Redaksiku.com – Jakarta lagi rame banget nih! Hari Senin, 21 Juli 2025 kemarin, para driver ojek online alias driver ojol demo di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Mereka dateng buat demo damai dalam aksi bertajuk “Kebangkitan Transportasi Online Nasional Jilid II”. Tuntutannya? Bagi hasil antara aplikator dan pengemudi diubah jadi 90:10, alias driver dapet 90% dan aplikator (kayak Grab) cuma 10%.
Grab Indonesia langsung angkat bicara nih buat nanggepin unjuk rasa ini. Mereka bilang, “Kita dengerin kok aspirasi kalian, guys!” Bahkan Grab kasih jempol buat para mitra pengemudi karena udah nyuarain keresahan dengan cara damai dan tertib sesuai aturan hukum.
💬 Grab: Kita Lagi Ngobrol Serius Sama Pemerintah
Chief of Public Affairs-nya Grab Indonesia, Tirza Munusamy, bilang mereka saat ini lagi intens komunikasi sama pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan, buat cari solusi yang paling fair dan nguntungin semua pihakbaik pengemudi, pengguna, sampai aplikatornya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Tirza, pemerintah juga udah mulai review ulang struktur biaya jasa transportasi daring. Harapannya sih biar ke depannya ekosistem ojol makin adil, sustainable, dan tetap bisa ngayomi semua pihak.
📈 3 Tahun Gak Ada Penyesuaian, Hidup Makin Mahal!
Tirza jujur-jujuran, Kita ngerti kok, selama lebih dari 3 tahun terakhir belum ada penyesuaian biaya jasa. Padahal, biaya hidup makin naik, harga bensin naik, spare part naik, cicilan naik, semua naik!
Jadi, wacana buat ngatur ulang skema bagi hasil ini memang penting dan perlu banget. Tapi, prosesnya harus dianalisis secara utuh, gak bisa asal potong komisi.

💸 Kenapa Gak Bisa Turunin Komisi ke 10%?
Mungkin kamu mikir, Yaelah, cuma minta komisi dipotong jadi 10% doang, susah amat? Tapi Grab kasih pembelaan. Mereka bilang, komisi itu bukan cuma buat ambil untung, tapi juga dipakai buat ngelola sistem dan kasih benefit ke driver loh!
Beberapa fungsi dari komisi Grab sekarang ini antara lain:
-
Layanan bantuan & support 24/7 (kayak GrabSupport dan tim darurat)
-
Asuransi kecelakaan buat driver dan penumpang
-
GrabAcademy buat edukasi dan pelatihan driver
-
Program kesejahteraan seperti GrabBenefits, beasiswa GrabScholar, pelatihan bisnis, dll
Kalo komisi ditekan terlalu kecil, ya semua layanan ini bisa bubar jalan, cuy.
🧠Tirza: Ada Banyak Platform, Pilih yang Cocok!
Tirza juga nyinggung soal persaingan sehat. Di luar sana banyak platform transportasi online. Ada juga yang ngasih potongan komisi lebih kecil dari Grab, ujarnya.
Jadi, driver sebenarnya bisa bebas milih mau gabung di platform mana. Dan kompetisi ini bagus karena jadi ajang adu kualitassiapa yang paling supportif ke mitranya, pasti lebih dicintai.
Œ Komisi 10% = Gak Sustain?
Grab tegas banget soal ini. Tirza bilang, usulan komisi 10% itu gak sustainable. Artinya, bisa bikin ekosistem ambruk. Soalnya, operasional Grab tuh butuh biaya besar, bukan sekadar aplikasi doang.
Grab juga udah kasih banyak subsidi buat tetap jaga harga layanan tetap terjangkau buat konsumen. Kalau komisi makin kecil tapi tanggung jawab tetap gede, lama-lama ya gak bisa jalan dong, bro!
Layanan Tetap Jalan Meski Ada Demo
Walau aksi unjuk rasa kemarin cukup besar, Tirza bilang operasional Grab tetap jalan normal. Bahkan, dia ngasih data, 99% driver masih aktif narik order pas hari demo.
Kalaupun ada beberapa driver yang demo dan gak bisa ambil order, sistem Grab udah otomatis nyalurin order ke driver lain. Jadi, pengguna gak terlalu terdampak dan layanan tetap ngacir.
🤠Solusi Harus Lewat Dialog, Bukan Ribut-Ribut
Intinya, Grab tetap buka pintu buat ngobrol. Mereka bilang solusi terbaik cuma bisa dicapai lewat dialog terbuka, empati satu sama lain, dan komitmen buat jalan bareng jangka panjang.
Grab juga klaim tetap pengen jadi mitra terbaik buat pemerintah dan masyarakat dalam membangun dunia transportasi online yang kuat, sehat, dan adil buat semua.
📢 Reaksi Netizen? Campur-Campur!
Di dunia maya, reaksi publik soal demo ojol dan tanggapan Grab ini beragam banget. Ada yang dukung driver total karena ngerasa mereka pejuang jalanan yang layak dapat lebih. Tapi gak sedikit juga yang ngerti posisi Grab, apalagi pas tau komisi itu buat support sistem, asuransi, dan pelatihan.
Wah gue baru tahu ternyata komisi itu juga buat biaya layanan darurat, pantas aja susah nurunin jadi 10%, kata salah satu netizen di X (dulu Twitter).
Catatan Akhir: Realitanya Gak Sesimpel Itu
Yap, meskipun idealnya pengemudi dapet bagian lebih besar, tapi nyatanya biaya operasional aplikasi transportasi daring itu gede banget. Belum lagi harus jaga kualitas layanan, kasih asuransi, training, diskon buat pelanggan, dan insentif buat driver juga.
Jadi, daripada ribut terus, emang lebih oke kalau semua pihak duduk bareng dan cari solusi win-win. Karena ya, ojol itu tulang punggung mobilitas masyarakat kekinian, dan semua pihak harus saling support biar tetap survive.






