
Redaksiku.com – JAKARTA — Gelandang andalan Bayern Munchen, Jamal Musiala, akhirnya angkat bicara pada Kamis, 3 September 2026, setelah dua kali mengalami insiden terjatuh dan kehilangan kesadaran di lapangan hijau dalam rentang waktu empat hari.
Pemain berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya menderita kejang absensi singkat dan sementara yang diakibatkan oleh disfungsi neurologis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden terbaru menimpa Jamal Musiala saat memperkuat Bayern Munchen dalam laga uji coba pramusim melawan FC Heidenheim pada Selasa, 18 Agustus 2026 malam waktu setempat.
Kala itu, sang gelandang mendadak jatuh tak sadarkan diri hanya berselang delapan menit setelah masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti.
Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi ketika Bayern Munchen menghadapi RB Leipzig dalam pertandingan persahabatan lainnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Situasi ini kontan memicu kekhawatiran dari para pendukung klub raksasa Jerman tersebut maupun pencinta sepak bola internasional mengingat intensitas kejadian yang beruntun.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Jamal Musiala memilih menggunakan akun media sosial pribadinya untuk meredakan kecemasan publik.
Ia membeberkan secara terbuka diagnosis medis yang diterimanya agar para suporter mendapatkan informasi yang akurat langsung dari sumbernya.
“Saya mengerti bahwa banyak dari Anda khawatir. Saya ingin menghilangkan kekhawatiran tersebut hari ini dan menjelaskan situasinya: Saya telah didiagnosis menderita kejang absensi singkat dan sementara, tetapi dapat diobati, akibat disfungsi neurologis,” tulis Jamal Musiala.
Penanganan Medis dan Dukungan Klub
Menurut penjelasan sang pemain, kondisi tersebut memang menjadi pemicu utama di balik insiden pingsan saat ia menghadapi RB Leipzig dan FC Heidenheim.
Kendati demikian, ia memastikan bahwa dirinya telah mendapatkan penanganan medis secara intensif dari tim dokter spesialis yang kompeten.
“Saya tahu mungkin terlihat mengkhawatirkan pada pandangan pertama, tetapi bagi saya, saat ini hal itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari saya. Saya menerima perawatan medis yang sangat baik dan tetap sangat optimistis,” ujar dia.
Dukungan penuh juga mengalir dari internal klub, termasuk dari Direktur Olahraga Bayern Munchen, Max Eberl, yang sebelumnya sempat memberikan tanggapan terkait kondisi sang pemain.
Max Eberl menyatakan bahwa pihak manajemen klub sejak awal telah mengetahui situasi medis yang dialami oleh Jamal Musiala secara mendalam.
“Kami mengetahuinya dan kami menyadari situasinya,” kata Max Eberl kepada awak media.
Selain pihak klub, keluarga serta orang-orang terdekat terus mendampingi Jamal Musiala dalam menghadapi tantangan kesehatan di tengah karier profesionalnya yang sedang menanjak.
Ia menegaskan bahwa dirinya berada dalam pengawasan ketat dari para profesional medis yang secara konsisten memantau proses pemulihannya setiap hari.
Keputusan untuk Tetap Bermain
Lebih lanjut, Jamal Musiala menegaskan bahwa tidak ada risiko kesehatan jangka panjang yang membahayakan keselamatannya berdasarkan hasil konsultasi medis.
Ia telah mengantongi izin resmi dari ahli saraf yang menanganinya untuk tetap melanjutkan aktivitas fisik yang dinilai aman bagi pemulihannya.
“Yang penting, tidak ada risiko kesehatan lebih lanjut yang terlibat. Dalam konsultasi yang erat dan kontak rutin dengan para ahli, itu adalah keinginan pribadi saya untuk menghadapi tantangan ini,” kata Jamal Musiala.
Dengan mengantongi lampu hijau dari tim dokter, pemain kelahiran Stuttgart itu memilih untuk terus merumput di lapangan hijau demi menjaga performanya.
Ia menyatakan kesiapan mental dan fisik serta mengambil alih seluruh tanggung jawab atas keputusan besar untuk tetap aktif bermain sepak bola.
“Saya telah mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan ini. Secara keseluruhan, saya merasa sangat positif dan berada di jalur yang benar,” pungkasnya.
Rekam Jejak Cedera dan Perjalanan Karier
Sebelum mengalami gangguan neurologis ini, Jamal Musiala baru saja menuntaskan masa pemulihan yang cukup panjang akibat cedera fisik yang parah.
Ia sempat menderita patah tulang kaki kiri ketika Bayern Munchen berhadapan dengan klub Prancis Paris Saint-Germain pada ajang Piala Dunia Antarklub musim panas tahun lalu.
Setelah berjuang melalui proses rehabilitasi yang melelahkan, ia akhirnya kembali merumput bersama Bayern Munchen di ajang Bundesliga pada awal tahun 2026.
Jamal Musiala kembali memperkuat tim nasional Jerman dan menjadi salah satu pilar penting lini tengah pada ajang Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, langkah tim nasional Jerman dalam turnamen akbar tersebut harus terhenti lebih awal dari target yang telah dicanangkan sebelumnya.
Der Panzer secara mengejutkan harus tersingkir lebih cepat setelah dikalahkan oleh tim nasional Paraguay pada babak 32 besar turnamen.
Kini, setelah kembali ke klub, sorotan publik dan media kembali terpusat pada kondisi kesehatan Jamal Musiala menyusul insiden pingsan beruntun di sesi pramusim.
Manajemen Bayern Munchen dipastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan sang gelandang secara berkala guna memastikan keselamatannya di masa mendatang.
Pertanyaan Umum
Apa diagnosis medis yang dialami oleh Jamal Musiala?
Jamal Musiala didiagnosis menderita kejang absensi singkat dan sementara yang disebabkan oleh disfungsi neurologis.
Kapan insiden tersebut terjadi di lapangan?
Insiden tersebut terjadi dua kali dalam rentang waktu empat hari, yakni saat melawan RB Leipzig pada 15 Agustus 2026 dan FC Heidenheim pada 18 Agustus 2026.
Apakah Jamal Musiala tetap diizinkan bermain sepak bola?
Ya, ia telah berkonsultasi dengan ahli saraf dan mendapatkan izin medis untuk tetap bermain atas kemampuannya sendiri serta pengawasan ketat.
Ringkasan
Gelandang Bayern Munchen, Jamal Musiala, mengungkap penyebab dirinya pingsan di lapangan akibat kejang absensi dari disfungsi neurologis ringan.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Dept Olahraga


