Novel: Loving You (Part 21)

- Penulis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel: Loving You (Part 2)

Novel: Loving You (Part 2)

Bab sebelumnya.


Faik berusaha tidak terlalu mempersoalkan makanan instan bayi yang sudah terlanjur dibeli oleh suaminya walaupun ia sebenernya merasa tersinggung sekali. Ia hanya meminta Fadli untuk tidak perlu membelinya lagi saat mereka bersiap-siap untuk menghadiri undangan pernikahan teman kuliah suaminya itu.

Maafkan aku, Sayang. Aku hanya berpikir untuk meringankan beban pekerjaanmu. Pasti lumayan repot kalau kamu juga harus memasak dan membuatkan Ihsan makanan di saat kamu juga harus mengurusnya. Aku benar-benar tidak ingin membuatmu terlalu lelah, kata Fadli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faik tersenyum mendengar penjelasan suaminya. Ia tidak menyangka suaminya ternyata berpikir seperti itu dan menyesal sudah berprasangka buruk padanya. Ia pun meminta maaf pada Fadli dan suaminya itu hanya menanggapinya dengan pelukan dan ciuman.

Sebenarnya, Fadli benar-benar melupakan undangan pernikahan teman lamanya itu pada saat ibunya menelponnya untuk mengatakan bahwa beliau akan menginap di rumahnya. Begitu Fadli ingat, ia langsung menelpon lagi ibunya dan memberitahukannya. Namun, ibunya tetap bersikukuh untuk menginap di rumahnya akhir minggu ini.

Fadli dipilihkan kemeja batik motif grompol dengan warna latar cokelat gelap berlengan panjang oleh Faik. Dulu, Fadli tidak tahu menahu sama sekali tentang motif-motif batik sehingga ia hanya mengambil kemeja batik secara acak menurut seleranya sendiri saat menghadiri berbagai macam acara.

Faik yang mengajarinya tentang motif-motif batik dan maknanya. Walaupun begitu, Fadli masih seringkali salah dalam memilih motif. Akhirnya, ia hanya pasrah dan meminta tolong istrinya untuk memilihkan bajunya saat ia harus menghadiri acara-acara penting seperti sekarang ini.

Faik sendiri memilih tunik selutut berwarna coklat muda yang terbuat dari kain satin pada bagian dalam dan kain brokat yang menurutnya tergolong sederhana. Alasan ia memilih tunik itu adalah agar ia bisa menonjolkan kain batik yang ia lilitkan sebagai rok dan selendang batik yang ia gunakan. Kali ini, ia menggunakan motif batik yang sama dengan suaminya. Tak lupa juga ia mengenakan jilbab sutra polos yang sewarna dengan tuniknya.

Faik sudah terbiasa untuk memilih pakaian yang benar-benar cocok dengan acara yang harus ia hadiri dengan pakaian itu sejak dulu. Ibunyalah yang mengajarkannya keterampilan ini.

Keluarga Faik memang keluarga yang cukup terpandang. Oleh karena itu, ibunya benar-benar serius saat mengajarkan berbagai macam keterampilan berbusana dan tata krama pada Faik. Ia hanya menurut saja waktu itu karena ia malas berdebat dengan ibunya. Nyatanya, keahlian ini benar-benar berguna untuknya.

Suaminya yang dulu adalah seorang yang bisa dibilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan keluarganya, kini juga menduduki posisi yang lumayan di kantornya. Ia bisa mengajarkan berbagai macam keahlian ini pada Fadli yang sekarang ini membutuhkannya. Ia bahkan hampir tidak perlu berpikir saat menjalankan dan mengajarkan pada Fadli semua ini.

Kebiasaan Faik selanjutnya adalah berbelanja barang yang memiliki kualitas bagus. Ia tidak pernah hanya membeli barang berdasarkan merk dan apa yang sedang trend saat itu. Ia selalu memastikan barang yang ia beli benar-benar memiliki kualitas tinggi.

Sekali belanja, Faik memang akan menghabiskan banyak sekali barang. Namun, barang yang ia beli akan bertahan lama. Ini membuat ia jarang berbelanja, terutama untuk pakaian. Baju yang ia kenakan ini saja sudah ia beli dari sepuluh tahun yang lalu. Kain dan selendang batik yang ia kenakan bahkan merupakan warisan dari neneknya.

Kebiasaan Faik yang jarang membeli baju baru memang didukung dengan konsistensi bentuk badannya. Dari dulu sampai sekarang, bentuk badang Faik tidak banyak berubah, bahkan setelah melahirkan Ihsan, Faik tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti ketika ia belum hamil.

Faik memeriksa sekali lagi penampilannya di cermin. Ia memastikan jilbabnya sudah rapi dan celana legging di balik rok lilitnya tidak terlihat. Setelah yakin dengan penampilannya, ia ganti memeriksa Fadli. Faik mengacungkan dua jempolnya saat ia puas Setelah mereka berdua siap, mereka berdua pun pamit pada Bu Atikah dan berangkat. Faik memutuskan untuk membawa stroller lipat untuk Ihsan saja supaya ia tidak capek digendong. Selain itu, Ihsan juga bisa tidur jika ia sudah kelelahan.

Gedung tempat dilangsungkannya pernikahan itu memang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Oleh karena itu, tidak butuh waktu lama bagi Faik dan Fadli tiba di sana.

Dugaan Faik benar-benar terjadi. Ihsan sudah tertidur saat mereka sudah sampai di sana. Ihsan bahkan tidak bangun saat dipindahkan ke stroller dan didorong oleh ayahnya setelah ayahnya memarkirkan mobilnya di tempat parker tidak jauh dari pintu masuk gedung itu.

Begitu masuk ke dalam gedung, mereka dihadapkan pada dua dekorasi pernikahan yang berbeda pada kanan dan kirinya. Gedung ini memang memiliki beberapa aula yang bisa disewa untuk berbagai macam acara, termasuk pernikahan.

Fadli melihat lagi pada undangan yang ia bawa untuk memastikan di aula mana pernikahan temannya berada. Ia tersenyum karena ternyata temannya memilih ruang aula di lantai satu ini di sebelah kanannya. Ia mendekati salah satu meja penerima tamu di depan pintu masuk aula tersebut.

Di sana ternyata sudah terpajang beberapa foto prewedding temannya. Faik mengenali istri dari teman suaminya. Ia merupakan seorang teman sekelas Faik dulu waktu SMA. Faik memang tidak terlalu dekat dengannya dulu. Oleh sebab itu, ia tidak mendapatkan undangan pernikahannya. Namun siapa sangka, temannya itu menikahi salah satu teman akrab suaminya sewaktu kuliah sehingga kini ia bisa turut hadir ke pernikahannya.

Fadli mengisi buku tamu dan memberikan sebuah kado berbungkus kertas berwarna hitam polos dengan pita putih. Fadli memutuskan untuk memberikan kado untuk temannya kali ini karena mereka memang akrab sekali sewaktu kuliah dulu. Hanya saja, setelah lulus, temannya ini langsung melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Oleh karena itu, hubungan mereka terputus sama sekali.

Fadli sempat membuat istrinya sangat bingung dan curiga saat ia menanyakan tentang pakaian dinas wanita. Namun, setelah menjelaskan maksudnya menanyakan hal tersebut, Faik justru yang dengan semangat mencarikannya. Ia bahkan sampai mencari tahu tentang istri temannya itu dan menemukan fakta bahwa ternyata istrinya itu adalah temannya sendiri.

Faik juga mengira-ngira ukuran dari sang mempelai wanita. Setelah itu, ia sendiri yang mencarikan barang yang tepat melalui marketplace.

Aku akan mencarikan dari marketplace dari merk yang aku sudah tahu dengan baik kualitasnya saja ya, Sayang. Pakaian dalam itu, terutama yang berbentuk aneh-aneh begitu, kalau dari bahan yang tidak bagus, akan cepat rusak. Belum lagi jahitannya. Kalau aku memilihkan sembarangan, bisa-bisa pakaian itu hanya bisa bertahan sekali pakai saja. Kalau dari merk yang ini, aku jamin bisa bertahan, kecuali kalau mereka melakukan sesuatu yang ekstrim tentunya, kata Faik waktu itu.

Fadli yang tidak tahu apa-apa percaya saja dengan istrinya. Ia benar-benar tidak tahu apa jadinya hidupnya bila ia tidak menikah dengan istrinya itu. Faik benar-benar sempurna menurut Fadli.

Faik dan Fadli masuk ke dalam ruangan itu. Mereka kemudian menyalami pesangan itu. Robi, sang penganti pria, langsung menjabat dan memeluk Fadli. Mereka kemudian sempat bercanda di pelaminan sebelum akhirnya Fadli mengingatkan temannya untuk melanjutkan reuni mereka di lain waktu karena masih banyak tamu yang menunggu untuk bersalaman dengannya.

Sementara itu, Faik juga bersalaman dan berpelukan sesaat dengan Sissi, sang pengantin wanita. Ia langsung mengenali Faik yang memang mukanya tidak banyak berubah sejak mereka SMA.

Setelah menikmati beberapa hidangan yang disajikan, Faik merasa perlu ke kamar kecil. Ia akhirnya pamit pada Fadli untuk menunaikan hajatnya.

Faik merasa bahwa ia tidak lama ke kamar kecil. Hanya saja memang perlu waktu yang lumayan lama untuk bisa menggunakan kamar kecil di sana karena ternyata ia harus mengantri dengan orang-orang lainnya.

Ketika ia kembali lagi ke ruang resepsi, Fadli ternyata sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya. Ihsan yang memang sudah terbangun sejak mereka akan menyalami pasangan pengantin itu kini duduk di strollernya dikelilingi oleh teman-teman Fadli. Mereka semua begitu gemas dengan Ihsan. Mereka semua bergantian mengelus-elus pipi dan memegang-megang tangan dan kaki Ihsan dengan gemas.

Ihsan sepertinya tidak terlalu terganggu dengan kerumunan itu karena memang ada beberapa teman Fadli yang juga membawa anak-anak mereka. Namun, Faik yang merasa terganggu dengan pemandangan itu. Dia agak khawatir pada Ihsan yang selama ini ia jaga agar hanya disentuh oleh orang-orang yang sudah memastikan diri mereka benar-benar bersih.

 

~Bersambung~


Lihat semua bab.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB