Redaksiku.com – Madiun — Upaya menanamkan kesadaran finansial dan jiwa wirausaha sejak dini kini mulai digalakkan di bangku sekolah dasar melalui berbagai pendekatan kreatif yang dekat dengan keseharian anak-anak. Langkah nyata ini diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 155 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang merancang program edukasi khusus bagi para siswa SDN Lebak, Desa Lebakayu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Pelaksanaan program ini dibagi menjadi dua sesi utama yang disesuaikan secara cermat dengan tingkat perkembangan kognitif siswa di setiap jenjang kelas. Kelompok siswa kelas 1 hingga 3 dilibatkan dalam program khusus yang memadukan unsur seni dan pengelolaan keuangan, sementara siswa kelas 4 sampai 6 diarahkan untuk memahami dasar-dasar penciptaan produk serta nilai ekonomi dari sebuah karya kreatif.
Melalui metode pembelajaran partisipatif, para mahasiswa tidak hanya memaparkan teori di dalam kelas, melainkan mendampingi anak-anak untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang diajarkan. Pendekatan semacam ini dinilai efektif agar materi dasar mengenai kemandirian finansial dan kreativitas dapat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Praktik Mengelola Keuangan Melalui Celengan dan Buku Kas
Sesi pembelajaran bagi siswa kelas 1 sampai 3 dirancang sedemikian rupa agar konsep mengelola uang terasa menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak usia dini. Program bertajuk Celengan Kreatif: Mewarnai dan Edukasi Menabung yang berlangsung pada tanggal 30 hingga 31 Juli 2026 ini berfokus pada pembentukan kebiasaan dasar menyisihkan sebagian uang saku.
Para siswa tidak sekadar mendengarkan penjelasan mengenai manfaat menabung, tetapi juga diberikan media fisik berupa celengan polos untuk dihias sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing. Aktivitas visual ini bertujuan untuk mendekatkan anak-anak dengan fungsi celengan sebagai wadah penyimpanan uang yang aman dan personal.
Selain menghias wadah tabungan, mahasiswa KKN memperkenalkan penggunaan buku kas sederhana kepada anak-anak agar mereka mulai terbiasa mencatat setiap pemasukan dan jumlah uang yang disimpan. Pengenalan pencatatan keuangan sejak dini ini diharapkan mampu melatih kedisiplinan serta ketelitian anak dalam memantau kondisi keuangan pribadi mereka secara berkala.
Pengenalan buku kas sederhana mendampingi kebiasaan menabung agar anak-anak memahami cara memantau jumlah tabungan secara berkala.
Keterlibatan aktif dalam kegiatan menghias dan mencatat ini membuat anak-anak memahami bahwa menabung bukan sekadar memasukkan uang ke dalam wadah tertutup. Mereka mulai mengerti pentingnya memegang kendali atas uang yang dimiliki melalui pencatatan yang teratur dan mudah dipahami.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Melalui Kerajinan Kawat Bulu
Beralih ke jenjang kelas yang lebih tinggi, fokus materi ditingkatkan menuju pengenalan dasar-dasar kewirausahaan yang dikemas dalam kegiatan praktis bertajuk Edupreneur Cilik. Sesi ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2026 untuk siswa kelas 4, 5, dan 6.
Dalam program tersebut, mahasiswa KKN menanamkan nilai-nilai penting seperti kreativitas, ketekunan, keberanian bereksperimen, serta kemampuan melihat peluang dari sebuah gagasan sederhana. Para siswa diajak untuk tidak takut mencoba hal baru dan berani mewujudkan ide-ide kreatif mereka menjadi sebuah bentuk nyata yang bernilai.

Praktik utama yang dilakukan adalah pembuatan aneka bentuk kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan kawat bulu atau yang sering disebut pipe cleaner. Bahan ini dipilih karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk menjadi berbagai macam objek menarik, serta aman digunakan oleh anak-anak dalam bimbingan kakak-kakak mahasiswa.
Melalui proses pembuatan kerajinan tangan tersebut, anak-anak diajak untuk memahami konsep dasar mengenai nilai guna dan nilai jual suatu produk di masyarakat. Mereka belajar bahwa sebuah bahan baku yang sederhana dapat diubah menjadi barang yang memiliki fungsi dan daya tarik tersendiri apabila dikerjakan dengan ketelitian serta kreativitas tinggi.
Metode Edukasi yang Disesuaikan dengan Usia Anak
Penerapan program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa penyampaian materi berat seperti literasi finansial dan kewirausahaan dapat disederhanakan agar relevan dengan dunia anak-anak. Pembagian materi berdasarkan kelompok kelas memastikan setiap siswa menerima porsi pembelajaran yang paling sesuai dengan kapasitas pemahaman mereka.
- Siswa kelas rendah mendapatkan fokus pada pembentukan kebiasaan menabung dan pencatatan kas dasar.
- Siswa kelas tinggi diarahkan pada pengembangan kreativitas pembuatan produk dan pengenalan nilai ekonomi.
- Seluruh rangkaian kegiatan mengutamakan praktik langsung alih-alih ceramah satu arah agar pengalaman belajar lebih berkesan.
Langkah kolaboratif antara dunia perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar ini memberikan warna tersendiri dalam proses belajar-mengajar di luar jam sekolah formal. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan, mulai dari mencampur warna pada celengan hingga merangkai kawat bulu menjadi bentuk-bentuk kreasi yang unik.
Kehadiran mahasiswa KKN kelompok 155 UNS di Desa Lebakayu meninggalkan kesan positif bagi pihak sekolah maupun para wali murid yang mendukung penuh kelancaran acara. Bekas keterampilan praktis yang diperoleh para siswa diharapkan mampu menjadi fondasi mental yang kuat ketika mereka beranjak dewasa nanti, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya dan kemandirian ekonomi.
Pertanyaan Umum
Mengapa program KKN ini dibagi menjadi dua kelompok usia yang berbeda?
Pembagian jenjang kelas dilakukan agar materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan tingkat pemahaman anak, di mana siswa kelas 1–3 berfokus pada kebiasaan menabung, sementara siswa kelas 4–6 dikenalkan pada dasar kewirausahaan dan pembuatan produk kreatif.
Apa saja bahan yang digunakan dalam praktik kewirausahaan siswa kelas tinggi?
Siswa kelas 4 sampai 6 memanfaatkan bahan kawat bulu atau pipe cleaner untuk dilatih membuat berbagai bentuk kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan nilai guna.
Kapan rangkaian kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SDN Lebak?
Program Celengan Kreatif untuk kelas rendah dilaksanakan pada tanggal 30 hingga 31 Juli 2026, sedangkan program Edupreneur Cilik untuk kelas tinggi dilangsungkan pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2026.
Ringkasan
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 155 mengajarkan pengelolaan keuangan dan kewirausahaan kepada siswa SDN Lebak di Madiun melalui program edukasi kreatif. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu menghias celengan dan mencatat buku kas untuk kelas 1-3, serta membuat kerajinan kawat bulu bernilai jual untuk kelas 4-6.






