Aksi Boikot Driver Grab Vietnam Protes Potongan 50 Persen

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Boikot Driver Grab — Pengemudi Grab di Vietnam melakukan aksi protes menolak potongan bagi hasil 50 persen

Pengemudi Grab di Vietnam melancarkan aksi protes dan mematikan aplikasi akibat potongan bagi hasil yang mencapai 50 persen.

Redaksiku.com – Pengemudi layanan transportasi online yang bermitra dengan Grab di Vietnam melancarkan protes keras setelah merasa potongan bagi hasil yang mereka terima membengkak hingga 50%. Situasi ini memicu gelombang seruan untuk melakukan aksi offbid atau mematikan aplikasi demi menuntut keadilan dari perusahaan penyedia layanan.

Media pemerintah setempat melaporkan bahwa perubahan struktur pembayaran yang diterapkan sejak Juli lalu membuat para pengemudi harus menanggung beban potongan yang sangat besar. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya biaya operasional harian seperti bahan bakar dan penyusutan kendaraan, sementara jam kerja mereka kerap melampaui 10 jam sehari.

Sebagai bentuk protes, komunitas pengemudi mengajak rekan-rekan seprofesi untuk menghentikan aktivitas operasional mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari kita semua bersatu, matikan aplikasinya, dan istirahatlah sejenak untuk menuntut keadilan.”

— Anggota Komunitas Pengemudi Grab Vietnam

Aksi boikot massal ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari di tengah kekhawatiran sebagian pihak akan kelangsungan pekerjaan mereka jika perusahaan memutuskan hengkang dari pasar Vietnam.

Tanggapan Grab dan Akar Permasalahan Tarif

Menanggapi situasi yang memanas di lapangan, pihak Grab menegaskan bahwa operasional layanan secara umum masih berjalan normal dengan tingkat respons dan stabilitas yang terjaga. Perusahaan juga mengimbau para mitra agar tetap merujuk pada informasi resmi guna menghindari disinformasi yang beredar di media sosial.

Inti dari kontroversi ini sebenarnya berakar dari perbedaan persepsi mengenai komponen biaya yang dibayarkan oleh penumpang. Meskipun Grab menetapkan tarif standar komisi 20% untuk sepeda motor dan 25% untuk mobil, total tagihan yang dibayar konsumen sering kali mencakup berbagai komponen tambahan.

Biaya tambahan seperti jam sibuk, cuaca buruk, dan penyesuaian rute membuat total potongan terasa jauh lebih besar bagi pengemudi.

Komponen tambahan tersebut mencakup biaya platform, biaya cuaca buruk, tarif jam sibuk, hingga biaya layanan terpisah untuk pengantaran makanan dan barang. Selisih antara tarif dasar dan akumulasi biaya tambahan inilah yang membuat pengemudi merasa persentase potongan yang dikenakan jauh melampaui ketentuan resmi.

Belajar dari Dinamika Transportasi Online di Indonesia

Isu mengenai kesalahpahaman antara total pembayaran penumpang dan pendapatan bersih pengemudi ternyata juga menjadi sorotan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberikan penjelasan mendalam terkait ekosistem tarif yang berlaku pada layanan transportasi berbasis aplikasi.

Menteri Perhubungan saat itu, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa uang yang dikeluarkan oleh penumpang tidak sepenuhnya menjadi hak pengemudi karena ada porsi biaya untuk penggunaan teknologi dan platform. Pemerintah telah menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar 8% untuk layanan pengantaran orang roda dua sejak pertengahan tahun.

Pemerintah menetapkan aturan batas potongan aplikator sebesar 8% untuk layanan transportasi roda dua guna menjaga keseimbangan ekosistem.

Namun, tantangan di lapangan kerap muncul karena sebagian pengemudi masih menganggap seluruh uang dari pelanggan adalah pendapatan bersih mereka. Perbedaan mendasar antara ojek pangkalan tradisional dan ojek online berbasis platform inilah yang menuntut adanya keterbukaan informasi yang lebih baik dari pihak aplikator.

Pentingnya Transparansi Komponen Pembayaran

Untuk meredam potensi konflik serupa di masa mendatang, otoritas transportasi di Indonesia mendorong perusahaan aplikator agar mencantumkan rincian finansial secara transparan pada struk atau bukti transaksi digital. Langkah ini dinilai krusial agar pengemudi maupun penumpang memahami dengan pasti alokasi setiap rupiah yang dibayarkan.

Aplikator disarankan menggunakan istilah biaya platform secara transparan agar tidak menimbulkan salah persepsi di kalangan mitra pengemudi.

Penggunaan istilah biaya platform atau platform fee dianggap lebih tepat dibandingkan istilah komisi murni, mengingat pengemudi memanfaatkan infrastruktur digital untuk mendapatkan pesanan. Kebijakan transparansi ini diharapkan semakin matang seiring dengan penyusunan regulasi komprehensif melalui aturan khusus mengenai ekosistem transportasi digital di tanah air.

Pertanyaan Umum

Mengapa pengemudi Grab di Vietnam melakukan aksi offbid?

Pengemudi melakukan aksi offbid karena merasa potongan komisi dan biaya tambahan yang diterapkan platform mencapai hingga 50%, sehingga sangat memberatkan pendapatan bersih mereka di tengah biaya operasional yang tinggi.

Apakah seluruh uang yang dibayarkan penumpang masuk ke kantong pengemudi ojol?

Tidak seluruhnya, sebab dalam ekosistem aplikasi terdapat komponen biaya penggunaan platform, biaya operasional sistem, serta ketentuan potongan resmi yang menjadi hak perusahaan penyedia layanan.

Bagaimana cara pemerintah mengatasi kesalahpahaman tarif ojol?

Pemerintah mendorong transparansi melalui rincian biaya yang jelas pada struk digital pengguna serta menetapkan regulasi batas potongan aplikator agar hak pengemudi dan kewajiban platform lebih jelas.

Ringkasan

Pengemudi Grab di Vietnam melancarkan aksi boikot dengan mematikan aplikasi sebagai bentuk protes terhadap potongan bagi hasil yang mencapai 50% di tengah tingginya biaya operasional harian.

Kontroversi ini terjadi akibat perbedaan persepsi mengenai komponen biaya tambahan dari penumpang, sehingga perusahaan aplikator dan pemerintah didorong untuk meningkatkan transparansi rincian finansial guna menghindari salah paham.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Wanita Tas Pink di KRL Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan, Penumpang Bingung
Tudingan Golkar Soal AHY Maju Pilpres Dianggap Propaganda
Peluncuran Perlinsos Ditargetkan Oktober 2026
Putin Sebut Pasukan Eropa di Ukraina Picu Perang Rusia
Pencarian 5 Wartawan Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau
Potensi 4 Poros Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Ungkap Wilayah yang Merasakan Dampaknya
Peringkat 5G Terbaik Indonesia Semester I 2026 Versi Ookla

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:51 WIB

Viral Wanita Tas Pink di KRL Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan, Penumpang Bingung

Sabtu, 12 September 2026 - 11:46 WIB

Tudingan Golkar Soal AHY Maju Pilpres Dianggap Propaganda

Sabtu, 12 September 2026 - 11:44 WIB

Putin Sebut Pasukan Eropa di Ukraina Picu Perang Rusia

Sabtu, 12 September 2026 - 11:30 WIB

Pencarian 5 Wartawan Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Sabtu, 12 September 2026 - 11:24 WIB

Potensi 4 Poros Lawan Prabowo di Pilpres 2029

Berita Terbaru

Honda Stylo 160 dan Yamaha Grand Filano menjadi dua pilihan skuter matik retro modern yang banyak dicari di pasar motor bekas.

Otomotif

Harga Bekas Honda Stylo 160 vs Yamaha Grand Filano Terkini

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:19 WIB

Maskapai Transnusa resmi membuka rute penerbangan langsung yang menghubungkan Bali dan Phuket.

Bisnis

Transnusa Buka Rute Penerbangan Langsung Bali Phuket

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:12 WIB

Profil dan Biodata Rashdan Baba Lengkap

Hiburan

Profil dan Biodata Rashdan Baba Lengkap

Sabtu, 12 Sep 2026 - 11:55 WIB

Pernyataan petinggi Golkar terkait langkah politik AHY menuju Pilpres memicu perdebatan di koalisi pemerintahan.

Viral

Tudingan Golkar Soal AHY Maju Pilpres Dianggap Propaganda

Sabtu, 12 Sep 2026 - 11:46 WIB