Selain kerugian fisik, banyak kenangan dan dokumen berharga yang turut musnah bersama ruang wakil gubernur. Arsip foto, data administrasi pemerintahan, hingga dokumen perencanaan pembangunan daerah ikut lenyap. Hal ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena sebagian data tersebut tidak memiliki salinan digital.
Sebagai penutup, terbakarnya ruang wakil gubernur di Gedung Grahadi Surabaya menjadi simbol betapa rentannya stabilitas sosial ketika kemarahan massa tidak lagi bisa dikendalikan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat, sekaligus memperkuat sistem keamanan agar aset bersejarah tidak kembali menjadi korban amukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tragedi di Surabaya ini kini tercatat dalam sejarah kelam kota pahlawan, meninggalkan puing-puing gedung, trauma sosial, dan pertanyaan besar tentang arah demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






