Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

- Penulis

Sabtu, 7 Desember 2024 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 9)

Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)

Hari ini, jalanan sangat padat butuh waktu lama hingga Kirei sampai ke kantor. Martono membukakan pintu untuk majikannya. Di depan kantor, Kirei melihat Hanny terlihat gelisah. Sahabatnya itu mondar-mandir terus. Ia tahu, masalah yang dihadapi WO-nya kali ini sangat serius.

Wajah Hanny berubah cerah saat ia melihat kedatangan Kirei. “Akhirnya, kamu datang juga, Ki. Aku kira enggak bakalan datang. Soalnya, dari tadi aku hubungi susah.”

“Aku sengaja mematikan ponsel biar bisa berpikir dengan jernih. Bu Aura masih ada?” Kirei masuk ke kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu masalahnya, Ki. Ibu-ibu rempong itu ngajak ngobrol klien baru kita. Aku takut, dia nyebarin rumor yang enggak baik tentang jasa WO kita.” Hanny mencurahkan segala keresahan dan ketakutannya. Apalagi, sejak Kirei dinyatakan hamil. Banyak masalah yang bermunculan.

Kirei tidak menanggapi ucapan Hanny. Isi kepalanya sudah terlalu riuh dengan segala kemungkinan yang ada. Untuk pergi dan mengurus semua persiapan wedding ke Bali, sepertinya mustahil. Attala tidak akan mengizinkannya pergi. Tanpa ia bicara pun, ia sudah bisa menebak. Selama tiga bulan hidup bersama. Ia sudah mulai mengenal karakter suaminya. Ia membuka pintu ruang kerjanya, lalu meminta Hanny untuk memanggil Klien yang bernama Aura Rahayu. Dalam hati, ia berharap kliennya itu bisa mengerti kondisi dirinya yang sedang hamil.

Hanny pergi. Hanya selang lima menit saja, ia sudah kembali bersama Klien. Tadinya, ia ingin menemani Kirei untuk menangani masalah ini. Namun ternyata, sahabatnya itu memintanya untuk mengurus hal yang lain. Kirei ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.

Negosiasi antara Kirei dan Aura tidak menemukan titik temu. Mereka berdua sama-sama keras. Kirei dengan bakti dan ketaatan pada suami dan Aura dengan impian dan keinginannya untuk mewujudkan pernikahan yang spektakuler sesuai dengan isi dalam surat perjanjian. Sampai akhirnya, Aura memberikan waktu 3 hari padanya untuk memutuskan semuanya. Setelah itu, kliennya itu pun pulang dengan wajah emosi.

Kirei menarik napas panjang, lalu menghembuskannya. Ia melakukan hal itu sampai tiga kali untuk menenangkan pikirannya. Perutnya mulai bereaksi. Mual. Ia mengambil tas dan mencari obat anti mual, lalu meminumnya dengan cepat.

“Ki, bagaimana hasilnya? Dia setuju kalau bukan kamu yang urus?” Hanny masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu. Ketika melihat Aura pulang, ia bergegas pergi ke ruang kerja untuk melihat kondisi Kirei. Ia takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu. Benar saja. Wajah Kirei pucat. “Kamu, kenapa? Kita pulang aja, Ki.”

“Aku enggak apa-apa, kok, Han. Sebenar lagi juga, baikan. Tolong panggil semua karyawan untuk berkumpul, ya. Semuanya tanpa ada satu pun yang ketinggalan. Ada yang ingin aku sampaikan pada mereka semua.” Kirei menatap Hanny dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Ada apa, Ki? Kok, mendadak ngumpulin karyawan? Apa ada hubungannya dengan Aura?” Hanny penasaran karena tidak biasanya Kirei bersikap seperti ini.

Kirei tak menjawab. Hanya mengangguk. Lidahnya terlalu keluar untuk menjelaskan tentang kondisi saat ini. Ia terpaksa memilih untuk menutup WO dari pada harus menghancurkan impian dan keinginan Papa dan Mama, suami, serta mertuanya yang ingin memiliki anggota baru. Ia merasa bodoh karena menandatangani surat perjanjian tanpa berpikir panjang. Tujuh bulan yang lalu, surat itu dibuat. Ia tidak bisa menentang takdir Tuhan yang mempertemukan dirinya dengan Attala dengan cepat sampai akhirnya menikah.

Hanny pergi untuk melakukan, apa yang tadi Kirei minta. Ia tak banyak tanya lagi karena isi kepala sahabatnya itu sedang berisik. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.

Butuh waktu lima belas menit, Hanny berhasil mengumpulkan para karyawan. Di sinilah mereka semua berkumpul, aula khusus agar semua karyawan bisa berkumpul semua. Kemudian, ia memberi tahu Kirei.

Kirei berjalan perlahan. Lengannya dipegangi Hanny dengan hati-hati. Kemudian, ia naik ke podium. Matanya berkaca-kaca saat melihat puluhan, bahkan hampir seratus karyawannya. Setiap hari, jasa WO-nya selalu menangani 2-3 acara pernikahan sekaligus di tempat yang berbeda. Makanya, ia merekrut banyak karyawan agar semua bisa ditangani dengan baik. Perjuangannya mendirikan WO dari nol ini, sekarang berada diujung tanduk. Haruskah ia putuskan hari ini?

Dengan tangan bergetar, Kirei memegang microphone. “Selamat siang semuanya! Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa saya mengumpulkan kalian semua di sini.” Kirei berhenti sejenak, lalu menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan. “Sebelumnya, saya minta maaf kepada kalian semua. Karena masalah yang menimpa WO kita kali ini, murni adalah kesalahan dari saya sendiri.”

Kirei menjelaskan duduk permasalahan dan juga isi dari perjanjian yang ia tandatangani bersama Aura Rahayu. Para karyawan terlihat gelisah, bahkan wajah yang semua terlihat ceria seketika berubah menjadi sedih. Apalagi, saat ia mengatakan kalau ada kemungkinan WO dan Bridal Rei’s akan tutup total karena ia tak bisa memenuhi isi surat itu dan harus membayar denda sebesar 3 Miliar.

“Bu, saya mohon tetap pertahankan Bridal dan WO Rei’s. Hidup kami semua bergantung dari penghasilan di sini. Jika WO tutup, bagaimana kami bisa menghidupi keluarga, Bu. Kami bersedia menjaga Ibu jika Ibu harus turun tangan mengurusi semuanya.” Perempuan berambut pendek sebahu naik ke podium, lalu berlutut di depan Kirei.

Kirei terkejut dengan reaksi perempuan itu. Ia langsung menyuruh perempuan itu untuk berdiri. Rasanya tak pantas, manusia berlutut di hadapan manusia lainnya. Manusia hanya berlutut di hadapan Tuhan. Tak hanya berlutut, tetapi bersujud di hadapan Tuhan.

“Iya, Bu. Kami sudah bertahun-tahun kerja di sini. Ibu sudah sangat baik pada kami. Sekarang saatnya, kami membalas semua kebaikan Ibu. Masalah Ibu adalah masalah kami juga. Kamu tidak mungkin meninggalkan Ibu sendirian menghadapi masalah ini.” Pria yang mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam kain berteriak lantang. Bahkan, semua karyawan menyetujui perkataan pria itu.

Mendengar semangat dan kepedulian para karyawannya, Kirei merasa terharu. Ia kembali mempertimbangkan keputusannya. Tidak ada salahnya, ia meminta izin pada Attala dan semua keluarganya.

“Saya ucapkan terima kasih pada kalian semua. Saya akan mencari jalan keluar yang terbaik untuk masalah ini. Sekali lagi, terima kasih.” Kirei tak mampu menahan air mata. Ia menangis dengan tubuh bergetar.

Hanny yang berada di samping Kirei langsung memeluk sahabatnya itu. Mungkin, sahabatnya itu tidak menyangka kalau buah dari kebaikan selama ini. Membuat para karyawannya ingin tetap mempertahankan usaha yang dibangun dari nol itu. Roda kehidupan memang terus berputar. Kadang di atas, kadang pula di bawah. Sekarang, WO dan Bridal Rei’s sedang mengalami fase berada di bawah setelah lima tahun mengalami masa kejayaannya.

Hanny mengambil alih microphone, lalu memerintah semua karyawan untuk kembali ke pekerjaan masing-masing. Satu per satu, karyawan meninggalkan aula. Sekarang, tinggal ia dan Kirei saja.

“Ki, kita kembali ke ruang kerja, ya?” tanya Hanny.

“Han, aku mau pulang saja.” Kirei ingin menenangkan diri.

“Oke. Aku antar ke depan kantor.” Hanny paham sahabatnya itu butuh istirahat karena kehamilannya.

Kirei pergi ke ruang kerja untuk mengambil tas, lalu berjalan ke luar kantor. Sepanjang jalan, semua karyawan yang dilewatinya memberikan semangat. Ia hanya bisa tersenyum. Hanny dengan setia memapah Kirei. Sepertinya, sahabatnya itu merasa khawatir.

Martono membukakan pintu mobil saat melihat majikannya keluar dari kantor. Sebelumnya, majikannya itu memang menyuruhnya bersiap untuk pulang. Setelah majikannya masuk mobil, ia duduk di balik kemudi. Dari balik kaca spion depan, ia melihat majikannya menyandarkan sambil memejamkan mata. Ia ingin sekali bertanya, tetapi tidak jadi karena kondisinya tidak tepat. Ia menyalakan mesin, lalu mobil pun melaju meninggalkan kantor WO dan Bridal Rei’s.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, Kirei pun sampai di rumah. Ia melihat pintu rumah terbuka, sepertinya ada tamu yang berkunjung. Ia melangkah masuk ke rumah dan melihat Mama Maya sedang ngomel-ngomel pada Samirah.

“Mah,” panggil Kirei sambil mengulurkan tangan.

“Rei, kamu harusnya istirahat.” Maya tidak menerima uluran tangan Kirei. Ia malah memperhatikan wajah menantunya itu. “Kenapa wajahmu pucat? Apa ada masalah di kantor?”

Kirei belum sempat menjawab pertanyaan Maya. Ia merasa pusing dan matanya berkunang-kunang. Tubuhnya tiba-tiba lemas. Beruntung, mertuanya dengan sigap menopang tubuhnya.

“Ya ampun, Kirei. Martono!” panggil Maya dengan suara keras. Ia panik.

Martono datang tergopoh-gopoh. Ia terkejut melihat majikannya tak sadarkan diri.

“Martono, tolong bawa Kirei ke kamar!”

“Baik, Bu.” Martono mengendong Kirei, lalu berjalan menuju kamar majikannya yang ada di lantai 2.

Sumirah diam-diam memotret kejadian itu, lalu mengirim hasilnya pada seseorang yang sedari tadi menunggu kabar darinya.

 

 

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Hiburan

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:34 WIB