Siswa SDN 01 Sumberdem Belajar Potensi Bambu Lewat Layang-Layang

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

potensi bambu — Siswa SDN 01 Sumberdem melukis layang-layang bambu bersama mahasiswa KKN UNS

Siswa SDN 01 Sumberdem belajar tentang potensi bambu melalui kegiatan melukis layang-layang bersama mahasiswa KKN UNS.

Redaksiku.com – Suasana kelas IV di SDN 01 Sumberdem mendadak riuh dengan tawa dan coretan warna-warni pada Senin (8/9/2026). Para siswa tidak sedang belajar di dalam buku teks, melainkan tengah mengeksplorasi potensi bambu yang menjadi identitas kebanggaan Kampung Deling melalui kegiatan melukis layang-layang.

Inisiatif kreatif ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diusung oleh mahasiswa KKN 179 Universitas Sebelas Maret (UNS). Dengan mengangkat tema edukasi potensi bambu, mereka berupaya menjembatani pemahaman anak-anak mengenai kekayaan alam di desa mereka sendiri dengan konsep ekonomi kreatif yang lebih modern.

Mengenal Bambu sebagai Aset Lokal

Bagi anak-anak di Sumberdem, bambu mungkin sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang biasa. Namun, melalui program ini, mahasiswa KKN mencoba mengubah perspektif tersebut. Siswa diajak untuk tidak sekadar melihat bambu sebagai tanaman, melainkan sebagai komoditas berharga yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sesi materi yang interaktif, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis bambu yang tumbuh di sekitar mereka. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang ringan, sehingga anak-anak mampu memahami perbedaan karakteristik setiap jenis bambu serta potensi kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa kelas IV SDN 01 Sumberdem mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan bambu melalui sesi interaktif yang melibatkan setidaknya 179 mahasiswa KKN UNS dalam rangkaian program kerja di desa tersebut.

Kreativitas sebagai Jembatan Ekonomi

Setelah memahami teori dasar, tantangan sebenarnya dimulai. Siswa diajak untuk mempraktikkan langsung kreativitas mereka dengan menghias layang-layang yang rangkanya terbuat dari bambu. Proses ini menjadi sarana belajar yang efektif karena menghubungkan bahan alam dengan produk kerajinan yang akrab dengan dunia anak-anak.

Setiap siswa diberikan kebebasan penuh untuk menuangkan ide, pola, dan warna pada layang-layang mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa benda sederhana dari alam dapat bertransformasi menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika dan jual, yang merupakan fondasi dasar dari pengembangan ekonomi kreatif desa.

Aktivitas ini memberikan pengalaman praktis yang jauh lebih berkesan dibandingkan hanya mendengarkan ceramah di depan kelas. Dengan memegang langsung rangka bambu dan membentuknya menjadi layang-layang, mereka mulai memahami bahwa potensi lokal Kampung Deling bukan sekadar warisan alam, melainkan peluang masa depan.

Praktik Melukis Layang-Layang sebagai Pemanfaatan Potensi Bambu untuk Mengasah Kreativitas Siswa/i SDN 01 Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Pengenalan potensi lokal sejak dini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan siswa terhadap sumber daya alam yang tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.

Praktik Melukis Layang-Layang sebagai Pemanfaatan Potensi Bambu untuk Mengasah Kreativitas Siswa/i SDN 01 Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Kolaborasi untuk Masa Depan Desa

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara pihak sekolah, mahasiswa KKN, dan masyarakat setempat. Pendekatan yang dilakukan oleh tim KKN UNS ini terbukti mampu memantik antusiasme siswa dalam mengenali potensi desa mereka. Harapannya, benih-benih kreativitas yang ditanamkan hari ini dapat tumbuh menjadi kesadaran untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan desa di masa mendatang.

Mengajarkan anak-anak tentang potensi lokal melalui media kreatif seperti layang-layang dapat meningkatkan daya ingat dan minat mereka terhadap ekonomi kreatif dibandingkan dengan metode ceramah konvensional.

Melalui langkah ini, siswa tidak hanya berperan sebagai konsumen dari hasil alam, tetapi mulai belajar menjadi inovator cilik yang memahami nilai tambah dari bambu. Ini adalah langkah kecil namun krusial dalam membangun kemandirian ekonomi desa yang berbasis pada kearifan lokal dan kreativitas generasi muda.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari kegiatan melukis layang-layang di SDN 01 Sumberdem?

Tujuan utamanya adalah mengenalkan potensi bambu sebagai sumber daya lokal kepada siswa kelas IV serta menumbuhkan minat mereka terhadap ekonomi kreatif melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.

Mengapa mahasiswa KKN 179 UNS memilih bambu sebagai materi edukasi?

Bambu dipilih karena merupakan komoditas yang melimpah di Kampung Deling dan memiliki potensi ekonomi yang besar jika diolah dengan kreativitas, sehingga relevan untuk dikenalkan sejak usia sekolah.

Bagaimana kegiatan ini mendukung ekonomi kreatif di Desa Sumberdem?

Kegiatan ini menanamkan kesadaran sejak dini bahwa sumber daya alam lokal dapat dikembangkan menjadi kerajinan bernilai jual, yang merupakan elemen penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di tingkat desa.

Ringkasan

Mahasiswa KKN 179 UNS mengedukasi siswa SDN 01 Sumberdem tentang potensi bambu sebagai komoditas ekonomi melalui kegiatan melukis layang-layang. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai nilai tambah kekayaan alam lokal Kampung Deling dalam pengembangan ekonomi kreatif desa.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemanfaatan AI dalam Pendidikan: Tantangan dan Strategi Sekolah
Lulusan Ners Horizon Education Capai Kelulusan 100%
KKN 292 UNS Gelar Lomba Seni Literasi untuk Anak Desa Tawangsari
Pilihan Wangi Parfum Wanita Tahan Lama untuk ke Kantor
Jasa Dokumentasi Udara Sans Drone Terpercaya di Jogja
Pemprov Papua Tengah Pastikan Guru Pendidikan Gratis Aktif di Wilayah 3T
Syarat dan Tunjangan Beasiswa Pemerintah Swiss Rp54 Juta
4 Jurusan Kuliah Populer dengan Prospek Kerja Cerah dan Gaji Tinggi

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 03:07 WIB

Pemanfaatan AI dalam Pendidikan: Tantangan dan Strategi Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 01:17 WIB

Lulusan Ners Horizon Education Capai Kelulusan 100%

Senin, 21 September 2026 - 00:56 WIB

KKN 292 UNS Gelar Lomba Seni Literasi untuk Anak Desa Tawangsari

Senin, 21 September 2026 - 00:43 WIB

Pilihan Wangi Parfum Wanita Tahan Lama untuk ke Kantor

Senin, 21 September 2026 - 00:32 WIB

Jasa Dokumentasi Udara Sans Drone Terpercaya di Jogja

Berita Terbaru

Lonjakan kasus campak di Pennsylvania mendorong peningkatan antrean warga untuk mendapatkan vaksinasi.

Measles

Wabah Campak di Pennsylvania Picu Lonjakan Vaksinasi

Senin, 21 Sep 2026 - 04:19 WIB

JD Vance menyampaikan pandangannya mengenai konsep identitas dan warisan budaya Amerika Serikat.

United States Politics and Government

Analisis Konsep Identitas Ke-Amerikaan JD Vance dan Dampaknya

Senin, 21 Sep 2026 - 04:17 WIB

Arlyansyah Abdulmanan menjadi penentu kemenangan Persija Jakarta lewat gol tunggalnya dalam laga krusial.

Liga Indonesia

Arlyansyah Abdulmanan Bertekad Jaga Performa Usai Cetak Gol Persija

Senin, 21 Sep 2026 - 04:11 WIB

error: Content is protected !!