Redaksiku.com – Ada momen menarik yang mencuri perhatian di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Menteri Keuangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terlihat menyempatkan diri makan siang di kantin kantor yang sederhana, berdampingan dengan karyawan DJP lain.
Pemandangan ini langsung jadi sorotan karena jarang terlihat seorang pejabat tinggi negara menikmati santap siang di kantin biasa, dengan menu rumahan yang akrab di lidah masyarakat.
🲠Menu Sederhana, Harga Terjangkau
Menurut staf Humas DJP, Purbaya siang itu memilih seporsi nasi ayam cabai hijau lengkap dengan tempe dan tahu, dengan harga Rp27.000. Tidak berhenti di situ, ia juga menambahkan sate madura 10 tusuk seharga Rp25.000 sebagai pelengkap.
Dia makan nasi ayam cabai hijau harga Rp27.000 dengan tempe-tahu, ujar salah satu staf yang turut menyaksikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap sederhana ini sontak jadi perbincangan, mengingat biasanya pejabat sekelas menteri sering dikaitkan dengan fasilitas eksklusif. Namun, pilihan Purbaya justru menunjukkan bahwa dirinya tetap bisa membaur dengan karyawan biasa, bahkan soal urusan makan siang.
🕙 Usai Rapat, Langsung Kantin
Sebelum singgah ke kantin, Menkeu Purbaya menghadiri rapat bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan pihak Danantara di Wisma Danantara yang lokasinya tak jauh dari Gedung DJP.
Purbaya tiba di lokasi rapat pukul 10.32 WIB. Agenda tersebut membahas soal sinkronisasi pekerjaan baru yang diarahkan Presiden, termasuk soal pendanaan serta skema pelaksanaan yang bisa dilakukan tahun ini maupun tahun depan.
(Pertemuan) Danantara itu, sinkronisasi pekerjaan-pekerjaan baru yang diarahkan oleh Presiden. Hanya menentukan kapan pelaksanaannya, pendanaannya seperti apa, apa yang bisa dijalankan, apa yang tidak tahun ini, dan apa yang bisa dijalankan tahun depan. Itu sudah lebih jelas sekarang daripada sebelum-sebelumnya, kata Purbaya.
Setelah rapat selesai, barulah ia memilih turun ke kantin sederhana di Gedung DJP untuk makan siang.

👥 Dekat dengan Karyawan, Tanpa Jarak
Makan siang di kantin sederhana memberi kesan kuat bahwa Menkeu Purbaya ingin menampilkan sosok pemimpin yang membumi dan tidak menjaga jarak dengan bawahannya. Banyak pegawai yang merasa terkejut sekaligus senang melihat sang menteri makan di tempat yang sama dengan mereka.
Bagi sebagian karyawan, momen ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa pejabat tinggi juga manusia biasa, dengan selera makan sederhana dan kebiasaan yang sama seperti masyarakat umum.
Ž Simbol Kesederhanaan Seorang Pejabat Publik
Tindakan ini mungkin terlihat sepele, tapi di mata publik, makan siang di kantin punya makna besar. Di tengah situasi ekonomi yang menuntut efisiensi dan transparansi, sikap sederhana seorang pejabat bisa jadi simbol penting bahwa pemerintah juga ikut merasakan atmosfer kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pakar komunikasi politik menilai, tindakan sederhana seperti ini bisa memperkuat citra positif seorang pejabat. Kesederhanaan yang ditunjukkan secara konsisten membuat publik lebih percaya bahwa pemimpin mereka tidak hidup dalam ˜gelembung eksklusif™, jelas salah satu analis.
📚 Dari Rapat Strategis ke Suasana Santai
Keseharian seorang menteri biasanya padat dengan agenda serius: rapat, koordinasi lintas kementerian, hingga penyusunan kebijakan. Namun, momen seperti ini memperlihatkan sisi manusiawi: bahwa di balik peran besar mengelola keuangan negara, Purbaya juga butuh rehat dengan cara sederhana.
Makan siang di kantin setelah rapat bisa jadi bentuk jeda kecil di tengah padatnya tanggung jawab. Dan bagi karyawan yang melihat langsung, momen ini memberikan inspirasi bahwa kesederhanaan bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab besar.
📊 Implikasi Simbolik
Makan siang sederhana Menkeu Purbaya bisa dimaknai dari beberapa sisi:
-
Teladan kesederhanaan memberi contoh bahwa pejabat publik tidak harus selalu makan di tempat mewah.
-
Kedekatan dengan pegawai meminimalisir jarak antara atasan dan bawahan.
-
Citra positif di publik memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa pemimpin mereka tidak jauh dari kehidupan sehari-hari.
-
Pesan efisiensi relevan dengan kondisi ekonomi nasional yang menuntut pemerintah mengutamakan efisiensi dalam setiap aspek.
🌠Reaksi Netizen
Tak butuh waktu lama, kabar Purbaya makan siang di kantin cepat menyebar ke media sosial. Banyak yang memberikan apresiasi, menganggapnya sebagai contoh baik untuk pejabat lain.
Salut sama Pak Purbaya. Makan di kantin bareng karyawan aja, nggak malu dan nggak gengsi. Begini harusnya pejabat publik, tulis seorang pengguna X.
Ada pula komentar yang lebih santai: Menu kantin itu memang juara, nggak kalah sama restoran bintang lima. Cocok banget kalau Pak Menteri pilih makan di situ.
🚠Hubungan dengan Kebijakan Publik
Di luar makan siang sederhana, Purbaya juga dikenal aktif dalam berbagai agenda kebijakan strategis. Kehadirannya di rapat bersama Airlangga Hartarto dan Danantara membahas sinkronisasi proyek baru menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan berjalan jelas, baik soal pendanaan maupun pelaksanaan.
Langkah ini penting, apalagi di tengah kebutuhan sinkronisasi program lintas kementerian agar pembangunan bisa lebih terarah.
Dengan demikian, makan siang sederhana ini bukan sekadar cerita ringan, tapi juga bagian dari keseharian seorang pejabat yang bertugas memastikan keuangan negara tetap terkendali.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






