Mengejutkan! Donald Trump Cabut Izin Harvard Terima Mahasiswa Internasional Mulai 2025, Ribuan Pelajar Asing Terancam Dideportasi, Ini Alasannya

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump hentikan visa pelajar Harvard, ribuan mahasiswa internasional terancam pulang paksa dari Amerika Serikat. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Donald Trump hentikan visa pelajar Harvard, ribuan mahasiswa internasional terancam pulang paksa dari Amerika Serikat. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial di dunia pendidikan tinggi Amerika Serikat.

Kali ini, targetnya adalah Harvard University, institusi prestisius yang sudah lama jadi simbol akademik global.

Pemerintahan Trump mencabut izin Harvard untuk menerima mahasiswa asing, memicu gelombang kecaman dari dunia akademik dan politik.

Kebijakan ini berdampak langsung pada ribuan pelajar internasional yang selama ini menyumbang porsi signifikan dari populasi kampus Harvard.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari 6.800 mahasiswa dari luar negeri yang menempuh studi di sana harus mencari universitas baru atau terancam kehilangan status legal mereka di AS.

Kritik keras pun muncul dari banyak pihak, termasuk para anggota Kongres AS, yang menyebut langkah ini sebagai bentuk balas dendam politik dan ancaman terhadap kebebasan akademik.

Donald Trump Batalkan Izin Harvard, Mahasiswa Asing Jadi Korban Utama

DONALD TRUMP HENTIKAN VISA PELAJAR HARVARD, RIBUAN MAHASISWA INTERNASIONAL TERANCAM PULANG PAKSA DARI AMERIKA SERIKAT. (FOTO: INSTAGRAM @REALDONALDTRUMP)
Mengejutkan! Donald Trump Cabut Izin Harvard Terima Mahasiswa Internasional Mulai 2025, Ribuan Pelajar Asing Terancam Dideportasi, Ini Alasannya

Kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Donald Trump menandai eskalasi serius terhadap institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, secara langsung mengumumkan pencabutan sertifikasi Student and Exchange Visitor Program (SEVP) milik Harvard University.

Kebijakan ini dijadwalkan berlaku mulai tahun ajaran 2025-2026, dan secara efektif akan melarang Harvard untuk menerima pelajar asing baru.

Dalam pernyataannya, Noem menuduh Harvard telah menjadi tempat subur bagi penyebaran kekerasan dan antisemitisme, serta memiliki kedekatan dengan Partai Komunis Tiongkok.

Tuduhan ini menjadi dasar keputusan untuk mencabut hak Harvard dalam mengelola mahasiswa internasional.

Pemerintah menilai tindakan ini sebagai bentuk penegakan aturan dan pemutusan dukungan terhadap institusi yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai nasional.

Dampaknya sangat signifikan, karena mahasiswa internasional selama ini merupakan salah satu kontributor utama dalam pemasukan kampus melalui biaya kuliah yang jauh lebih tinggi dibanding pelajar domestik.

Donald Trump menilai banyak institusi elite seperti Harvard menggunakan label akademik untuk melindungi agenda-agenda yang menurutnya bertentangan dengan kepentingan nasional dan nilai-nilai Amerika.

Tak hanya itu, dalam surat resmi yang dilayangkan kepada Harvard, Noem memberikan batas waktu 72 jam untuk menyerahkan data lengkap seluruh pelajar asing.

Termasuk di antaranya adalah dokumen video dan rekaman suara terkait keterlibatan mereka dalam aksi protes lima tahun terakhir.

Jika pihak universitas gagal memenuhi tuntutan ini, maka seluruh akses terhadap program visa pelajar internasional akan dicabut secara permanen.

Donald Trump Dituding Gunakan Kekuasaan untuk Tekan Lembaga Akademik

Menurut pengamat kebijakan imigrasi, tindakan Donald Trump ini bukan semata masalah keamanan nasional, melainkan strategi politik.

Aaron Reichlin-Melnick dari American Immigration Council menyebutkan bahwa ribuan pelajar asing hanyalah korban dalam konflik antara pemerintah Trump dan institusi pendidikan yang dianggap berseberangan secara ideologis.

Donald Trump juga telah membekukan dana hibah federal senilai 3 miliar dolar kepada Harvard, menyusul tudingan bahwa kampus tersebut gagal mengatasi pelecehan antisemitisme di lingkungan akademiknya.

Harvard sendiri sudah mengajukan gugatan untuk mengembalikan pendanaan tersebut, serta menyebut keputusan pemerintah sebagai tindakan tidak sah dan mencederai misi universitas sebagai pusat riset dan pendidikan global.

Tak hanya dari lingkungan akademik, keputusan Donald Trump ini juga menuai kecaman dari kalangan politik.

Anggota Kongres Jaime Raskin menyebut tindakan tersebut sebagai serangan langsung terhadap kemerdekaan akademik.

Ia menuduh pemerintahan Trump mempolitisasi lembaga pendidikan dan menjadikan mereka target karena perbedaan pandangan politik.

Sementara itu, pihak universitas menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk melindungi mahasiswa internasional dan akan melakukan segala cara hukum untuk melawan kebijakan tersebut.

Dalam pernyataannya, Harvard menyebut langkah pemerintah sebagai tindakan pembalasan yang bisa merusak reputasi akademik Amerika Serikat di mata dunia.

Langkah Donald Trump ini juga menciptakan ketidakpastian besar di banyak universitas lain, seperti Columbia University, yang disebut-sebut sedang diawasi dan bisa mengalami nasib serupa.

Dalam wawancaranya di Fox News, Noem memperingatkan bahwa universitas lain “harus segera berbenah.”

Keputusan Donald Trump untuk mencabut izin Harvard menerima mahasiswa asing bukan hanya berdampak pada ribuan pelajar internasional, tetapi juga mempertegang hubungan antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.

Dengan dalih menjaga keamanan nasional dan mencegah penyebaran ideologi radikal, Trump justru menimbulkan kekhawatiran global akan masa depan kebebasan akademik dan integritas sistem pendidikan di Amerika Serikat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Situasi Memanas! AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz, Dunia Waspada
Tak Sampai Sepekan, Polisi Barru Ringkus Maling Peresah Warga
Sambut Hari Bhayangkara, Polisi Barru Bersih-Bersih Masjid
Pemadaman Lampu di Jakarta 13 Juni 2026 Digelar Serentak, Cek Lokasi Terdampak dan Detail Jamnya
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus
Siap Digelar! BTN Jakarta International Marathon 2026 Pecahkan Rekor Peserta, Jakarta Jadi Sorotan Asia
Kapan Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal dan Makna 1 Muharram 1448 H
Aksi “Indonesia Bangkrut” Ricuh? Mahasiswa UI & UNJ Terhambat Menuju Lokasi

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:10 WIB

Situasi Memanas! AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz, Dunia Waspada

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:15 WIB

Tak Sampai Sepekan, Polisi Barru Ringkus Maling Peresah Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:05 WIB

Sambut Hari Bhayangkara, Polisi Barru Bersih-Bersih Masjid

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pemadaman Lampu di Jakarta 13 Juni 2026 Digelar Serentak, Cek Lokasi Terdampak dan Detail Jamnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:38 WIB

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus

Berita Terbaru

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polisi Bersihkan Masjid di Sejumlah Kecamatan di Barru

Internasional

Sambut Hari Bhayangkara, Polisi Barru Bersih-Bersih Masjid

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:05 WIB

Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi

Life Style

4 Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi Saat Memakai Helm

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:38 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dlivetotobet WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66livetotobet
Dilindungi Oleh
Shield Security