Asosiasi Ojol Gelar Aksi ke DPR, Ancaman Matikan Aplikasi Massal Jadi Sorotan

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Ojol Gelar Aksi ke DPR, Ancaman Matikan Aplikasi Massal Jadi Sorotan

Asosiasi Ojol Gelar Aksi ke DPR, Ancaman Matikan Aplikasi Massal Jadi Sorotan

Redaksiku.com – Jakarta kembali bersiap menghadapi gelombang aksi unjuk rasa besar. Kali ini, giliran para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia (Asosiasi Ojol) turun ke jalan.

Mereka mengumumkan rencana demonstrasi yang akan digelar pada Rabu, 17 September 2025, dengan titik aksi mulai dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga berlanjut ke Gedung DPR RI.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menegaskan bahwa aksi kali ini tidak hanya diikuti para pengemudi ojol, tetapi juga akan didukung oleh sejumlah mahasiswa. Kehadiran elemen mahasiswa disebut untuk memperkuat suara tuntutan, sekaligus memperluas daya tekan aksi.

Pergerakan ini kami mulai dari Kemenhub, lalu berlanjut ke depan Gedung DPR. Kami juga sudah mengimbau masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk bersiap menggunakan moda transportasi alternatif. Karena, sebagai bentuk solidaritas, sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi mereka secara massal selama aksi berlangsung, ujar Igun dalam keterangan tertulis pada Senin (16/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aplikasi Ojol Bakal Dihentikan Sementara

Ancaman pemadaman aplikasi secara serentak oleh ribuan pengemudi ojol menjadi sorotan publik. Igun menjelaskan, aksi mematikan aplikasi ini dimaksudkan sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah dan DPR agar segera memberi perhatian serius terhadap nasib para pekerja transportasi online.

Kalau tidak ada langkah konkret dari pemerintah, maka kami tunjukkan kekuatan kami. Ojol itu tulang punggung mobilitas di kota-kota besar, terutama Jakarta. Kalau kami serentak mematikan aplikasi, dampaknya akan langsung terasa. Itu pesan yang ingin kami sampaikan, tegasnya.

Meski begitu, Igun menambahkan bahwa langkah ini bukan untuk merugikan masyarakat. Menurutnya, aksi mogok dan mematikan aplikasi hanya berlangsung sementara, sebatas untuk menarik perhatian publik dan pemangku kebijakan.

Tuntutan Utama: RUU Transportasi Online Masuk Prolegnas

Poin utama yang akan disuarakan dalam aksi ini adalah tuntutan agar rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur transportasi online masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026.

Selama ini, kata Igun, keberadaan transportasi online yang sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Aturan yang ada hanya berupa keputusan menteri atau regulasi teknis. Menurutnya, kondisi ini membuat posisi pengemudi ojol rentan, baik dari sisi perlindungan hukum maupun kesejahteraan.

Transportasi online sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Tapi, status hukumnya masih abu-abu. Tidak ada regulasi yang benar-benar mengikat dan melindungi para driver. Karena itu, kami mendesak DPR untuk segera memasukkan RUU Transportasi Online ke dalam Prolegnas, jelas Igun.

Asosiasi Ojol Gelar Aksi ke DPR, Ancaman Matikan Aplikasi Massal Jadi Sorotan
Asosiasi Ojol Gelar Aksi ke DPR, Ancaman Matikan Aplikasi Massal Jadi Sorotan

Harapan Ada di Tangan DPR

Dalam aksi ini, Garda Indonesia menegaskan bahwa seluruh mata kini tertuju pada DPR RI. Lembaga legislatif diharapkan dapat menunjukkan komitmen untuk mengakomodasi aspirasi jutaan pengemudi ojol di Indonesia.

Kalau RUU ini benar-benar masuk Prolegnas, itu akan jadi langkah awal yang baik. Kami tidak ingin hanya dijadikan alat politik atau sekadar bahan janji kosong. Kami butuh kepastian hukum, perlindungan kerja, dan kepastian tarif yang adil, tambahnya.

Para pengemudi ojol menilai, tanpa payung hukum yang jelas, posisi mereka selalu berada di pihak yang lemah dalam hubungan kerja dengan perusahaan aplikasi. Tarif yang sering berubah sepihak, potongan komisi yang tinggi, hingga minimnya jaminan sosial menjadi masalah klasik yang terus membayangi.

Ancaman Kemacetan Hingga Dampak Sosial

Rencana aksi besar-besaran ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait dampaknya terhadap lalu lintas di Ibu Kota. Pasalnya, ribuan pengemudi ojol diperkirakan akan turun ke jalan dalam satu waktu. Belum lagi pemadaman aplikasi yang berpotensi membuat masyarakat kesulitan mencari transportasi online.

Kepolisian disebut sudah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar titik aksi, yakni Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan Gedung DPR.

Di sisi lain, sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa aksi ini menjadi bentuk nyata bahwa keberadaan transportasi online sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Kalau sampai aplikasi benar-benar dimatikan serentak, itu akan jadi alarm keras bagi pemerintah bahwa ada yang perlu segera dibenahi, ujar salah satu pengamat transportasi publik.

Riwayat Aksi Ojol Sebelumnya

Ini bukan kali pertama pengemudi ojol melakukan aksi turun ke jalan. Sejak awal kehadiran transportasi online, isu tarif dan regulasi selalu menjadi pemicu utama demonstrasi. Beberapa tahun terakhir, pengemudi ojol kerap menggelar aksi ke Kementerian Perhubungan dan DPR untuk menyuarakan keresahan mereka.

Namun, hingga kini, tuntutan terkait regulasi permanen belum juga terealisasi. Hal inilah yang membuat Garda Indonesia kembali memutuskan turun ke jalan dengan skala lebih besar.

Kalau aksi-aksi sebelumnya hanya diikuti ribuan orang, kali ini bisa puluhan ribu. Apalagi ada dukungan mahasiswa. Jadi, ini bukan sekadar demo biasa, tapi sebuah peringatan keras, tegas Igun.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APAK dan GRH Laporkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Miliar
Resmi Dibuka! Rute KRL ke JIS Jadi Andalan Baru Warga Jakarta, Ini Cara Cepat Menuju Stadion Tanpa Ribet
Heboh! Ajudan Danrem di Jogja Marathon Viral, Ini Duduk Perkaranya
Heboh! Love Scamming Internasional Tipu 53 WNI, Rugi Rp1,1 Miliar
Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan
Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta
Geger! Penyelundupan Narkoba Rp97 Miliar Dibongkar Polisi
Terbaru! Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke Polda Metro

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:00 WIB

APAK dan GRH Laporkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:17 WIB

Resmi Dibuka! Rute KRL ke JIS Jadi Andalan Baru Warga Jakarta, Ini Cara Cepat Menuju Stadion Tanpa Ribet

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:36 WIB

Heboh! Ajudan Danrem di Jogja Marathon Viral, Ini Duduk Perkaranya

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03 WIB

Heboh! Love Scamming Internasional Tipu 53 WNI, Rugi Rp1,1 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 19:11 WIB

Waspada! Paparan BPA dari Galon Berkode 7 Disebut Bisa Ganggu Hormon dan Kesuburan

Berita Terbaru

Satlantas Polres Barru Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Kurang Mampu Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Internasional

Jelang Bhayangkara, Satlantas Barru Salurkan Sembako

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:50 WIB