Jasa Marga Serap Capex Rp 4,4 Triliun Sepanjang Semester I 2026

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

belanja modal Jasa Marga — Suasana jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk dengan kendaraan yang melintas.

PT Jasa Marga Tbk merealisasikan belanja modal sebesar Rp 4,4 triliun pada semester I 2026 untuk pemeliharaan dan proyek jalan tol baru.

Redaksiku.com – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 4,4 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. Anggaran tersebut terserap untuk mendukung operasional pemeliharaan jalan tol yang sudah ada serta mendanai berbagai proyek investasi pembangunan jalan tol baru yang saat ini tengah berjalan di bawah kendali perusahaan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa penggunaan dana investasi ini masih berjalan sesuai dengan koridor rencana kerja yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Meski angka serapan pada semester pertama mencapai angka tersebut, realisasi total belanja modal hingga akhir tahun 2026 diakui sangat bergantung pada dinamika serta progres fisik di lapangan.

Jasa Marga memproyeksikan total penyerapan belanja modal untuk kebutuhan investasi sepanjang tahun 2026 dapat mencapai angka Rp 12 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strategi Ekspansi dan Seleksi Ruas Tol Baru

Dalam menghadapi peluang bisnis ke depan, Jasa Marga tetap membuka diri untuk berpartisipasi dalam pengusahaan jalan tol baru. Namun, Rivan menegaskan bahwa keikutsertaan perseroan tidak dilakukan secara serampangan. Setiap peluang proyek baru akan melalui proses evaluasi yang sangat ketat dan komprehensif untuk memastikan kesehatan finansial perusahaan tetap terjaga.

Ada beberapa kriteria utama yang menjadi acuan Jasa Marga sebelum memutuskan untuk terlibat dalam sebuah proyek infrastruktur jalan tol, di antaranya adalah:

  • Prospek volume lalu lintas yang diproyeksikan akan melintasi ruas tol tersebut di masa depan.
  • Tingkat konektivitas yang ditawarkan oleh ruas tol baru terhadap jaringan jalan tol yang sudah beroperasi sebelumnya.
  • Analisis mendalam mengenai kelayakan investasi agar proyek tersebut dapat memberikan imbal hasil yang optimal.
  • Kondisi dan kemampuan finansial perusahaan dalam mendukung pendanaan proyek secara berkelanjutan.

Selain fokus pada pembangunan ruas tol konvensional, perusahaan juga mulai melirik peluang investasi di sektor Broadfield. Langkah ini diambil mengingat jumlah tender jalan tol baru di pasar saat ini tidak sebanyak periode-periode sebelumnya, sehingga diversifikasi strategi menjadi langkah yang dianggap relevan.

Jasa Marga berkomitmen untuk tidak sekadar mengejar penambahan jumlah ruas jalan tol, melainkan memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Optimalisasi Portofolio di Bawah Naungan Danantara

Sebagai entitas yang berada di bawah naungan Danantara, Jasa Marga kini juga memegang peran strategis dalam pengelolaan ruas-ruas jalan tol milik badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Rivan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan penataan ulang atau streamlining portofolio BUMN guna meningkatkan efektivitas operasional.

Proses integrasi dan penataan aset ini dilakukan dengan koordinasi intensif antara pihak pemegang saham, BUMN terkait, serta berbagai perusahaan yang terlibat dalam proses tersebut. Jasa Marga memastikan bahwa seluruh rangkaian penataan ini tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Setiap kajian yang dilakukan dalam proses ini bersifat komprehensif, transparan, dan disesuaikan dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia. Harapannya, langkah penataan aset ini tidak hanya memperkuat posisi Jasa Marga di industri infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah (value creation) yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

Investor dan pemangku kepentingan dapat terus memantau keterbukaan informasi di situs resmi perusahaan untuk melihat perkembangan terkini terkait realisasi capex maupun proyek strategis yang sedang berlangsung.

Pertanyaan Umum

Berapa total realisasi belanja modal Jasa Marga pada semester I 2026?

Sepanjang semester I 2026, PT Jasa Marga Tbk telah menyerap belanja modal sebesar Rp 4,4 triliun untuk kebutuhan pemeliharaan operasional dan investasi pembangunan jalan tol.

Berapa estimasi total capex Jasa Marga hingga akhir tahun 2026?

Jasa Marga mengestimasikan total belanja modal untuk investasi hingga akhir tahun 2026 akan mencapai sekitar Rp 12 triliun, dengan catatan realisasi tetap bergantung pada progres di lapangan.

Apa kriteria Jasa Marga dalam memilih proyek jalan tol baru?

Perusahaan menggunakan pendekatan selektif dengan mempertimbangkan prospek lalu lintas, konektivitas dengan ruas tol eksisting, kelayakan investasi, dan kemampuan finansial internal perusahaan.

Ringkasan

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) merealisasikan belanja modal sebesar Rp 4,4 triliun pada semester I 2026 untuk pemeliharaan jalan tol dan proyek pembangunan baru. Perusahaan menargetkan total serapan capex mencapai Rp 12 triliun hingga akhir tahun, dengan fokus pada investasi selektif dan efisiensi portofolio di bawah naungan Danantara.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya Pertanyakan Akurasi Data Desil BPS Terkait Bansos
IHSG Sesi I Anjlok 0,58% ke 6.647, Saham BBCA hingga MBMA Turun
PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Ekspor dan Transfer Pricing 2008-2025
Target Utilisasi Industri Kopi Indonesia Naik Jadi 86,6%
Realisasi Capex Emiten LQ45 2026: Sektor Telekomunikasi vs Tambang
Emas Rusia Kini Mengalir ke China Lewat Jalur Hong Kong
Pemkot Surakarta Kembangkan Ekosistem Wellness City untuk Ekonomi
Kodim 0812/Lamongan Evaluasi dan Petakan Pendampingan KDKMP

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:54 WIB

Purbaya Pertanyakan Akurasi Data Desil BPS Terkait Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Jasa Marga Serap Capex Rp 4,4 Triliun Sepanjang Semester I 2026

Rabu, 9 September 2026 - 13:10 WIB

IHSG Sesi I Anjlok 0,58% ke 6.647, Saham BBCA hingga MBMA Turun

Rabu, 9 September 2026 - 10:06 WIB

PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Ekspor dan Transfer Pricing 2008-2025

Rabu, 9 September 2026 - 09:55 WIB

Target Utilisasi Industri Kopi Indonesia Naik Jadi 86,6%

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti akurasi data desil BPS untuk penyaluran bantuan sosial.

EKONOMI

Purbaya Pertanyakan Akurasi Data Desil BPS Terkait Bansos

Rabu, 9 Sep 2026 - 15:54 WIB