Dua Putra NTT Dilantik Jadi Dubes RI untuk Filipina dan Afrika Selatan

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putra NTT Dilantik — Dua tokoh asal NTT dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Filipina dan Afrika Selatan

Dua putra NTT resmi dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina dan Afrika Selatan.

Redaksiku.com – Dua tokoh asal Nusa Tenggara Timur resmi melangkah ke panggung diplomasi internasional setelah dikabarkan kuat akan mengemban tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk negara sahabat. Penunjukan ini menandai babak baru bagi representasi putra-putri daerah dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia di kancah global melalui penempatan strategis di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.

Kabar tersebut mencuat setelah proses panjang yang melibatkan serangkaian tahapan seleksi ketat di tingkat pemerintahan. Kedua figur publik yang dimaksud adalah Dr Josef Adreanus Nae Soi dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake yang namanya kini diperhitungkan untuk memimpin misi diplomatik penting.

Profil Penugasan Diplomatik

Nae Soi dipersiapkan untuk mengemban amanah sebagai Duta Besar RI untuk Republik Filipina yang juga merangkap Republik Kepulauan Marshall serta Republik Palau dengan pusat kedudukan di Manila. Sementara itu, Ayodhia Kalake dipercaya untuk memegang kendali kedutaan besar di Republik Afrika Selatan dengan rangkapan wilayah kerja mencakup Republik Botswana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penugasan ganda ini menuntut pemahaman mendalam mengenai dinamika politik regional serta kemampuan diplomasi ekonomi yang handal. Kedua tokoh tersebut dinilai memiliki latar belakang pengalaman birokrasi serta politik yang memadai untuk menghadapi tantangan hubungan bilateral di negara penempatan masing-masing.

Tahapan Uji Kelayakan di Parlemen

Sebelum resmi dilantik, kedua tokoh tersebut harus merampungkan tahapan krusial di legislatif bersama puluhan kandidat diplomat lainnya. Proses ini diselenggarakan langsung oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Komisi I DPR RI melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 25 calon Duta Besar RI dalam rentang waktu dua hari.

Pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test tersebut dijadwalkan berlangsung secara intensif pada Selasa hingga Rabu, 22-23 September 2026. Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto memberikan keterangan resmi terkait agenda kenegaraan yang melibatkan puluhan calon wakil Indonesia di luar negeri ini.

Proses seleksi di parlemen ini berfungsi sebagai bentuk pengawasan sekaligus pemberian rekomendasi resmi dari lembaga legislatif kepada pihak eksekutif. Setelah tahapan wawancara dan pendalaman visi misi selesai, hasil penilaian akan dikembalikan langsung kepada pimpinan DPR RI untuk diproses lebih lanjut.

Sebanyak 25 calon Duta Besar mengikuti rangkaian seleksi yang dijadwalkan pada 22 hingga 23 September 2026.

Menurut keterangan dari pimpinan Komisi I DPR RI, para kandidat yang mengikuti uji kelayakan ini pada dasarnya sudah berada di jalur aman karena mekanisme penyaringan awal telah berjalan ketat. Kendati demikian, catatan khusus atau aduan dari masyarakat tetap menjadi instrumen penilaian yang diperhatikan.

  • Penyaringan awal calon duta besar diklaim telah melalui proses screening yang ketat oleh Kementerian Luar Negeri.
  • Hasil uji kelayakan dari Komisi I DPR bersifat sebagai rekomendasi yang akan diserahkan kepada pimpinan dewan.
  • Kandidat dapat menghadapi kendala pelantikan apabila terdapat laporan atau catatan krusial yang membahayakan dari masyarakat.

Rekam Jejak Kandidat Duta Besar

Latar belakang kedua figur asal Nusa Tenggara Timur ini mencerminkan kombinasi pengalaman di dunia politik domestik dan birokrasi pemerintahan pusat. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal utama dalam menjalankan fungsi perwakilan negara di luar negeri yang sarat dengan kepentingan nasional.

Nae Soi memiliki rekam jejak politik yang panjang, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018-2023 mendampingi Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat. Politisi Partai Golkar asal Kabupaten Ngada, Pulau Flores, ini juga pernah tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia selama beberapa periode.

Di sisi lain, Ayodhia Kalake membawa pengalaman birokrasi yang solid dari berbagai kementerian strategis di tingkat pusat. Pria asal Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, ini sempat menduduki kursi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI serta pernah dipercaya sebagai Penjabat Gubernur NTT.

Pertanyaan Umum

Siapa saja tokoh NTT yang menjadi calon Dubes RI?

Tokoh yang dikabarkan menjadi calon Duta Besar RI adalah Josef Adreanus Nae Soi dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake.

Di negara mana penempatan tugas kedua tokoh tersebut?

Josef Adreanus Nae Soi ditujukan untuk Filipina, Kepulauan Marshall, dan Palau, sedangkan Ayodhia Kalake ditujukan untuk Afrika Selatan dan Botswana.

Di mana uji kelayakan calon duta besar dilangsungkan?

Uji kepatutan dan kelayakan dilaksanakan oleh Komisi I DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Ringkasan

Dua tokoh asal Nusa Tenggara Timur, Dr. Josef Adreanus Nae Soi dan Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake, mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Duta Besar Republik Indonesia di Komisi I DPR RI pada 22–23 September 2026. Penunjukan ini merepresentasikan keterlibatan putra daerah dalam memperkuat diplomasi internasional di kawasan Asia Tenggara dan Afrika.

Berdasarkan penugasan tersebut, Nae Soi dipersiapkan untuk memimpin Kedutaan Besar RI di Filipina dengan rangkepan wilayah Kepulauan Marshall dan Palau, sementara Ayodhia Kalake ditugaskan di Afrika Selatan dengan rangkepan wilayah Botswana. Proses seleksi di parlemen ini melibatkan total 25 calon duta besar sebagai tahap krusial sebelum pengesahan resmi oleh eksekutif.

Kedua kandidat membawa rekam jejak birokrasi dan politik yang matang sebagai modal utama menjalankan misi diplomatik. Nae Soi berpengalaman sebagai mantan Wakil Gubernur NTT dan anggota DPR RI, sedangkan Ayodhia Kalake memiliki latar belakang birokrat andal yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kemenko Marves serta Penjabat Gubernur NTT.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Pajak dan Pendaftaran IMEI iPhone 18 Pro dari Bea Cukai
Demo Buruh di Jakarta 24 September 2026 dan Jalur Alternatif
Gaya Nayeon TWICE dengan Ultra Mini Dress di Acara Pembukaan
Istri Berjarak Paxton Buka Suara soal Senat Texas
PT HKI Salurkan 28 Ribu Liter Air Bersih ke Tiga Desa di Muba
Axel Matthew Thomas Menikah Privat dengan Cicilia Golda
Daya Tarik L’Eminence Golf & Resort Lembang untuk Staycation Alam
Dua Kota di California Masuk Pasar Terbaik untuk Penjual Rumah

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:07 WIB

Aturan Pajak dan Pendaftaran IMEI iPhone 18 Pro dari Bea Cukai

Kamis, 24 September 2026 - 15:03 WIB

Demo Buruh di Jakarta 24 September 2026 dan Jalur Alternatif

Kamis, 24 September 2026 - 14:54 WIB

Gaya Nayeon TWICE dengan Ultra Mini Dress di Acara Pembukaan

Kamis, 24 September 2026 - 14:52 WIB

Istri Berjarak Paxton Buka Suara soal Senat Texas

Kamis, 24 September 2026 - 14:50 WIB

PT HKI Salurkan 28 Ribu Liter Air Bersih ke Tiga Desa di Muba

Berita Terbaru

Nawir menunjukkan ketangguhan mental dengan mengelola bengkel di Jayapura meski menghadapi keterbatasan fisik dan berbagai cobaan.

Teknologi

Kisah Nawir, Pemilik Bengkel yang Sering Dibobol Maling

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:09 WIB

Pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ETLE berdampak langsung pada status administratif kendaraan di Samsat.

Otomotif

Aturan Sanksi ETLE: Bayar Denda Saja Tidak Cukup

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:02 WIB

Pasar mobil klasik di Indonesia diminati kolektor sebagai investasi dan hobi bernilai tinggi pada 2026.

Otomotif

6 Mobil Klasik Berharga Tinggi Incaran Kolektor 2026

Kamis, 24 Sep 2026 - 14:58 WIB

error: Content is protected !!