Morgan Stanley Borong Saham GOTO, Kepemilikan Naik Jadi 7,59%

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

saham GOTO — Logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO dengan latar belakang putih

Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi 7,59%.

Redaksiku.com – Morgan Stanley & Co International Plc menunjukkan langkah strategis yang cukup agresif dengan terus mempertebal kepemilikan saham mereka di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Aksi borong saham ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap perubahan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana mengubah batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar.

Dalam rangkaian transaksi yang berlangsung pada Rabu (2/9) pekan lalu, institusi keuangan raksasa asal Amerika Serikat tersebut melakukan pembelian masif dalam tiga tahap di hari yang sama. Transaksi pertama mencakup 12,58 miliar saham dengan nilai Rp 314,44 miliar. Disusul kemudian dengan pembelian 119,95 juta saham senilai Rp 2,99 miliar, serta transaksi ketiga sebesar 9,22 miliar saham dengan nilai Rp 230,52 miliar.

Secara total, Morgan Stanley telah menggelontorkan dana sebesar Rp 547,95 miliar untuk menyerap saham GOTO dalam satu hari perdagangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akumulasi saham ini secara langsung mendongkrak porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO. Data terbaru menunjukkan kepemilikan mereka meningkat dari 65,80 miliar saham atau sekitar 5,71% menjadi 87,48 miliar saham, yang kini setara dengan 7,59% dari total modal ditempatkan dan disetor. Keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (9/9) menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah untuk kepentingan investasi.

Dinamika Kepemilikan Saham dan Respons Pasar

Pergerakan Morgan Stanley ini tergolong mencolok jika dibandingkan dengan posisi mereka di akhir bulan lalu. Berdasarkan catatan per 31 Agustus 2026, lembaga keuangan tersebut masih menggenggam saham GOTO di bawah ambang batas 5%, tepatnya di angka 4,57% atau setara dengan 54,43 miliar saham. Peningkatan drastis hingga melampaui 7% dalam waktu singkat menandakan adanya optimisme atau perhitungan khusus dari pihak investor terhadap prospek emiten teknologi ini.

Rencana BEI untuk menghapus batas bawah harga saham “gocap” menjadi Rp 1 per saham memang menjadi katalis utama di balik volatilitas ini. Kebijakan tersebut memungkinkan saham yang selama ini tertahan di level Rp 50 untuk kembali memiliki ruang gerak, baik ke atas maupun ke bawah. Bagi investor institusi besar, momen penyesuaian harga ini sering kali dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan penataan portofolio.

Pencabutan batas harga Rp 50 diprediksi akan meningkatkan volatilitas pasar karena memberikan ruang bagi mekanisme pembentukan harga yang lebih fleksibel.

Analisis Teknis dan Prospek Kinerja GOTO

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa kebijakan harga minimum baru ini akan memaksa saham-saham dengan harga statis seperti GOTO untuk melakukan penyesuaian harga secara alami. Ia memperkirakan ada potensi saham GOTO akan menguji level di rentang Rp 20 hingga Rp 30 setelah batas bawah Rp 50 resmi dicabut. Bahkan, dalam skenario tekanan jual yang cukup kuat, harga saham bisa bergerak ke kisaran Rp 10 hingga Rp 20.

Nafan juga menyoroti bahwa transaksi yang dilakukan Morgan Stanley di pasar negosiasi pada kisaran harga Rp 23 hingga Rp 25 per saham memberikan gambaran mengenai referensi harga pasar yang mungkin terjadi ke depannya. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan posisi netral terhadap saham ini dengan memberikan status NOT RATED, mengingat ketidakpastian pergerakan harga akibat perubahan regulasi bursa.

Antrean jual yang masih terlihat sangat besar di pasar intraday menunjukkan bahwa masalah kelebihan suplai atau overhang supply masih membayangi pergerakan harga saham GOTO saat ini.

Selain faktor teknis, kondisi fundamental perusahaan tetap menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar. Sepanjang semester pertama 2026, GOTO memang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 608 miliar. Namun, tantangan masih menghadang di sisi operasional, terutama terkait dengan tekanan pada EBITDA yang membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap target kinerja atau guidance untuk keseluruhan tahun 2026.

Pertanyaan Umum

Mengapa Morgan Stanley membeli saham GOTO saat harganya berpotensi turun?

Langkah investasi ini kemungkinan didasarkan pada strategi jangka panjang untuk mengakumulasi aset di harga yang dianggap menarik setelah adanya rencana perubahan batas minimum harga saham oleh BEI, yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar.

Apa dampak perubahan batas harga Rp 1 bagi investor ritel?

Perubahan ini akan meningkatkan volatilitas saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp 50. Investor perlu lebih berhati-hati karena ruang fluktuasi harga menjadi lebih lebar, yang berarti potensi risiko dan keuntungan juga akan meningkat secara signifikan.

Bagaimana kondisi fundamental GOTO saat ini?

GOTO telah menunjukkan perbaikan dengan mencatatkan laba bersih pada semester pertama 2026, namun perusahaan masih menghadapi tantangan pada kinerja EBITDA, sehingga investor cenderung memantau perkembangan efisiensi operasional perusahaan ke depannya.

Ringkasan

Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi 7,59% melalui pembelian masif senilai Rp 547,95 miliar. Langkah strategis ini dilakukan di tengah rencana Bursa Efek Indonesia menghapus batas minimum harga saham Rp 50 yang diprediksi akan meningkatkan volatilitas pasar.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Harga iPhone Terbaru di Indonesia September 2026
ETF Emas: Cara Beli, Keuntungan, dan Risikonya untuk Pemula
Dampak Setoran Dividen BUMN ke Danantara bagi Emiten dan Ekspansi
Strategi WIKA Beton (WTON) Jadikan ESG sebagai Penggerak Bisnis
Valuasi Saham Data Center Melonjak, Analis Ingatkan Risiko Bubble
Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Bursa Mineral OJK
Bappenas: Indonesia Harus Tinggalkan Model Pertumbuhan Upah Murah
Minat Investor SR025: Mengapa Tenor Pendek Lebih Diminati?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

Daftar Harga iPhone Terbaru di Indonesia September 2026

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

ETF Emas: Cara Beli, Keuntungan, dan Risikonya untuk Pemula

Rabu, 9 September 2026 - 20:54 WIB

Dampak Setoran Dividen BUMN ke Danantara bagi Emiten dan Ekspansi

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIB

Strategi WIKA Beton (WTON) Jadikan ESG sebagai Penggerak Bisnis

Rabu, 9 September 2026 - 18:34 WIB

Valuasi Saham Data Center Melonjak, Analis Ingatkan Risiko Bubble

Berita Terbaru

Penggemar produk Apple memantau pergerakan harga iPhone menjelang peluncuran lini terbaru di September 2026.

Keuangan

Daftar Harga iPhone Terbaru di Indonesia September 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:16 WIB