Hati-Hati! Ini 4 Alasan Mengapa Es Teh Sebaiknya Tidak Dikonsumsi saat Makan
Es teh menjadi minuman yang sangat populer di Indonesia. Rasanya yang menyegarkan dan mudah didapat menjadikannya pilihan banyak orang, terutama saat menyantap makanan di warung makan, restoran, maupun rumah.
Namun, di balik kesegarannya, ada sejumlah alasan mengapa es teh sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, termasuk ahli gizi dan studi ilmiah yang membahas dampak konsumsi teh terhadap sistem pencernaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
4 Alasan Es Teh Tidak Dikonsumsi saat Makan
Mengganggu Penyerapan Zat Besi
Salah satu alasan utama mengapa es teh sebaiknya tidak diminum saat makan adalah karena kandungan tanin di dalam teh. Tanin adalah senyawa yang secara alami terdapat dalam daun teh dan dikenal dapat mengikat zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari tumbuhan.
Ketika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, terutama makanan nabati seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan, tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, tubuh bisa mengalami kekurangan zat besi yang berujung pada anemia.
Mengganggu Proses Pencernaan
Selain tanin, kandungan kafein dalam teh juga dapat berdampak negatif terhadap sistem pencernaan bila dikonsumsi saat makan. Kafein diketahui bisa meningkatkan produksi asam lambung.
Bagi orang yang memiliki gangguan lambung seperti maag, minum es teh saat makan justru dapat memicu rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga nyeri lambung.
Terlebih saat teh disajikan dalam keadaan dingin, suhu rendah dari es berpotensi menghambat proses pencernaan makanan di lambung
Meningkatkan Risiko Gangguan Gula Darah
Es teh yang disajikan di banyak tempat umumnya menggunakan gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Konsumsi gula berlebihan, terutama saat makan, bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Minuman manis saat makan juga membuat tubuh menyerap kalori lebih banyak tanpa disadari, sehingga berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Kombinasi dengan Makanan Berminyak Bisa Memicu Peradangan
Makanan Indonesia kerap mengandung santan, gorengan, atau bumbu kaya minyak. Kombinasi antara makanan berminyak dengan es teh manis yang dingin bisa memicu pembentukan endapan lemak di dalam saluran pencernaan.
Hal ini tak hanya membuat pencernaan menjadi lambat, tetapi juga dapat memicu peradangan ringan yang terasa seperti perut begah atau nyeri.
Bila tetap ingin mengonsumsi teh, disarankan untuk meminumnya satu jam sebelum atau setelah makan, serta memilih teh tanpa tambahan gula atau teh herbal yang rendah kandungan kafeinnya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






