Redaksiku.com – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia kini tengah melakukan transformasi besar dalam model bisnisnya dengan memperkuat layanan wealth management secara menyeluruh. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar modal yang kian selektif serta kebutuhan nasabah di Indonesia yang semakin kompleks di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Keputusan untuk merambah lebih dalam ke sektor pengelolaan kekayaan ini dinilai sangat tepat waktu. Saat ini, tingkat literasi keuangan dan adopsi digital yang meningkat telah memicu perubahan perilaku investor. Generasi investor modern tidak lagi hanya mengejar imbal hasil semata, melainkan mencari solusi investasi yang lebih komprehensif dan terukur.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menjelaskan bahwa pergeseran dari model perantara pedagang efek tradisional menuju wealth management adalah langkah adaptasi terhadap perubahan demografi dan ekonomi. Model konvensional yang hanya berfokus pada instrumen saham dinilai tidak lagi cukup untuk melayani kelas konsumen affluent atau kalangan mapan yang terus bertumbuh di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirae Asset kini memberikan akses bagi nasabah melalui jaringan global ke lini produk Global X, yang menawarkan sebanyak 769 instrumen Exchange Traded Fund (ETF) dengan total kelolaan aset atau AUA yang menembus angka USD275 miliar.
Dalam wawancara eksklusif di Jakarta pada 2 September 2026, Tomi menekankan bahwa fokus utama perusahaan kini bergeser dari model product-centric menjadi client-centric. Artinya, perusahaan tidak lagi sekadar menawarkan produk yang tersedia, melainkan merancang strategi investasi yang benar-benar disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing nasabah.
“Karena saham belum tentu cocok untuk segala situasi, kondisi market, dan risk profile nasabah. Nasabah juga tidak harus selalu berfokus mengakselerasi pertumbuhan aset, namun harus juga memperhitungkan pengelolaan risiko.”
— Tomi Taufan
Strategi Berbasis Klien dan Teknologi
Pendekatan yang diterapkan Mirae Asset mengutamakan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan individu. Proses ini dimulai dengan analisis profil risiko secara mendalam sebelum memberikan rekomendasi instrumen investasi yang tepat. Dengan cara ini, perusahaan ingin memastikan bahwa setiap keputusan investasi selaras dengan rencana jangka panjang nasabah.
Dukungan infrastruktur menjadi tulang punggung dari transformasi ini. Selain memiliki 24 Office Education yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia, Mirae Asset juga memanfaatkan koneksi globalnya yang mencakup jaringan di 47 negara. Hal ini sangat krusial mengingat data menunjukkan bahwa sekitar 31% kekayaan investor kelas atas di Indonesia saat ini dialokasikan ke portofolio luar negeri.
Transformasi layanan ini mengintegrasikan teknologi digital onboarding dan advisory untuk memantau portofolio klien secara real-time di berbagai instrumen investasi.
Untuk memfasilitasi integrasi ini, perusahaan mengandalkan aplikasi M-STOCK. Platform ini memungkinkan nasabah untuk melakukan konsolidasi portofolio, di mana seluruh aset mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi dapat dipantau melalui satu antarmuka yang terpusat. Kemudahan akses ini diharapkan mampu memberikan pengalaman investasi yang lebih efisien dan terorganisir.
Fokus pada Ketahanan Aset Nasabah
Di luar sekadar mengejar keuntungan, filosofi wealth management yang diusung Mirae Asset menekankan pada pentingnya menjaga ketahanan aset di tengah gejolak pasar. Perusahaan menyadari bahwa dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, perlindungan terhadap nilai aset sama pentingnya dengan upaya meraih imbal hasil yang tinggi.
Strategi ini dirancang untuk memberikan rasa aman kepada nasabah melalui diversifikasi produk yang tepat. Dengan kombinasi layanan advisory yang personal dan akses ke berbagai instrumen investasi global, Mirae Asset berupaya membantu nasabah mengelola risiko agar aset mereka tetap terjaga dari penyusutan nilai.
Gunakan fitur konsolidasi portofolio pada aplikasi M-STOCK untuk memantau kinerja gabungan dari saham, reksa dana, dan obligasi agar alokasi aset tetap sesuai dengan profil risiko Anda.
Tomi menegaskan bahwa keberhasilan dalam pengelolaan kekayaan tidak hanya diukur dari besarnya return yang didapat, tetapi juga dari bagaimana strategi yang diterapkan mampu menjaga stabilitas portofolio nasabah. Melalui pendekatan yang terukur ini, Mirae Asset optimistis dapat memberikan nilai lebih bagi para nasabah dalam jangka panjang.
Pertanyaan Umum
Apakah layanan wealth management ini terbuka untuk semua nasabah?
Mirae Asset merancang layanan ini untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah yang lebih kompleks dengan pendekatan yang bersifat personal. Anda disarankan untuk menghubungi kantor cabang atau konsultan keuangan Mirae Asset untuk mengetahui kriteria dan penyesuaian strategi yang paling tepat bagi tujuan investasi Anda.
Bagaimana cara memantau aset global melalui Mirae Asset?
Nasabah dapat memanfaatkan aplikasi M-STOCK yang telah terintegrasi untuk memantau berbagai instrumen, termasuk akses ke produk-produk global dan ETF. Platform ini dirancang untuk memudahkan konsolidasi aset sehingga nasabah dapat melihat gambaran utuh dari seluruh portofolio mereka secara digital.
Apa perbedaan utama model client-centric dibandingkan cara lama?
Model client-centric berfokus pada analisis profil risiko dan tujuan finansial nasabah sebelum menentukan instrumen investasi. Berbeda dengan model product-centric yang lebih menonjolkan produk tertentu, pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah investasi yang diambil memang sesuai dengan kebutuhan dan ketahanan risiko masing-masing individu.
Ringkasan
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia bertransformasi dari sekadar perantara saham menjadi penyedia layanan wealth management yang berfokus pada kebutuhan personal nasabah. Melalui aplikasi M-STOCK, nasabah kini dapat mengonsolidasikan berbagai aset seperti saham, reksa dana, obligasi, hingga akses ke 769 instrumen ETF global untuk menjaga stabilitas portofolio.






