Wakil Presiden Gibran Rakabuming turun tangan langsung memberikan teguran keras kepada seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang membuat konten video kontroversial bernada ejekan terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis di Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Redaksiku.com – Ulah pegawai berinisial Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya atau yang dikenal sebagai Gerard Permana ini sempat memicu kemarahan publik di dunia maya. Pasalnya, dalam video yang diunggahnya, ia membuat parodi yang menyinggung kondisi korban yang mengalami hilang ingatan akibat keracunan makanan.
Menanggapi kehebohan tersebut, Wakil Presiden menegaskan bahwa tindakan semacam itu sangat tidak pantas dan mencederai rasa kemanusiaan. Ruang publik harus dijaga agar tetap aman, ramah, serta bebas dari segala bentuk perundungan terhadap anak-anak yang menjadi korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Respons Tegas Pemerintah dan Badan Gizi Nasional
Perilaku oknum staf tersebut langsung mendapat perhatian serius dari tingkat pusat hingga daerah. Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan memang bertugas sebagai pengawas keuangan di wilayah Dlingo, Bantul.
Pihak BGN tidak tinggal diam menghadapi pelanggaran etik berat ini. Langkah-langkah penertiban langsung diambil untuk menjaga kredibilitas program pelayanan gizi masyarakat yang sedang berjalan secara nasional.
Berikut adalah beberapa langkah penindakan yang diambil oleh pihak berwenang:
- Pemberian teguran resmi secara langsung kepada oknum pegawai yang bersangkutan oleh Koordinator Regional BGN Yogyakarta.
- Pemecatan status kepegawaian Gerard Permana dari posisinya sebagai staf SPPG Banjarharjo II di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
- Evaluasi internal mendalam agar seluruh petugas lapangan selalu mengedepankan empati dan standar etika profesional dalam bekerja.
Badan Gizi Nasional mengambil tindakan pemecatan demi memastikan setiap petugas mengutamakan nilai kemanusiaan dan rasa hormat kepada masyarakat.
Klarifikasi Pelaku dan Kondisi Terkini Korban
Setelah videonya viral dan menuai kecaman luas dari warganet, Gerard Permana sempat merilis video klarifikasi. Ia berdalih bahwa konten tersebut dibuat murni untuk hiburan semata saat menyantap makanan sisa, tanpa ada niat sedikit pun untuk menyinggung program pemerintah ataupun para korban di Sumatra Utara.
Namun, pembelaan tersebut tidak mampu menyelamatkan posisinya. Konsekuensi tegas tetap harus dijatuhkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Di sisi lain, kabar baik datang dari para korban keracunan yang sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dua orang korban asal Kabupaten Karo kini sudah dinyatakan pulih sepenuhnya.
Korban bernama Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga dilaporkan telah keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan kembali berkumpul bersama keluarga mereka di kampung halaman.
Dengan kondisi kesehatan yang telah membaik secara menyeluruh, kedua pelajar tersebut bersiap untuk kembali beraktivitas normal dan masuk sekolah seperti sedemikian rupa.
Pertanyaan Umum
Siapa yang membuat video kontroversial terkait korban keracunan Makan Bergizi Gratis?
Video tersebut dibuat oleh Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya alias Gerard Permana, yang sebelumnya bekerja sebagai staf pengawas keuangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wilayah Dlingo, Bantul.
Apa sanksi yang diterima oleh pembuat video tersebut?
Setelah mendapatkan teguran keras dari pihak Badan Gizi Nasional serta sorotan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming, oknum pegawai tersebut akhirnya resmi dipecat dari posisinya.
Bagaimana kondisi korban keracunan di Brastagi saat ini?
Korban bernama Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga telah pulih dari perawatan intensif di RSCM, kembali ke rumah mereka di Kabupaten Karo, dan siap bersekolah kembali.
Ringkasan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan teguran keras dan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memecat seorang staf Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya alias Gerard Permana. Tindakan tegas ini diambil setelah yang bersangkutan membuat video konten parodi bernada ejekan terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Meskipun pelaku telah merilis video klarifikasi dengan dalih membuat konten untuk hiburan semata saat menyantap makanan sisa, pihak berwenang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran etik berat yang mencederai rasa kemanusiaan. Peristiwa ini memicu evaluasi internal mendalam di tubuh BGN agar seluruh petugas lapangan selalu mengedepankan empati dan standar etika profesional dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Di tengah polemik tersebut, laporan resmi mengonfirmasi bahwa dua orang korban keracunan utama, yaitu Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, telah pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kedua pelajar tersebut kini telah kembali berkumpul bersama keluarga mereka di Kabupaten Karo dan siap melanjutkan aktivitas sekolah seperti sedia kala.






