RSU Tangsel sebagai pemilik otoritas tertinggi atas area tersebut seharusnya bertindak bijak dengan melibatkan semua pihak sebelum membuat keputusan strategis.
Sebagai kesimpulan, konflik antara PT BCI dan ormas Pemuda Pancasila di RSU Tangsel menjadi potret kecil dari ketegangan antara sistem formal dengan realitas sosial di lapangan.
Meski PT BCI memiliki dokumen sah, namun pengabaian terhadap partisipasi warga dan kelompok lokal bisa menciptakan resistensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pihak rumah sakit dan lembaga pemerintah lain untuk lebih inklusif dalam mengambil keputusan, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Ketegasan hukum memang penting, tapi komunikasi yang terbuka dan dialog yang konstruktif lebih dibutuhkan untuk mencegah konflik yang merugikan semua pihak.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






