali Kota Solo, yang juga merupakan putra pertama Presiden, untuk menjadi calon wakil presiden dari kubu Prabowo.

Menurut Dedi, PDI-P sedang berada dalam situasi yang sangat kompleks. Mereka dihadapkan pada dilema antara meluapkan kemarahan karena merasa dikhianati oleh Jokowi, sementara pada saat yang sama, sulit untuk mengungkapkan kemarahan tersebut karena Jokowi dikenal sebagai sosok yang sulit terprovokasi.

PDI-P khawatir jika mereka mengambil tindakan tegas terhadap Jokowi dan Gibran, mereka akan menghadapi sanksi serupa yang selama ini mereka terapkan terhadap kader-kader yang tidak sejalan dengan partai.

Oleh karena itu, PDI-P lebih memilih untuk menjaga ketenangan dan berusaha menghindari tindakan yang berpotensi mendapat penolakan dari publik.

Dalam hal pernyataan Hasto yang menyebut bahwa PDI-P merasa ditinggalkan, Dedi meyakini bahwa pernyataan tersebut bertujuan untuk membentuk opini bahwa Jokowi bukanlah sosok seperti yang selama ini mereka bayangkan.

Ia juga memperkirakan bahwa PDI-P akan terus menggunakan strategi serupa selama masa jabatan Presiden Jokowi berlangsung, agar masyarakat tidak meragukan komitmen partai.

Meskipun menghadapi ketidakpastian dan perasaan kesal terhadap Jokowi, PDI-P menganggap diri mereka sebagai partai pemenang yang masih menduduki posisi teratas dalam politik Indonesia.

Sebelumnya, PDI-P memiliki pandangan yang optimis tentang Jokowi, yaitu bahwa ia akan tetap mendukung partai yang telah membesarkannya.

Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya kepada media pada tanggal 29 Oktober 2023, mengungkapkan bahwa banyak anggota partai, terutama di tingkat akar rumput, awalnya tidak percaya bahwa Jokowi akan meninggalkan partai ini.

Mereka menganggap bahwa Jokowi adalah salah satu figur yang telah menerima dukungan penuh dari basis partai sejak dia menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga menjadi Presiden.

Namun, dengan perkembangan situasi yang sekarang, PDI-P merasakan kekecewaan yang mendalam.

Meskipun telah memberikan dukungan besar kepada Jokowi dan keluarganya, partai ini merasa ditinggalkan karena Jokowi memiliki permintaan lain yang dianggap dapat melanggar prinsip kebaikan dan Konstitusi.

Hasto menjelaskan bahwa PDI-P saat ini tengah dalam suasana yang penuh kesedihan dan rasa sakit hati, sambil berserah diri kepada Tuhan dan rakyat Indonesia menghadapi apa yang tengah terjadi.

Mereka mencintai Jokowi dan telah memberikan hak istimewa yang besar kepadanya dan keluarganya, tetapi mereka merasa ditinggalkan karena Jokowi lebih memilih jalannya yang lain.

Dalam menghadapi kondisi politik yang semakin rumit dan tekanan yang datang dari berbagai arah, PDI-P harus memutuskan bagaimana mereka akan menjalani masa depannya.

Dalam situasi di mana pemilihan umum semakin dekat, partai ini harus menemukan cara untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan posisinya sebagai partai pemenang.

Upaya untuk menjaga kesolidan dan menangani perasaan kekecewaan anggota partai yang merasa ditinggalkan oleh Jokowi akan menjadi salah satu tantangan besar yang harus diatasi oleh PDI-P.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mas Ibin Ucapkan Selamat ke Elim Terpilih Ketua KONI Blitar
Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA Akibat Karhutla
Kebakaran di Kebayoran Lama, 128 Damkar Dikerahkan
Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu dan KSSK
Henri Subiakto Khawatir Risiko Hukum Kopdes Merah Putih
Pemprov Jatim Tingkatkan Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang
Fenomena Les Tambahan dan Refleksi Peran Guru
Anggi Fauzi Pimpin DPD GMNI Jabar 2026–2028

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:27 WIB

Mas Ibin Ucapkan Selamat ke Elim Terpilih Ketua KONI Blitar

Rabu, 23 September 2026 - 16:18 WIB

Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA Akibat Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 14:38 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama, 128 Damkar Dikerahkan

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WIB

Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Kemenkeu dan KSSK

Rabu, 23 September 2026 - 13:53 WIB

Henri Subiakto Khawatir Risiko Hukum Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

Gubernur Texas Greg Abbott memutuskan untuk menghentikan sementara izin pusat data baru karena kekhawatiran lingkungan.

Data Centers

Texas Hentikan Izin Pusat Data di Tengah Sorotan Lingkungan

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:13 WIB

Persebaya Surabaya langsung menggelar evaluasi total setelah gagal mengamankan poin penuh di kandang saat melawan Garudayaksa FC.

Liga Indonesia

Persebaya Surabaya Evaluasi Besar Usai Lawan Garudayaksa FC

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:06 WIB

error: Content is protected !!