Pembawa baki bendera merah putih menjadi pusat perhatian dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Tugas ini tidak hanya melibatkan sikap disiplin dan tanggung jawab, tetapi juga keberanian tampil di hadapan jutaan rakyat.
Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025, momen itu dipercayakan kepada seorang siswi asal Sulawesi Utara, Bianca Alessia Christabella Lantang.
Keberhasilannya menjalankan tugas sakral tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, para pejabat tinggi negara, serta seluruh masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Bianca, pengalaman ini bukan hanya sebuah amanah, melainkan juga kenangan yang akan melekat sepanjang hidupnya.
Profil Bianca Alessia, Pembawa Baki Bendera Merah Putih

Bianca Alessia Christabella Lantang lahir pada 28 Februari 2009 di Tomohon, Sulawesi Utara.
Saat ini ia menempuh pendidikan di SMA Lentera Harapan Tomohon dan dikenal sebagai siswi yang aktif serta berprestasi.
Selain rajin di bidang akademik, Bianca memiliki minat besar pada olahraga voli, menari, serta public speaking.
Cita-cita yang ia miliki pun beragam, mulai dari menjadi pegawai negeri, psikolog, pengusaha, hingga seorang polwan.
Kesempatan menjadi pembawa baki bendera merah putih adalah bukti kerja keras serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Perjalanan Bianca hingga dipercaya menjalankan tugas mulia ini melewati seleksi ketat.
Ia bersama puluhan perwakilan terbaik dari seluruh provinsi Indonesia ditempa melalui pelatihan intensif.
Disiplin, konsentrasi, dan kekompakan menjadi kunci dalam setiap latihan agar semua berjalan sempurna pada hari upacara.
Momen ketika ia melangkah dengan baki berisi Sang Saka Merah Putih menggambarkan puncak dari segala usaha yang dijalani.
Dengan penuh ketenangan, Bianca menunaikan tugasnya, memastikan transisi bendera kepada pengerek dan pembentang berjalan tanpa cela.
Momen Haru dan Kebanggaan di Istana Merdeka
Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan penuh makna.
Ketika Bianca berdiri di barisan depan sebagai pembawa baki bendera merah putih, sorot mata bangsa tertuju kepadanya.
Ia mengaku terharu sekaligus bangga karena dapat berkontribusi dalam upacara bersejarah yang hanya diikuti oleh putra-putri terbaik dari seluruh daerah.
Dalam keterangannya usai prosesi, Bianca menyampaikan rasa syukur karena bisa menjalankan tugas dengan baik bersama seluruh rekan Paskibraka.
Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil kerja sama yang solid dari seluruh tim, bukan hanya peran individu.
Rasa bangga juga diungkapkan oleh pengerek bendera, Farrel Argantha Irawan dari DKI Jakarta, yang menilai semua peran di Paskibraka sama pentingnya.
Hal serupa disampaikan El Rayyi Mujahid Faqih dari Kalimantan Timur, pembentang bendera yang merasa momen itu tak akan pernah ia lupakan.
Ketiganya menjadi simbol semangat persatuan yang menyatukan berbagai daerah dalam satu ikatan cinta tanah air.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto serta pejabat tinggi negara menambah suasana semakin sakral.
Sorak merdeka yang menggema usai pengibaran bendera menjadi penegas bahwa semangat perjuangan tetap hidup di hati generasi muda.
Makna Tugas Pembawa Baki Bendera Merah Putih
Posisi pembawa baki bendera merah putih tidak sekadar sebuah tugas seremonial.
Dalam tradisi Paskibraka, peran ini dianggap sangat penting karena menjadi simbol kepercayaan yang tinggi dari bangsa.
Bianca memahami benar makna tersebut, sehingga ia menunaikan amanah dengan penuh kesungguhan.
Baginya, setiap langkah adalah bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan.
Ia menegaskan bahwa generasi muda harus melanjutkan nilai perjuangan sesuai dengan bidang masing-masing.
Ketika baki berisi bendera berpindah tangan, suasana di Istana Merdeka berubah hening.
Detik itu menjadi sakral karena menjadi penanda kebersamaan seluruh bangsa dalam menghormati Merah Putih.
Ketenangan Bianca dalam menjalankan perannya menunjukkan kematangan mental yang ditempa dari latihan panjang.
Keberhasilan ini pun menjadi motivasi bagi generasi muda lain bahwa disiplin dan dedikasi selalu membuahkan hasil.
Momen tersebut juga menegaskan bahwa perjuangan di era kini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan mengukir prestasi dan mengabdi sesuai profesi.
Warisan Nilai dari Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka
Kolonel Infanteri Amril Hairuman Tehupelasury, yang bertugas sebagai komandan upacara, menekankan bahwa suksesnya pengibaran bendera merupakan buah dari persiapan matang.
Ia mengingatkan generasi muda untuk selalu meneladani semangat para pendiri bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Pesan tersebut sejalan dengan pengalaman Bianca sebagai pembawa baki bendera merah putih yang ingin terus mengabdi lewat profesi yang ia pilih kelak.
Apa yang ia jalani pada 17 Agustus 2025 bukan hanya sekadar seremoni, melainkan warisan nilai perjuangan bagi generasi berikutnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






