Redaksiku.com – Tim SAR saat mengevakuasi jasad Rapi Pratama Bin Mustawa, bocah yang tenggelam di Sungai Komering ke rumah duka-Kantor SAR Palembang-
Pencarian intensif yang dilakukan oleh tim penyelamat gabungan akhirnya membuahkan hasil pahit ketika korban bernama Rapi Pratama Bin Mustawa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Bocah berusia sembilan tahun tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di aliran Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Operasi pencarian ini melibatkan koordinasi lintas instansi yang bekerja selama berjam-jam menyisir arus sungai yang dikenal cukup deras.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban sedang beraktivitas di sekitar bantaran sungai sebelum akhirnya terpeleset dan terbawa arus. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun derasnya air membuat korban langsung menghilang dari pandangan. Laporan kemudian diteruskan kepada pihak berwenang agar unit SAR segera diterjunkan ke lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Pencarian Korban Tenggelam
Kantor SAR Palembang mengerahkan regu penolong darurat begitu menerima laporan mengenai bocah tenggelam di Sungai Komering. Tim rescue bergerak cepat menuju titik koordinat kejadian untuk mendirikan posko taktis dan membagi area pencarian. Metode penyisiran dilakukan secara maksimal dengan membagi tim menjadi beberapa sektor di sepanjang aliran sungai.
Operasi penyelamatan ini menghadapi berbagai tantangan alam yang cukup berat di lapangan. Kondisi air keruh serta luasnya area pencarian menuntut para personel untuk bekerja ekstra hati-hati menggunakan perahu karet. Berbagai unsur terlibat secara aktif dalam misi kemanusiaan tersebut untuk mempercepat proses penemuan korban.
- Personel SAR Palembang yang memimpin koordinasi lapangan bersama unsur TNI dan Polri.
- Potensi SAR lokal serta warga setempat yang membantu penyisiran di sepanjang tepian sungai.
- Peralatan utama berupa perahu karet dan alat pendukung penyelaman air keruh.
Proses Evakuasi dan Penyerahan Jenazah
Titik terang pencarian muncul setelah tim penyelam melakukan pemantauan intensif di sekitar radius lokasi awal korban dilaporkan hilang. Jasad Rapi Pratama akhirnya ditemukan mengapung tidak jauh dari titik tenggelam setelah petugas memperluas jangkauan pencarian. Evakuasi segera dilakukan dengan prosedur keselamatan yang ketat sebelum jenazah dibawa ke daratan.
Operasi pencarian ini melibatkan koordinasi intensif selama kurang lebih 24 jam oleh tim SAR gabungan di lapangan.
Setelah berhasil dievakuasi dari Sungai Komering, jenazah korban langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk dibawa ke rumah duka. Keluarga korban yang telah menunggu sejak hari pertama pencarian tampak hisap menyambut kedatangan jenazah. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah murni sebelum proses pemakaman dilangsungkan.
Imbauan Keselamatan di Perairan
Insiden nahas ini kembali menjadi pengingat serius bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Kawasan aliran sungai besar seperti Sungai Komering menyimpan potensi bahaya tersembunyi berupa arus deras bawah air yang sulit diprediksi. Kesadaran kolektif dari masyarakat sangat dibutuhkan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Pengawasan ketat terhadap aktivitas anak di dekat perairan terbuka merupakan langkah utama mencegah kecelakaan fatal akibat tenggelam.
Pemerintah daerah bersama aparat setempat terus mengimbau warga agar senantiasa berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Terlebih pada musim dengan debit air yang fluktuatif, risiko kecelakaan air cenderung meningkat secara signifikan. Peran aktif masyarakat dalam memantau lingkungan sekitar terbukti krusial dalam menjaga keselamatan bersama.
Pertanyaan Umum
Kapan korban Rapi Pratama ditemukan oleh tim SAR?
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam operasi pencarian intensif yang dilakukan di aliran Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Unsur apa saja yang terlibat dalam pencarian bocah tenggelam tersebut?
Pencarian melibatkan Kantor SAR Palembang, aparat TNI-Polri, potensi SAR daerah, serta warga setempat yang bahu-membahu menyisir sungai.
Bagaimana kondisi korban saat berhasil dievakuasi petugas?
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Ringkasan
Rapi Pratama Bin Mustawa, bocah berusia sembilan tahun yang dilaporkan hilang setelah tenggelam di aliran Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian intensif selama kurang lebih 24 jam.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban terpeleset dan terbawa arus deras saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Kantor SAR Palembang bersama unsur TNI, Polri, potensi SAR, dan warga setempat kemudian mengerahkan perahu karet serta melakukan penyelaman di tengah kondisi air yang keruh untuk menyisir berbagai sektor hingga jasad korban berhasil ditemukan.
Menanggapi insiden nahas ini, pihak berwenang mengimbau para orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar perairan terbuka guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa akibat arus sungai yang deras.






