Momen KH Hasan Abdullah Sahal Bercanda di Depan Prabowo pada 100 Tahun Gontor

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sambutan di depan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan 100 tahun Gontor.

KH Hasan Abdullah Sahal melontarkan candaan di depan Presiden Prabowo Subianto saat peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.

Redaksiku.com – Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9) menjadi momen bersejarah yang diisi dengan suasana hangat dan penuh tawa. Pimpinan Pondok, KH Hasan Abdullah Sahal, mencuri perhatian hadirin saat memberikan sambutan di depan Presiden Prabowo Subianto dengan melontarkan guyonan khas yang menyentil fenomena sosial di tanah air.

Refleksi Sosial di Balik Candaan Kiai

Dalam sambutannya, Kiai Hasan sempat menyinggung kekhawatirannya jika Presiden Prabowo batal hadir dalam perayaan 100 tahun pondok pesantren tersebut. Ia mengaku sempat membayangkan situasi canggung yang akan terjadi setelah ia melakukan persiapan penyambutan secara maksimal.

Guyonan tersebut kemudian berkembang menjadi kritik sosial yang tajam namun dikemas dengan jenaka. Kiai Hasan menyoroti perilaku orang-orang yang kerap berusaha mencari perhatian atau keuntungan demi posisi tertentu melalui istilah "cari muka".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kiai Hasan merinci bagaimana fenomena ini mencakup berbagai aspek, mulai dari orang yang mencari ijazah, nama, uang, jabatan, hingga akhirnya mencari muka untuk menutupi kekurangan diri.

Sontak, pernyataan tersebut memicu tawa dan tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir. Menyadari reaksi audiens, Kiai Hasan justru kembali berkelakar dengan menegur mereka karena dianggap memberikan tepuk tangan di saat yang kurang tepat, yang kembali mengundang gelak tawa di area acara.

Meneguhkan Jalur Pendidikan sebagai Fondasi

Di balik suasana santai tersebut, Kiai Hasan menegaskan komitmen Gontor yang tetap konsisten menempuh jalur pendidikan sebagai instrumen utama perubahan. Bagi Gontor, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan cara untuk membentuk karakter dan membangun peradaban.

Ia turut mengaitkan visinya dengan pesan legendaris Presiden Soekarno, yakni Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Namun, ia memberikan perspektif tambahan bahwa sejarah tidak cukup hanya untuk dikenang atau dijadikan bahan pelajaran semata.

  • Sejarah harus dipahami sebagai landasan untuk melangkah ke depan.
  • Pihak pondok berkomitmen untuk tidak sekadar berguru pada sejarah, tetapi aktif membangun sejarah baru.
  • Gontor terus berupaya membangun peradaban yang berakar dari nilai-nilai pendidikan pesantren.

“Setiap masa ada tokohnya. Setiap tokoh ada masanya. Setiap masa dan tokoh ada masalahnya. Setiap masalah harus ada solusinya.”

— KH Hasan Abdullah Sahal

Menapaki Satu Abad Pengabdian

Perjalanan Gontor selama 100 tahun tentu tidak lepas dari berbagai dinamika dan tantangan zaman. Kiai Hasan menekankan bahwa setiap era memiliki tantangan uniknya sendiri, dan setiap persoalan yang muncul harus disikapi dengan solusi yang tepat dan bijaksana.

Momentum satu abad ini dijadikan sebagai ajang refleksi mendalam bagi seluruh keluarga besar pondok untuk terus melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan bagi bangsa dan negara.

Peringatan ini menjadi penanda bahwa meski telah berusia satu abad, Gontor tetap berusaha relevan dengan perkembangan zaman. Fokus utama tetap pada kualitas lulusan yang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam membangun peradaban di masa depan.

Pertanyaan Umum

Apa makna di balik guyonan Kiai Hasan saat acara 100 tahun Gontor?

Guyonan tersebut merupakan cara Kiai Hasan untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan kritik sosial yang halus mengenai perilaku orang-orang yang berusaha mencari perhatian atau keuntungan pribadi dengan cara yang tidak sepatutnya.

Apa pesan utama yang ingin disampaikan Gontor dalam momentum satu abad ini?

Pesan utamanya adalah komitmen teguh pondok untuk tetap fokus pada jalur pendidikan sebagai sarana membangun peradaban, sembari terus melakukan refleksi atas sejarah dan tantangan yang dihadapi di setiap masanya.

Bagaimana pandangan Gontor mengenai sejarah bangsa?

Gontor memandang sejarah bukan hanya sebagai masa lalu untuk dikenang, melainkan sebagai fondasi untuk membangun peradaban yang lebih baik di masa depan melalui proses pendidikan yang berkelanjutan.

Ringkasan

Dalam perayaan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9), Pimpinan Pondok KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dengan memadukan guyonan khas dan refleksi sosial. Kiai Hasan melontarkan candaan terkait fenomena “cari muka” yang marak terjadi di masyarakat, sebuah kritik jenaka yang berhasil mencairkan suasana sekaligus memberikan pesan moral mendalam bagi para tamu undangan.

Di balik suasana hangat tersebut, Kiai Hasan menegaskan komitmen Gontor untuk tetap menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Beliau menekankan bahwa sejarah selama 100 tahun pondok ini bukan sekadar untuk dikenang, melainkan harus dijadikan landasan aktif untuk menghadapi tantangan zaman dengan solusi yang tepat, sesuai dengan prinsip bahwa setiap masa memiliki tokoh dan persoalannya masing-masing.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atletico Madrid Kalahkan Real Madrid 2-0 di Laga Derbi
Iran Peringatkan AS Soal Serangan dan Penutupan Selat Hormuz
Utang BLBI Lunas Agustus 2026 Pakai Surplus BI Rp58 Triliun
Status Tua Tagovailoa di Falcons Jelang Pekan 3 Meski Ada Penix
Reaksi Samuel L. Jackson Saat Melihat Mace Windu di Lucas Museum
Cara Mengatasi Maag Kambuh Saat Tidur dengan Posisi Miring Kiri
Update Bursa Transfer Super League: Arema FC, Persijap, Garudayaksa
Kapolri Dorong Polwan Jadi Pemimpin, Baru 6,2 Persen dari Polri

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:18 WIB

Momen KH Hasan Abdullah Sahal Bercanda di Depan Prabowo pada 100 Tahun Gontor

Senin, 21 September 2026 - 09:08 WIB

Atletico Madrid Kalahkan Real Madrid 2-0 di Laga Derbi

Senin, 21 September 2026 - 04:09 WIB

Iran Peringatkan AS Soal Serangan dan Penutupan Selat Hormuz

Senin, 21 September 2026 - 03:55 WIB

Utang BLBI Lunas Agustus 2026 Pakai Surplus BI Rp58 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 03:54 WIB

Status Tua Tagovailoa di Falcons Jelang Pekan 3 Meski Ada Penix

Berita Terbaru

Keinginan mendadak untuk menyantap makanan tertentu sering kali menjadi sinyal komunikasi dari tubuh mengenai kondisi kesehatan.

Living Healthy

Arti di Balik Keinginan Makan Tertentu Menurut Ahli Gizi

Senin, 21 Sep 2026 - 09:21 WIB

Demokrasi liberal di Amerika Serikat tengah menghadapi tantangan serius akibat polarisasi politik dan krisis kepercayaan institusi.

United States Politics and Government

Akhir Eksepsionalisme Amerika dan Krisis Demokrasi Liberal

Senin, 21 Sep 2026 - 09:09 WIB

Atletico Madrid sukses menaklukkan Real Madrid dengan skor 2-0 dalam laga derbi Liga Spanyol di Stadion Riyadh Air Metropolitano.

Viral

Atletico Madrid Kalahkan Real Madrid 2-0 di Laga Derbi

Senin, 21 Sep 2026 - 09:08 WIB

Lonjakan kasus campak di Pennsylvania mendorong peningkatan antrean warga untuk mendapatkan vaksinasi.

Measles

Wabah Campak di Pennsylvania Picu Lonjakan Vaksinasi

Senin, 21 Sep 2026 - 04:19 WIB

error: Content is protected !!