Redaksiku.com – Kisah toleransi antarumat beragama kembali menyita perhatian publik di Indonesia.
Kali ini datang dari Sorong, ketika seorang anak laki-laki beragama Kristen menjadi sorotan karena secara konsisten menemani sahabatnya pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Tarawih selama bulan Ramadan.
Cerita tersebut menjadi viral di media sosial setelah sejumlah video yang memperlihatkan kebersamaan dua bocah tersebut beredar luas di internet. Meski berasal dari latar belakang agama yang berbeda, keduanya menunjukkan persahabatan yang tulus tanpa terhalang perbedaan keyakinan.
Anak yang menjadi perhatian publik itu diketahui bernama Revan. Ia merupakan seorang penganut agama Kristen yang tinggal di Sorong. Selama bulan suci Ramadan, Revan terlihat hampir setiap malam ikut berjalan bersama sahabatnya, Adit, menuju masjid untuk melaksanakan salat Tarawih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah konsistensi Revan yang terus mendampingi temannya hingga memasuki hari ke-15 Ramadan 1447 Hijriah.
Berawal dari Video yang Viral di Media Sosial
Kisah tersebut pertama kali mencuri perhatian warganet melalui unggahan di platform TikTok. Video-video tersebut dibagikan oleh akun @marthin.making yang secara rutin memperlihatkan momen kebersamaan kedua anak tersebut setiap malam selama Ramadan.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat Adit datang menjemput Revan di rumahnya sebelum waktu salat Tarawih tiba. Ketika pintu rumah dibuka, Revan tampak keluar dengan penuh semangat untuk bergabung dengan sahabatnya menuju masjid.
Keduanya kemudian berjalan bersama menuju tempat ibadah umat Islam di lingkungan tempat tinggal mereka. Momen sederhana ini terus diulang hampir setiap malam selama Ramadan, sehingga menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Banyak warganet yang merasa tersentuh melihat bagaimana dua anak kecil dapat menunjukkan nilai persahabatan dan toleransi yang begitu alami.
Persahabatan yang Melampaui Perbedaan Keyakinan
Kisah Revan dan Adit menjadi gambaran nyata bagaimana nilai toleransi dapat tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan anak-anak.
Meskipun bukan seorang Muslim, Revan tetap memilih untuk menemani sahabatnya pergi ke masjid setiap malam selama Ramadan. Ia tidak mengikuti salat Tarawih secara langsung, tetapi tetap berada di sekitar masjid sambil menunggu Adit menyelesaikan ibadahnya.
Kehadirannya lebih merupakan bentuk dukungan kepada sahabatnya yang menjalankan ibadah di bulan suci.
Fenomena ini dianggap oleh banyak orang sebagai contoh nyata bahwa hubungan sosial yang harmonis dapat terjalin tanpa harus terhalang oleh perbedaan latar belakang agama.
Bagi kedua anak tersebut, kegiatan tersebut tampaknya hanyalah bagian dari rutinitas bermain bersama. Namun bagi banyak orang yang menyaksikannya melalui media sosial, momen itu justru memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Reaksi Santai dari Orang Tua
Salah satu hal yang juga menarik perhatian publik adalah respons dari orang tua Revan ketika mengetahui anaknya rutin pergi ke masjid bersama teman-temannya.
Beberapa warganet sempat mempertanyakan bagaimana sikap keluarga terhadap kebiasaan tersebut. Namun ternyata reaksi orang tua Revan justru sangat santai.
Alih-alih melarang atau merasa khawatir, mereka justru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Bahkan, menurut cerita yang beredar di media sosial, orang tua Revan hanya tertawa melihat tingkah laku polos anak mereka yang begitu antusias mengikuti kegiatan Ramadan bersama teman-temannya.
Sikap orang tua tersebut dinilai sebagai salah satu faktor penting yang memungkinkan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang terbuka dan menghargai perbedaan.
Banyak pihak menilai bahwa pendidikan toleransi memang sering kali dimulai dari lingkungan keluarga.
Mendapat Respons Positif dari Warganet
Setelah video tersebut viral, ribuan komentar membanjiri unggahan yang memperlihatkan kebersamaan Revan dan Adit.
Sebagian besar warganet memberikan respons positif dan mengapresiasi sikap kedua anak tersebut yang dianggap mencerminkan nilai toleransi yang kuat.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebut kisah tersebut sebagai gambaran nyata tentang semangat kebhinekaan di Indonesia.
Tidak sedikit pula komentar yang bernada humor namun tetap mengandung pesan positif.
Salah satu komentar yang cukup viral menyebut bahwa Revan seolah sedang mengambil S3 pemasaran karena kemampuannya beradaptasi dan berbaur dengan sangat baik di lingkungan yang berbeda keyakinan.
Komentar lain menyebut bahwa kisah tersebut adalah contoh sederhana tentang bagaimana toleransi sebenarnya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus dibahas melalui teori yang rumit.
Ini baru Indonesia. Toleransi tidak perlu penjelasan panjang, cukup lihat persahabatan mereka, tulis seorang warganet di kolom komentar.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






