Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Loyalis dan Polemik Terbaru

- Penulis

Sunday, 19 April 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Loyalis dan Polemik Terbaru

Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Loyalis dan Polemik Terbaru

Redaksiku.com – Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan terbuka terkait perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Dalam keterangannya kepada media, ia menegaskan bahwa dirinya memiliki kontribusi penting dalam mengantarkan Jokowi dari panggung politik daerah hingga ke tingkat nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026). Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga menyinggung polemik yang berkembang belakangan ini, termasuk respons dari kelompok pendukung Jokowi yang disebutnya sebagai Termul.

Klaim Peran Awal dalam Karier Politik Jokowi

Jusuf Kalla secara terbuka menyatakan bahwa dirinya merupakan sosok yang mendorong langkah awal Jokowi menuju panggung politik nasional. Ia mengaku berperan dalam membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut JK, inisiatif tersebut tidak hanya sebatas dukungan informal, tetapi juga melibatkan komunikasi langsung dengan elite politik nasional. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk meyakinkan bahwa Jokowi merupakan figur yang layak diusung.

Dalam pertemuan tersebut, JK mengaku harus meyakinkan Megawati sebelum akhirnya Jokowi mendapatkan restu untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2012.

Momentum Pilkada DKI Jakarta 2012

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dan membawa Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Jusuf Kalla menilai kemenangan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan politik Jokowi. Menurutnya, tanpa pengalaman sebagai kepala daerah di ibu kota, sulit bagi seseorang untuk melangkah ke tingkat kepemimpinan nasional.

Ia bahkan menunjukkan dokumentasi berupa foto yang disebut sebagai bukti bahwa Jokowi pernah datang secara langsung untuk menyampaikan ucapan terima kasih setelah kemenangan tersebut.

Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Loyalis dan Polemik Terbaru
Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Loyalis dan Polemik Terbaru

Peran dalam Jalan Menuju Kursi Presiden

Lebih jauh, JK juga menyatakan bahwa kontribusinya tidak berhenti pada fase Pilkada DKI Jakarta. Ia menilai perannya turut berlanjut hingga proses Jokowi maju sebagai calon presiden.

Menurutnya, keputusan untuk mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden pada periode pertama pemerintahan juga merupakan bagian dari dinamika politik saat itu. JK mengungkapkan bahwa dirinya diminta untuk mendampingi Jokowi karena pertimbangan pengalaman.

Ia menegaskan bahwa perjalanan Jokowi menjadi presiden tidak terlepas dari berbagai dukungan dan proses politik yang melibatkan banyak pihak, termasuk dirinya.

Respons terhadap Kritik Pendukung Jokowi

Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla juga menyoroti respons sejumlah pendukung Jokowi yang dinilainya berlebihan terhadap pernyataannya. Ia mengaku heran mengapa komentarnya justru dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap Jokowi.

Menurut JK, pernyataan yang ia sampaikan sejatinya merupakan bentuk refleksi dan penegasan fakta sejarah, bukan serangan politik. Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud untuk menjatuhkan Jokowi.

Sebaliknya, JK menyebut bahwa sebagai sosok yang lebih senior, dirinya memiliki posisi untuk memberikan pandangan maupun nasihat, termasuk dalam menyikapi isu-isu yang berkembang.

Polemik Terkait Isu Ijazah

Pernyataan JK juga tidak terlepas dari polemik yang muncul sebelumnya, terutama terkait isu ijazah Jokowi. Ia mengakui bahwa komentarnya mengenai isu tersebut memicu reaksi dari sejumlah pihak.

Namun demikian, JK menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan bukanlah tuduhan, melainkan bentuk masukan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut di ruang publik.

Ia menilai bahwa isu yang berkembang seharusnya disikapi dengan bijak dan tidak perlu menimbulkan polemik berkepanjangan.

Klarifikasi atas Ceramah di UGM

Selain itu, JK juga memberikan klarifikasi terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026. Ceramah tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena menyinggung berbagai isu, termasuk konflik di Ambon dan Poso.

Ia menjelaskan bahwa ceramah tersebut disampaikan dalam konteks refleksi Ramadan dan tidak dimaksudkan untuk memicu kontroversi.

Namun, perkembangan situasi di media sosial membuat sebagian isi ceramah tersebut ditafsirkan secara berbeda oleh publik.

Dinamika Politik dan Persepsi Publik

Pernyataan Jusuf Kalla mencerminkan dinamika politik yang terus berkembang, di mana peran tokoh-tokoh senior kerap menjadi bagian dari diskursus publik.

Dalam konteks ini, perbedaan persepsi antara tokoh politik dan pendukung menjadi hal yang tidak terhindarkan. Setiap pernyataan publik dapat memicu interpretasi yang beragam, terutama di era digital.

Pengamat menilai bahwa penting bagi publik untuk memahami konteks historis dan dinamika politik secara utuh sebelum menarik kesimpulan.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lodewyk Pusung, Terbaru 7 Fakta Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Wajib Tahu 7 Hal Penting soal PPPK
Prabowo Affirms Openness to People's Suggestions, Including from TikTok
Sensational! 5 Facts About Prabowo Giving Drum Band Equipment to SDN Sukabumi
Important! 5 Facts That Shocked the Health Minister: Doctors Subjected to Bullying
Thousands of TMI Masses Hold Peaceful Rally to Support President Prabowo's People's Programs
Demonstration in Jakarta Today, 4,263 Joint Personnel Secure 5 Action Points
Government Regulates Exports of Coal, Palm Oil, and Ferroalloys with the Issuance of PP 24 of 2026

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 12:05 WIB

Lodewyk Pusung, Terbaru 7 Fakta Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan

Thursday, 2 July 2026 - 11:55 WIB

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Wajib Tahu 7 Hal Penting soal PPPK

Sunday, 28 June 2026 - 19:46 WIB

Prabowo Affirms Openness to People's Suggestions, Including from TikTok

Friday, 26 June 2026 - 13:26 WIB

Sensational! 5 Facts About Prabowo Giving Drum Band Equipment to SDN Sukabumi

Thursday, 25 June 2026 - 15:56 WIB

Important! 5 Facts That Shocked the Health Minister: Doctors Subjected to Bullying

Berita Terbaru

Belarus, Wajib Tahu 7 Fakta Negara Eropa Timur yang Jadi Sorotan

International

Belarus, Wajib Tahu 7 Fakta Negara Eropa Timur yang Jadi Sorotan

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:10 WIB