Pameran Otomotif Beijing Soroti Ambisi China Kembangkan Mobil Tanpa Pengemudi

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran Otomotif Beijing Soroti Ambisi China Kembangkan Mobil Tanpa Pengemudi

Pameran Otomotif Beijing Soroti Ambisi China Kembangkan Mobil Tanpa Pengemudi

Ekspansi Global Jadi Strategi Utama

Di tengah perlambatan domestik, ekspor kendaraan China justru mengalami lonjakan tajam. Pada kuartal pertama, ekspor meningkat lebih dari 60 persen, menunjukkan pergeseran fokus industri ke pasar internasional.

Salah satu perusahaan yang agresif melakukan ekspansi adalah Chery. Produsen ini mulai memasuki pasar Inggris sejak Agustus 2025 dan mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan penjualan mencapai 13.500 unit dalam beberapa bulan.

Chery bahkan menargetkan penjualan global hingga 10 juta unit per tahun pada 2030, meningkat dua kali lipat dibandingkan target sebelumnya. Strategi ini menunjukkan ambisi besar produsen China untuk menjadi pemain dominan di pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Robotaxi dan Masa Depan Transportasi

Selain kendaraan pribadi, fokus pengembangan juga diarahkan pada transportasi berbasis layanan, seperti robotaxi. Geely mengumumkan rencana untuk mengoperasikan ribuan taksi tanpa pengemudi secara global melalui unit ride-hailing mereka.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk bersaing dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat seperti Waymo, yang telah lebih dulu mengembangkan layanan robotaxi di kota-kota besar seperti San Francisco dan Los Angeles.

Di China sendiri, layanan robotaxi sudah mulai diuji di beberapa kota, meskipun implementasinya masih terbatas.

Tantangan Regulasi dan Keamanan

Salah satu hambatan utama dalam pengembangan kendaraan otonom adalah regulasi. Pemerintah China masih berhati-hati dalam memberikan izin operasional penuh untuk kendaraan tanpa pengemudi di jalan umum.

Hingga saat ini, belum ada standar nasional yang mengatur penggunaan kendaraan otonom secara menyeluruh. Pemerintah masih melakukan kajian dan konsultasi publik untuk menyusun regulasi yang memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.

Kasus gangguan operasional yang melibatkan robotaxi Baidu di Wuhan menjadi pengingat bahwa teknologi ini masih memerlukan penyempurnaan. Dalam insiden tersebut, sejumlah kendaraan berhenti mendadak di tengah jalan dan menyebabkan gangguan bagi pengguna.

Peluang di Pasar Internasional

Di tengah hambatan di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang memberlakukan tarif tinggi terhadap produk China, produsen otomotif mulai mengalihkan fokus ke pasar alternatif seperti Inggris dan Kanada.

Pasar Inggris dinilai lebih terbuka terhadap kendaraan listrik asal China, terutama karena pendekatan regulasi yang relatif netral. Bahkan, diperkirakan satu dari sepuluh mobil baru yang terjual di Inggris pada 2025 berasal dari produsen China.

Kesimpulan: Era Baru Mobilitas Global

Pameran otomotif di Beijing tahun ini menjadi bukti bahwa industri otomotif tengah memasuki era baru yang didorong oleh teknologi kecerdasan buatan dan otomatisasi. China, dengan dukungan investasi besar dan inovasi yang cepat, berada di garis depan dalam perlombaan menuju kendaraan tanpa pengemudi.

Meski masih menghadapi tantangan teknis dan regulasi, arah perkembangan industri menunjukkan bahwa mobilitas masa depan akan semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Kendaraan tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang lebih luas.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta
Shell Turunkan Harga V-Power Diesel Juli 2026, Bisnis SPBU Masih Masa Transisi
Fitur Menarik dari Denza B8, SUV Super Hybrid Mewah dengan Teknologi Off-road
Wajib Tahu 7 Cara Cek Pajak Kendaraan Online Lewat HP
EV Battery vs Home Battery Storage: Should Your Car Power Your House?
Terbaru! 5 Fakta New Honda Vario Evo 160 Baru Rilis
Mengapa Harga Pertamax Naik pada 10 Juni 2026? Ini Alasan Sebenarnya dan Dampaknya bagi Masyarakat
Kendaraan Listrik Mau Kena Pajak? INDEF Bongkar Risiko Besar untuk Industri EV Indonesia!
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:32 WIB

Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:53 WIB

Shell Turunkan Harga V-Power Diesel Juli 2026, Bisnis SPBU Masih Masa Transisi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:57 WIB

Fitur Menarik dari Denza B8, SUV Super Hybrid Mewah dengan Teknologi Off-road

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:34 WIB

Wajib Tahu 7 Cara Cek Pajak Kendaraan Online Lewat HP

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:11 WIB

EV Battery vs Home Battery Storage: Should Your Car Power Your House?

Berita Terbaru