Menghargai Nikmat Allah: Mengapa Kita Harus Menghindari Pemborosan Makanan

5
0

Kita sering kali dengar pepatah “Jangan Pernah Sisakan Butir-butir Nasi di Piring.” Kata-kata ini tidak hanya sekadar nasihat dari orang tua, tapi juga memuat makna yang dalam tentang rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.

Dibaliknya tersimpan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menghargai nikmat Allah dan menghindari pemborosan.

Pemborosan makanan tidak hanya merupakan pemborosan rezeki, tapi juga menunjukkan sikap tidak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Saat kita menyisakan makanan, sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa ada ribuan orang di luar sana yang berharap mendapatkan sepotong nasi.

Bayangkan betapa banyaknya makanan yang terbuang sia-sia setiap hari, sementara di tempat lain ada orang yang kelaparan.

Ajaran ini juga tercermin dalam larangan Nabi Muhammad ﷺ terhadap pemborosan makanan.

Beliau memerintahkan agar tidak menyisakan makanan, bahkan sampai menjilati jari-jari tangannya untuk memastikan tidak ada bagian makanan yang terbuang.

Hal ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap potongan makanan dan menghindari pemborosan.

Pentingnya menghargai makanan juga tercermin dalam hadis yang menceritakan tentang Nabi ﷺ memerintahkan untuk menimbang makanan.

Ini menunjukkan bahwa kita harus bertanggung jawab terhadap penggunaan makanan dan tidak membuang-buangnya dengan sia-sia.

Tidak hanya itu, pemborosan makanan juga memiliki dampak lingkungan yang serius. Makanan yang terbuang akan menjadi sampah organik yang membusuk dan menghasilkan gas metana, yang merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global.

Dengan mengurangi pemborosan makanan, kita juga turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk menghindari pemborosan makanan, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Pertama, kita bisa mengatur porsi makanan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada sisa yang terbuang.

Kedua, kita bisa menyimpan sisa makanan dan menghangatkannya kembali untuk dikonsumsi di lain waktu. Selain itu, kita juga bisa berbagi makanan dengan orang-orang yang membutuhkan, sehingga tidak ada satu pun potongan makanan yang terbuang dengan percuma.

Baca Juga:  Bacaan Niat Puasa Gabungan Qadha Ramadhan Senin-Kamis dalam Bahasa Arab, Latin dan Tata Caranya

Dengan menghargai setiap potongan makanan dan menghindari pemborosan, kita dapat menjadi hamba-hamba yang bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Mari kita tingkatkan kesadaran kita akan pentingnya menghargai makanan dan berbagi dengan sesama, sehingga kita dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah kelaparan dan pemborosan makanan di dunia ini.

Sumber: Hidayatullah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *