Redaksiku.com – Warga di sekitar wilayah Maluku Utara sempat dikejutkan oleh aktivitas seismik mendadak ketika gempa bumi berkekuatan 5,1 SR mengguncang kawasan Jailolo pada Kamis, 17 September 2026. Peristiwa yang terjadi tepat pada pukul 13:20:53 WIB ini langsung memicu perhatian publik setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis data resmi terkait parameter gempa tersebut.
Analisis Parameter dan Pusat Gempa
Berdasarkan laporan cepat dari instansi berwenang, episenter guncangan bumi ini terletak di koordinat 1.35 lintang utara dan 126.44 bujur timur. Titik pusat gempa terpantau berada di laut dengan jarak sekitar 118 km di sebelah barat laut wilayah Jailolo.
Kedalaman hiposenter gempa tercatat berada pada angka 24 km di bawah permukaan laut. Karakteristik gempa semacam ini umumnya dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Episenter gempa berada di laut 118 km BaratLaut Jailolo dengan kedalaman 24 km.
Karakteristik Aktivitas Seismik Regional
Wilayah Maluku Utara dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu zona seismaktif di Indonesia akibat pertemuan beberapa lempeng besar dunia. Karakteristik geologis wilayah ini membuat aktivitas kegempaan kerap dirasakan oleh masyarakat setempat tanpa peringatan dini yang panjang.
Meskipun demikian, pemantauan instrumen geofisika modern memungkinkan instansi terkait untuk segera menyampaikan informasi akurat guna meredam potensi kepanikan di tengah masyarakat. Setiap parameter yang dicatat langsung dianalisis untuk memastikan ada atau tidaknya potensi susulan yang signifikan.
Faktor Penentu Dampak Gempa
- Kedalaman hiposenter yang mencapai 24 kilometer turut mempengaruhi tingkat penyebaran energi gelombang seismik ke permukaan tanah.
- Lokasi episenter yang berada di laut memberikan jarak redaman tertentu terhadap daratan terdekat di sekitar Jailolo.
- Pemantauan instrumen real-time dari stasiun pemantau gempa lokal memastikan kecepatan penyebaran informasi kepada publik.
Langkah Kesiapsiagaan Masyarakat
Menghadapi potensi bencana alam di wilayah rawan gempa, pemahaman mengenai langkah evakuasi mandiri menjadi hal yang krusial bagi setiap warga. Edukasi berkelanjutan membantu masyarakat untuk tetap tenang dan bertindak rasional saat guncangan tiba-tiba terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Instansi penanggulangan bencana selalu mengimbau warga untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal pasca gempa guna menghindari risiko runtuhnya struktur akibat kerusakan tersembunyi. Koordinasi antarwarga dan pemanfaatan saluran informasi resmi menjadi kunci utama keselamatan bersama.
Pertanyaan Umum
Apakah gempa di Jailolo berpotensi tsunami?
Berdasarkan parameter kedalaman dan kekuatan yang dirilis oleh badan berwenang, gempa ini tidak memicu peringatan dini tsunami karena kekuatannya berada di bawah ambang batas deformasi dasar laut yang masif.
Kapan gempa tersebut terjadi?
Gempa bumi berkekuatan 5,1 SR tersebut terjadi pada hari Kamis, 17 September 2026, tepatnya pukul 13:20:53 WIB.
Ringkasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Kamis, 17 September 2026, pukul 13:20:53 WIB.
Episenter gempa berada di laut pada koordinat 1.35 LU dan 126.44 BT, berjarak 118 km sebelah barat laut Jailolo dengan kedalaman hiposenter 24 km. Berdasarkan parameter tersebut, gempa dangkal ini dipastikan tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami.
Maluku Utara merupakan zona seismaktif akibat pertemuan lempeng, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal pascagempa.






