Redaksiku.com – Kylian Mbappe akhirnya membeberkan alasan di balik keputusannya menolak pinangan Liverpool pada bursa transfer 2017 dan memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain. Saat itu, penyerang Real Madrid tersebut baru berusia 18 tahun dan berstatus sebagai salah satu talenta muda paling diincar di kancah sepak bola Eropa.
Liverpool, yang saat itu masih berada di bawah kepelatihan Jurgen Klopp, sempat melayangkan tawaran serius melalui proyek ambisius mereka. Namun, pemain muda berbakat ini memiliki pandangan karier yang berbeda sebelum akhirnya memutuskan berlabuh di ibu kota Prancis.
Dinamika Bursa Transfer 2017
Kepindahan Mbappe dari AS Monaco pada musim panas 2017 menjadi salah satu saga transfer paling menyita perhatian media internasional. Banyak klub top Eropa berlomba-lomba mendapatkan tanda tangannya menyusul penampilan impresifnya di Ligue 1 dan Liga Champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses pengambilan keputusan tersebut, sang pemain harus menimbang berbagai tawaran menarik dari klub-klub elite. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi arah kariernya saat itu:
- Ketertarikan langsung dari manajer Liverpool Jurgen Klopp melalui proyek jangka panjang.
- Dukungan penuh dari sang ibu, Fayza Lamari, agar sang anak mencoba pengalaman di Liga Inggris.
- Keinginan kuat Mbappe untuk membangun fondasi nama besar di negara asalnya terlebih dahulu.
Meskipun tawaran dari Inggris begitu menggiurkan, aspek emosional dan visi personal menjadi penentu akhir bagi penyerang tim nasional Prancis ini.
Kylian Mbappe menolak pinangan Liverpool pada usia 18 tahun demi memprioritaskan perkembangan kariernya di kompetisi sepak bola Prancis.
Alasan Utama Menolak Liverpool
Keputusan Mbappe untuk mengabaikan pendekatan dari Merseyside didasari oleh prinsip kuat mengenai tahapan kesuksesan. Dia merasa belum saatnya meninggalkan negara kelahirannya sebelum benar-benar menancapkan status sebagai ikon sepak bola di sana.
Sikap ini sempat memicu perdebatan kecil di dalam keluarganya karena sang ibu sangat menginginkan anaknya merumput di Anfield. “Saya tidak mendengarkan saran ibu karena saya ingin bermain di Prancis. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum terkenal,” ujar Mbappe dikutip dari The Athletic, Rabu (23/9).
“Saya tidak mendengarkan saran ibu karena saya ingin bermain di Prancis. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum terkenal.”
— Kylian Mbappe
Selain faktor nasionalisme karier, daya tarik kultural kota Paris memberikan nilai emosional yang tidak bisa ditandingi oleh klub luar negeri mana pun pada masa itu.
Memilih PSG dan Visi Masa Depan
Bagi Mbappe, bermain untuk Paris Saint-Germain memberikan kesempatan emas untuk menjadi tokoh sentral di kota tempat dia dilahirkan dan dibesarkan. Nilai kebanggaan lokal ini menjadi fondasi mental yang membantunya berkembang pesat di bawah sorotan publik Parc des Princes.
Meskipun demikian, dia tetap menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap pendekatan profesional yang ditunjukkan oleh manajemen dan staf kepelatihan Liverpool. “Saya mengatakan kepada Klopp terkait apa pun keputusan yang saya ambil akan tetap menjadi pilihan yang baik karena kami sedang membicarakan proyek dua klub besar di dunia,” imbuhnya.
Pada usia 18 tahun, Mbappe sudah mampu memetakan langkah strategis kariernya sebelum akhirnya melanjutkan petualangan ke Real Madrid pada Juni 2024.
Pertanyaan Umum
Mengapa Kylian Mbappe menolak Liverpool pada 2017?
Mbappe menolak Liverpool karena ia ingin terlebih dahulu membuktikan kapasitasnya dan menjadi pemain bintang di negara asalnya, Prancis, sebelum berkarier di luar negeri.
Siapa yang membujuk Mbappe untuk bergabung dengan Liverpool?
Manajer Liverpool saat itu, Jurgen Klopp, menawarkan proyek menarik, sementara ibu Mbappe, Fayza Lamari, juga sempat mendorongnya untuk pindah ke Inggris.
Kapan Mbappe meninggalkan PSG?
Setelah sukses bersinar di Paris, Mbappe akhirnya meninggalkan klub ibu kota tersebut secara gratis untuk bergabung dengan Real Madrid pada Juni 2024.
Ringkasan
Pada bursa transfer musim panas 2017, Kylian Mbappe yang saat itu berusia 18 tahun secara resmi menolak tawaran dari Liverpool dan memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain. Penyerang asal Prancis tersebut menyatakan bahwa ia lebih memprioritaskan perkembangan kariernya di negara asal ketimbang langsung pindah ke Liga Inggris.
Keputusan tersebut diambil meskipun manajer Liverpool saat itu, Jurgen Klopp, telah menawarkan proyek jangka panjang yang ambisius, serta adanya dorongan dari ibunya, Fayza Lamari, untuk mencoba pengalaman di Anfield. Mbappe memiliki prinsip kuat untuk membangun nama besar dan menjadi ikon di Prancis terlebih dahulu sebelum berkarier di luar negeri.
Walaupun menolak pinangan klub Merseyside tersebut, Mbappe tetap menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap pendekatan profesional Liverpool. Setelah sukses bersinar bersama PSG di ibu kota Prancis, Mbappe akhirnya melanjutkan petualangan kariernya dengan bergabung bersama Real Madrid pada Juni 2024.






