Soroka Medical Center menjadi pusat perhatian dunia setelah dilaporkan terkena serangan rudal dari Iran.
Serangan ini terjadi di tengah konflik yang terus memanas antara Israel dan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Rumah sakit ini diketahui merupakan fasilitas medis terbesar di Israel selatan dan melayani lebih dari satu juta penduduk.
Soroka Medical Center Dihantam Rudal Israel

Serangan terhadap Soroka Medical Center telah dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) serta Kementerian Luar Negeri Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran menghantam langsung rumah sakit tersebut pada Kamis malam, 19 Juni 2025, waktu setempat.
Juru bicara rumah sakit menyatakan bahwa beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan serius dan operasional rumah sakit untuk sementara dihentikan.
Soroka Medical Center sendiri merupakan fasilitas vital bagi warga Israel bagian selatan, dengan lebih dari 1.000 tempat tidur dan melayani pasien dari berbagai latar belakang etnis dan agama.
Serangan ini pun mengejutkan dunia karena menyerang fasilitas yang secara hukum internasional seharusnya dilindungi selama masa konflik bersenjata.
Pihak rumah sakit juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati area rumah sakit hingga pemberitahuan resmi dikeluarkan.
Proses evakuasi dan pemindahan pasien pun segera dilakukan oleh tim medis darurat dengan pengamanan ketat dari IDF.
Respons Internasional: Soroka Medical Center dan Dugaan Kejahatan Perang
Reaksi global terhadap serangan ini pun mengalir deras. Soroka Medical Center langsung menjadi trending topic di berbagai media sosial, terutama setelah akun @vasishtanagalla di platform X menyebut peristiwa ini sebagai salah satu kejahatan perang terbesar.
Pengguna akun tersebut menuduh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai dalang utama di balik serangan yang menargetkan rumah sakit ini.
Banyak negara dan organisasi kemanusiaan internasional menyuarakan keprihatinan mereka.
Serangan terhadap fasilitas medis jelas melanggar Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dan institusi kesehatan dalam zona konflik.
Beberapa pihak bahkan mendorong agar Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang darurat guna mengkaji kemungkinan pelanggaran HAM berat oleh pihak Iran.
Sementara itu, Iran sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan penyerangan terhadap Soroka Medical Center.
Televisi pemerintah Iran hanya menyebutkan bahwa serangan rudal mereka merupakan bentuk balasan atas serangan udara Israel terhadap reaktor nuklir Arak beberapa hari sebelumnya.
Latar Belakang Serangan dan Posisi Soroka Medical Center dalam Konflik
Ketegangan antara Israel dan Iran semakin meningkat dalam sepekan terakhir, terutama setelah Israel mengklaim berhasil menghantam fasilitas nuklir Iran yang terletak di Arak.
Iran kemudian membalas serangan itu dengan menembakkan sejumlah rudal balistik ke beberapa wilayah strategis Israel, termasuk Beersheba, kota tempat Soroka Medical Center berada.
Soroka Medical Center yang berlokasi di wilayah padat penduduk seharusnya berada jauh dari garis depan konflik, namun tetap menjadi korban serangan lintas negara ini.
Menurut analis militer, jika serangan ini disengaja, maka ini adalah bentuk agresi serius yang melampaui batas-batas hukum konflik konvensional.
Meski Soroka Medical Center bukan target militer, lokasi strategisnya dan kapasitas medis yang besar mungkin menjadi alasan serangan, untuk mengguncang sistem pertahanan dan moral masyarakat sipil Israel.
Dampak Langsung dan Reaksi Pemerintah Israel
Pemerintah Israel bereaksi cepat setelah serangan terjadi. Perdana Menteri Israel langsung memerintahkan penguatan sistem pertahanan udara di wilayah selatan dan meluncurkan balasan udara ke wilayah Teheran serta beberapa lokasi strategis lainnya di Iran.
IDF juga melakukan sweeping terhadap wilayah udara nasional untuk memastikan tidak ada ancaman rudal lanjutan.
Kementerian Kesehatan Israel pun memindahkan sebagian besar pasien Soroka Medical Center ke rumah sakit lain di sekitar wilayah Yerusalem dan Tel Aviv.
Mereka juga mendirikan tenda medis darurat di beberapa titik untuk menangani pasien kritis yang tidak sempat dipindahkan.
Serangan ke Soroka Medical Center juga memicu kecaman keras dari beberapa LSM kemanusiaan, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International.
Keduanya menuntut investigasi mendalam dan mendorong agar pelaku penyerangan bertanggung jawab di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Peringatan Global dan Potensi Eskalasi Selanjutnya
Pasca serangan terhadap Soroka Medical Center, dunia internasional mulai waspada terhadap potensi pecahnya perang regional skala besar di Timur Tengah.
Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Iran serta Israel untuk menahan diri.
Sementara Rusia dan China, dua sekutu penting Iran, menyerukan agar PBB segera bertindak untuk menurunkan eskalasi konflik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






