BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Sudaryono: Aturan Segera Terbit

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Sudaryono: Aturan Segera Terbit

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Sudaryono: Aturan Segera Terbit

Redaksiku.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera merombak skema pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi anggaran serta menciptakan rasa keadilan sesuai dengan beban kerja di masing-masing dapur produksi.

Kepastian mengenai perubahan regulasi tersebut disampaikan langsung oleh Sudaryono setelah mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026). Ia menjelaskan bahwa saat ini proses administrasi berupa pengajuan Peraturan Kepala Badan (Perbadan) baru sedang dalam tahap finalisasi.

Skema lama yang selama ini diterapkan memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk setiap satuan pelayanan tanpa mempertimbangkan perbedaan volume produksi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sudaryono, kebijakan yang diwariskan dari kepemimpinan sebelumnya tersebut dinilai kurang tepat karena cenderung menyamaratakan besaran insentif bagi seluruh dapur. Padahal, setiap unit pelayanan memiliki kapasitas dan beban kerja yang bervariasi dalam melayani kebutuhan gizi para siswa penerima manfaat.

Peraturan baru ini diharapkan dapat segera diimplementasikan guna memastikan distribusi anggaran berjalan lebih proporsional. Sudaryono memproyeksikan bahwa aturan tersebut akan diterbitkan dalam waktu dekat, bahkan ia berharap regulasi tersebut sudah bisa berlaku mulai hari ini atau esok hari.

Transformasi dan Pengawasan Program

Selain melakukan penataan ulang skema insentif, Badan Gizi Nasional juga tengah memperkuat tata kelola operasional untuk mendukung keberhasilan program nasional ini. Langkah ini mencakup pengalokasian anggaran yang lebih spesifik untuk menunjang kualitas pelayanan gizi di seluruh wilayah.

BGN diketahui telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp373,3 miliar yang akan difokuskan pada standarisasi dapur MBG serta pelatihan intensif bagi para petugas di lapangan. Upaya ini dilakukan agar standar keamanan pangan tetap terjaga di setiap titik distribusi makanan.

Dalam kesempatan terpisah, Sudaryono juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak-pihak yang lalai dalam menjalankan tugasnya. Ia tidak segan untuk memberikan sanksi berat, termasuk pemecatan tidak hormat, bagi kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.

Pihak BGN terus mengingatkan seluruh sekolah dan penerima manfaat bahwa makanan yang didistribusikan dalam program MBG wajib dikonsumsi paling lambat dua jam setelah diterima untuk menghindari risiko kesehatan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional. Dengan adanya penyesuaian skema insentif dan penguatan pengawasan, pemerintah optimistis bahwa target pemenuhan gizi bagi siswa di seluruh Indonesia dapat tercapai secara efektif dan tepat sasaran.

Pertanyaan Umum

Mengapa skema insentif SPPG diubah oleh Badan Gizi Nasional?

Perubahan dilakukan untuk menciptakan keadilan dan efisiensi anggaran, mengingat skema sebelumnya menyamaratakan insentif sebesar Rp6 juta per hari tanpa mempertimbangkan beban kerja yang berbeda antar dapur produksi.

Kapan aturan baru mengenai insentif tersebut mulai berlaku?

Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa peraturan kepala badan yang baru sedang dalam proses dan diharapkan terbit dalam waktu dekat, dengan target implementasi segera setelah regulasi tersebut ditandatangani.

Bagaimana BGN memastikan kualitas makanan dalam program ini tetap terjaga?

Selain memberikan sanksi tegas bagi pihak yang lalai, BGN telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp373,3 miliar untuk standarisasi dapur dan pelatihan petugas, serta terus menegakkan aturan batas waktu konsumsi makanan agar tetap aman bagi siswa.BGN Akan Ubah Skema Insentif untuk SPPG, Sudaryono: Aturan Terbit dalam Waktu Dekat (FOTO:iNews Media Group)

Ringkasan

Badan Gizi Nasional segera mengubah skema insentif SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis agar lebih proporsional, efisien, dan adil sesuai beban kerja dapur.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenimipas Salurkan Bantuan Rp1,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Prediksi Villarreal vs Deportivo A Coruña: Skor dan Analisis La Liga
Dugaan 8 WNI Gabung Tentara Rusia, BIN Lakukan Pendalaman
Prediksi Cagliari vs Hellas Verona di Coppa Italia 2026/27
Xiaomi Pamerkan 380 Produk Inovatif di IFA 2026 Berlin
Hasil Liga Pro Belgia: Anderlecht Taklukkan KV Kortrijk 3-0
Ranking WTA Terbaru: Janice Tjen Bayangi Alexandra Eala
Larangan Suporter Away Dicabut, Pieter Huistra Sambut Gembira

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:57 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Rp1,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 4 September 2026 - 09:53 WIB

Prediksi Villarreal vs Deportivo A Coruña: Skor dan Analisis La Liga

Jumat, 4 September 2026 - 09:53 WIB

Dugaan 8 WNI Gabung Tentara Rusia, BIN Lakukan Pendalaman

Jumat, 4 September 2026 - 09:48 WIB

Prediksi Cagliari vs Hellas Verona di Coppa Italia 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 09:44 WIB

Xiaomi Pamerkan 380 Produk Inovatif di IFA 2026 Berlin

Berita Terbaru