Redaksiku.com – Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Tengah mengambil langkah strategis dengan menggandeng RSUD Pandan Arang Boyolali. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan dan Pemberdayaan Kader yang berlangsung pada hari Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan yang diprakarsai langsung oleh LKA Jateng ini dirancang khusus untuk membekali para kader organisasi dengan pengetahuan medis yang memadai. Sebanyak 30 kader Ansor dari berbagai daerah di wilayah Solo Raya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Penguatan Kapasitas Kader di Bidang Kesehatan
Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Husein Ahmadi, hadir memberikan sambutan penting mewakili Ketua PW GP Ansor Jateng, Dr. Shidqon Prabowo, S.H., M.H. (Gus Shidqon). Beliau menekankan bahwa peningkatan kapasitas kader di sektor kesehatan merupakan agenda yang sangat krusial bagi organisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pembekalan ini, para kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang bersifat konvensional. Mereka juga dituntut memiliki kepekaan serta pemahaman mendalam ketika berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas kesehatan para kader Ansor sekaligus memperkuat peran pemberdayaan masyarakat.
Ketua panitia kegiatan, drg. Fauzan Arif Munandar, memaparkan bahwa pemilihan peserta dari wilayah Solo Raya didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menciptakan simpul-simpul kesehatan di tingkat akar rumput. Kerja sama dengan RSUD Pandan Arang Boyolali dinilai sangat tepat untuk menghadirkan narasumber yang kredibel di bidangnya.
Materi Komprehensif Penyakit dan Pertolongan Pertama
Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan berbagai informasi mendalam mengenai spektrum luas masalah kesehatan masyarakat. Kurikulum pelatihan dirancang sedemikian rupa agar mencakup aspek pencegahan penyakit menular maupun tidak menular yang sering dijumpai di tengah masyarakat.
Direktur RSUD Pandan Arang Boyolali, dr. Yustinus Slamet Nugroho, Sp.P., M.Kes., menegaskan bahwa kader organisasi kemasyarakatan memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka berada di garis depan yang bersentuhan langsung dengan warga, sehingga respons awal yang tepat sangat menentukan keselamatan pasien.
Sebanyak 30 kader dari Solo Raya mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga medis profesional RSUD Pandan Arang Boyolali.
Berikut adalah jajaran tenaga medis profesional yang hadir membagikan keahlian mereka kepada para kader Ansor:
- Suryo Probo Sukarno, AMK bersama tim memberikan pelatihan teknis mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD).
- dr. Andi Nila Kemalasari Nasrullah, Sp.P. memaparkan materi penting seputar pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TBC) serta pneumonia.
- dr. Luthfan Adiputra, Sp.PD. menyampaikan edukasi mendalam mengenai bahaya serta manajemen klinis kasus HIV dan hepatitis.
Pentingnya Keterampilan Darurat bagi Masyarakat
Selain mendapatkan pemahaman teoretis mengenai patogen dan penularan penyakit, para peserta juga mengikuti simulasi praktis. Pelatihan ini menitikberatkan pada keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat.
Penanganan trauma akibat kecelakaan jalan raya menjadi salah satu topik yang mendapatkan porsi latihan intensif. Keterampilan ini dinilai sangat vital agar kader mampu memberikan pertolongan awal yang benar sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
“Peningkatan pemahaman mengenai kesehatan diharapkan dapat membantu kader memberikan respons awal yang tepat ketika menghadapi persoalan kesehatan di lingkungan sekitar.”
— dr. Yustinus Slamet Nugroho, Sp.P., M.Kes.
Sinergi berkelanjutan antara LKA PW GP Ansor Jawa Tengah dan RSUD Pandan Arang Boyolali ini diproyeksikan mampu melahirkan agen-agen perubahan di bidang kesehatan. Manfaat organisasi pun dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas melalui peningkatan kualitas hidup dan kesiapsiagaan darurat yang lebih baik.
Pastikan selalu mendapatkan informasi kesehatan resmi dari tenaga medis terlatih sebelum melakukan tindakan penanganan darurat pada pasien.
Pertanyaan Umum
Siapa saja yang mengikuti seminar kesehatan tersebut?
Seminar ini diikuti oleh sekitar 30 kader Gerakan Pemuda Ansor yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Solo Raya.
Apa saja materi utama yang diajarkan dalam kegiatan ini?
Materi yang diberikan meliputi pengetahuan tentang penyakit menular dan tidak menular seperti TBC, pneumonia, HIV, dan hepatitis, serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan penanganan trauma kecelakaan.
Siapa penyelenggara kolaborasi seminar kesehatan ini?
Kegiatan ini diprakarsai oleh Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) PW GP Ansor Jawa Tengah bekerja sama secara strategis dengan RSUD Pandan Arang Boyolali.
Ringkasan
Pada 19 September 2026, Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) PW GP Ansor Jawa Tengah bekerja sama dengan RSUD Pandan Arang Boyolali menggelar Seminar Kesehatan dan Pemberdayaan Kader. Kegiatan ini diikuti oleh 30 kader GP Ansor dari wilayah Solo Raya dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kesadaran kesehatan di tingkat akar rumput.
Pelatihan ini menghadirkan tenaga medis profesional seperti Direktur RSUD Pandan Arang dr. Yustinus Slamet Nugroho, Sp.P., M.Kes., dr. Andi Nila Kemalasari Nasrullah, Sp.P., dan dr. Luthfan Adiputra, Sp.PD. Para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pencegahan TBC, pneumonia, HIV, hepatitis, hingga pelatihan teknis Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta penanganan trauma kecelakaan.
Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu mencetak kader-kader Ansor yang memiliki kepekaan tinggi dan keterampilan darurat yang tepat. Dengan demikian, para kader dapat berfungsi sebagai simpul kesehatan terdepan yang sigap membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan medis di lingkungan sekitar.






