Harga BBM Naik, UMKM dan Rakyat Kecil Terancam Terjepit

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gema Gelgar Suryadi

Gema Gelgar Suryadi

Redaksiku.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) pada 10 Juni 2026 dinilai bukan sekadar persoalan naiknya harga bahan bakar bagi pengguna kendaraan tertentu.

Di balik kebijakan tersebut, tersimpan potensi dampak berantai yang dapat menjalar ke berbagai sektor ekonomi dan akhirnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gema Gelgar Suryadi, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax tidak boleh dipandang hanya berdampak kepada pengguna BBM nonsubsidi.

Dalam sistem ekonomi yang saling berkaitan, perubahan harga komoditas strategis seperti BBM dapat memicu perubahan pada berbagai sektor lainnya.

“Ketika biaya energi naik, biaya produksi dan distribusi barang ikut meningkat. Pada akhirnya harga kebutuhan masyarakat juga terdorong naik,” kata Gema.

Ia menilai kelompok yang paling rentan merasakan dampak tersebut adalah masyarakat kelas menengah, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, pengemudi ojek online, kurir, nelayan, petani, hingga masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kendaraan bermotor.

Kenaikan harga Pertamax, lanjutnya, berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang.

Dampaknya, biaya operasional usaha ikut bertambah dan mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut secara langsung dapat menggerus daya beli masyarakat serta meningkatkan tekanan inflasi.

Gema juga menyoroti anggapan bahwa kenaikan Pertamax tidak akan berpengaruh terhadap pengguna Pertalite.

Menurutnya, pandangan tersebut perlu dilihat secara lebih luas.

Ia menjelaskan, ketika harga Pertamax naik, sebagian konsumen kemungkinan akan beralih menggunakan Pertalite karena dianggap lebih terjangkau.

Jika perpindahan konsumsi terjadi dalam jumlah besar sementara pasokan tidak bertambah, maka berbagai persoalan baru berpotensi muncul.

Mulai dari meningkatnya antrean di SPBU, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, hingga potensi kelangkaan Pertalite di sejumlah daerah.

“Kenaikan harga Pertamax bisa memicu peningkatan permintaan Pertalite. Jika pasokan tidak mampu mengimbangi, maka antrean dan potensi kelangkaan sulit dihindari,” ujarnya.

Menurut Gema, kondisi tersebut dapat membentuk lingkaran tekanan ekonomi yang saling memengaruhi.

Saat masyarakat beralih ke BBM bersubsidi, tekanan terhadap pasokan meningkat.

Ketika pasokan terganggu, masyarakat bisa dipaksa kembali menggunakan BBM dengan harga lebih tinggi atau menghadapi keterbatasan akses energi.

Akibatnya, biaya hidup kembali meningkat dan daya beli masyarakat semakin tertekan.

Pelaku UMKM dan pekerja sektor informal disebut sebagai kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Pasalnya, biaya operasional terus naik sementara pendapatan belum tentu ikut meningkat.

Selain faktor harga minyak dunia, Gema juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang turut memperbesar biaya impor minyak dan produk energi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kebijakan ekonomi dan energi yang mampu melindungi masyarakat dari dampak gejolak pasar global.

“Kenaikan harga BBM bukan hanya soal energi. Ini juga berkaitan dengan inflasi, biaya logistik, harga pangan, investasi, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui penguatan distribusi energi, menjaga ketersediaan BBM bersubsidi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Sebagai masyarakat awam, saya melihat persoalan ini dengan logika sederhana. Ketika harga Pertamax naik, sebagian masyarakat akan beralih ke Pertalite. Jika permintaannya meningkat sementara pasokannya tetap, maka akan timbul antrean dan potensi kelangkaan. Pada akhirnya yang menanggung dampaknya bukan hanya pengguna Pertamax, tetapi seluruh masyarakat. Kebijakan energi yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan negara dan kemampuan ekonomi rakyat agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” tutup Gema Gelgar Suryadi.

Editor : Hengki

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Infrastruktur Digital Berubah Menjadi Strategi Lintas Negara
Second home KITAS Explained for US Expats and Travelers
Kapan Waktu Terbaik untuk Beli Saham agar Profit Maksimal? Cari Tahu di Sini
Jack Hammer: Alat Andalan untuk Pekerjaan Pembongkaran yang Cepat dan Efisien
Transformasi Digital dengan Document Management System (DMS) di Indonesia
Butuh Jasa Bongkar Pasang dan Cuci AC Lengkap? bTaskee Solusinya!
Jasa Ekspedisi Bekasi Medan untuk Pengiriman Barang Industri dan Komersial
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Juni 2026 dari Galeri 24, Antam hingga UBS, Saat Tepat Menambah Koleksi?

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:15 WIB

Harga BBM Naik, UMKM dan Rakyat Kecil Terancam Terjepit

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Ketika Infrastruktur Digital Berubah Menjadi Strategi Lintas Negara

Senin, 15 Juni 2026 - 14:11 WIB

Second home KITAS Explained for US Expats and Travelers

Senin, 15 Juni 2026 - 07:26 WIB

Kapan Waktu Terbaik untuk Beli Saham agar Profit Maksimal? Cari Tahu di Sini

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:23 WIB

Jack Hammer: Alat Andalan untuk Pekerjaan Pembongkaran yang Cepat dan Efisien

Berita Terbaru

Gema Gelgar Suryadi

Bisnis

Harga BBM Naik, UMKM dan Rakyat Kecil Terancam Terjepit

Kamis, 18 Jun 2026 - 04:15 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dlivetotobet WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66livetotobet
Dilindungi Oleh
Shield Security