Game Online Bukan Termasuk Olahraga? Ini Pernyataan Kontroversial Menkomdigi yang Picu Pro-Kontra

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi tegaskan game online bukan olahraga, meski esports sudah masuk SEA Games dan Asian Games. (Foto: Dok. Komdigi)

Menkomdigi tegaskan game online bukan olahraga, meski esports sudah masuk SEA Games dan Asian Games. (Foto: Dok. Komdigi)

Game online kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan kontroversial dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafid.

Dalam kunjungannya ke Purwakarta, Meutya menyampaikan pendapat pribadi bahwa game online bukan termasuk olahraga karena tidak melibatkan aktivitas fisik secara langsung.

Pernyataan ini menuai beragam reaksi, mengingat esports saat ini telah resmi menjadi cabang olahraga yang diakui di berbagai ajang internasional.

Pernyataan Tegas Menkomdigi tentang Game Online

Menkomdigi tegaskan game online bukan olahraga, meski esports sudah masuk SEA Games dan Asian Games. (Foto: Dok. Komdigi)
Game Online Bukan Termasuk Olahraga? Ini Pernyataan Kontroversial Menkomdigi yang Picu Pro-Kontra

Dalam kunjungannya ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Purwakarta, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafid, kembali menyoroti fenomena game online yang kini begitu digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sesi konferensi pers yang digelar usai peninjauan lapangan, Meutya menyampaikan pandangannya secara lugas mengenai status game ini dalam konteks olahraga.

Menurutnya, game ini tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga karena tidak melibatkan unsur gerak tubuh secara nyata maupun aktivitas fisik yang menghasilkan keringat.

Ia menekankan bahwa istilah “olahraga” seharusnya tidak hanya berfokus pada kompetisi atau aspek strategis digital, tetapi juga perlu mencakup elemen fundamental berupa kegiatan fisik yang menuntut gerakan nyata dari tubuh.

Dalam pandangannya, olahraga adalah aktivitas yang menyatukan tubuh dan pikiran melalui pergerakan yang terukur dan menghasilkan dampak fisik secara langsung.

“Kalau bagi saya, sport tetap perlu melibatkan juga giat-giat fisik, selain juga online. Saya nggak bilang online itu jelek, tapi tetap, kalau namanya sport, perlu ada giat fisiknya,” ujar Meutya dikutip pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Pernyataan ini menjadi menarik karena disampaikan dalam konteks yang sangat relevan, yaitu ketika muncul perdebatan publik mengenai peran game ini dalam kehidupan anak-anak.

Salah satu polemik yang mencuat belakangan ini adalah langkah sebagian daerah yang membawa siswa bermasalah ke lingkungan militer, dengan alasan untuk memperbaiki disiplin dan perilaku yang salah satunya dipengaruhi oleh kecanduan bermain game.

Menanggapi isu tersebut, Meutya Hafid menyampaikan bahwa prioritas utama pemerintah pusat saat ini bukan semata-mata menghukum, melainkan mengembalikan anak-anak ke jalur kehidupan yang sehat, baik secara mental maupun fisik.

Menurutnya, perhatian terhadap dampak digital sangat penting, terutama di tengah arus teknologi yang terus berkembang tanpa batas.

Ia menekankan bahwa ruang digital memiliki dua sisi: satu sisi membuka peluang untuk belajar, berkompetisi, dan berprestasi, namun di sisi lain juga menyimpan potensi bahaya ketika tidak ada kontrol, terutama dalam konteks penggunaan game online secara berlebihan.

Oleh karena itu, keseimbangan antara dunia virtual dan aktivitas nyata menjadi penting untuk menjaga perkembangan anak-anak agar tidak timpang.

Dalam pernyataan tersebut, Meutya juga tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa game online dan esports telah menjadi bagian dari realitas saat ini.

Namun, ia tetap meyakini bahwa jika ingin dikategorikan sebagai cabang olahraga, sebuah aktivitas harus memenuhi unsur fundamental berupa aktivitas fisik, bukan hanya sekadar keterampilan digital.

Game Online Menjadi Cabang Olahraga Resmi dalam Ajang Sea Games

Meskipun mendapat kritik dari Menkomdigi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa game online telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga.

Esports, yang merupakan kompetisi berbasis game online, kini menjadi bagian dari KONI dan masuk dalam daftar cabang olahraga resmi di Indonesia.

Tidak hanya itu, esports juga telah menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Keikutsertaan game online di event olahraga multinasional ini menunjukkan adanya perkembangan signifikan terhadap pengakuan esports secara global.

Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) bahkan sudah mulai mempersiapkan para atlet esports dengan pendekatan sports science.

Program pelatnas yang disusun mencakup aspek fisik, mental, dan strategi, menunjukkan bahwa game online kini tak hanya mengandalkan keterampilan digital semata, tetapi juga melibatkan aspek ketahanan tubuh dan psikologis.

Implikasi Game Online terhadap Perilaku dan Kesehatan Anak

Salah satu alasan utama Meutya Hafid mengangkat isu ini adalah kekhawatiran terhadap dampak game online pada perilaku anak-anak di Indonesia.

Ia menyatakan bahwa ada indikasi meningkatnya masalah perilaku digital, termasuk kecanduan dan menurunnya kemampuan interaksi sosial akibat penggunaan game online secara berlebihan.

Polemik ini makin memanas karena adanya kebijakan memasukkan siswa bermasalah ke pelatihan militer, yang salah satu penyebab perilaku menyimpangnya dikaitkan dengan kecanduan bermain game secara online.

Pemerintah menganggap penting untuk mengembalikan anak-anak ke kondisi yang sehat secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

Namun di sisi lain, banyak pihak menilai bahwa solusi terhadap dampak negatif game online seharusnya bukan melalui pelarangan atau pengurangan pengakuan, melainkan edukasi dan pengawasan yang lebih tepat sasaran.

Game online, jika dimanfaatkan dengan bijak, bisa menjadi media pembelajaran, pengembangan strategi, dan bahkan sumber penghasilan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB